
"Jadi Nana mau masak apa buat makan siang ini?" Mata Mami berbinar menunggu jawaban Nana, Nana menelan ludahnya perlahan takut Mami mendengar.
"Aku aaku... "Nana berpikir dan berpikiiir dengan keras. Tiing Ahaaaaa....
"Aku akan memasak sayur sop dan Tahu rebus mi" Nana memaksakan senyumnya, sambil menunggu reaksi Mami. Batin Nana sangat waswas takut wajah senang Mami berubah kecewa.
"Benarkah? Mami sangat suka sop, buatkan sop ayam dengan sedikit jahe agar dapat menghangatkan tenggorokan" Mami sangat puas dengan jawaban menantunya,
"Mamih tinggal ya, kalau ada apa-apa kamu bisa memanggil Bik Yana atau pelayan lainnya dibelakang. Bila sudah siap mami ada di kamar menunggu masakanmu matang" Mami berlalu. Nana heran,
"Begitu banyak pelayan disini mengapa aku yang harus memasak? Apakah ini artinya mami menjadikanku pelayan dengan senyuman? Aaaaaah tidaaaaaaak. Ini seperti cerita dalam drama ituu" Nana mulai bergidik sendiri.
"Jangan-jangan sebentar lagi aku akan dipaksa hamil dan mereka berencana mengambil anakku bila lahir nanti" Nana bergumam namun akhirnya ia ketakutan sendiri.
"Nona, mengapa diam saja? Apa ada yang bisa saya bantu?" Tiba-tiba Bik Yana datang menganggetkan Nana.
"Apakah bibik bisa membantuku memilihkan sayuran yg tepat untuk membuat sop? Dan bisakah aku meminta jahe untuk menambahkannya ke dalam sopku?" Bik Yana tersenyum, ia sangat mengerti nona mudanya belum biasa berada disana. Dengan cekatan Bik Yana memilihkan sayur dan membantu memotong sayuran itu untuk Nana.
Nana merebus air, saat airnya mulai bergolak Nana memasukan bumbunya. Namun saat akan memasukan sayuran Nana takut terciprat air panas dalam panci. Nana pun melempar sayuran yang sudah dipotong oleh Bik Yana ke dalam panci dan air dari panci malah berhamburan kemana-mana. Bik Yana kaget dengan tingkah laku nona mudanya, ia menggeleng pelan dan paham nona mudanya tidak bisa memasak.
*** 123 ***
__ADS_1
Semua sayuran sudah masuk kedalam panci, Nana mencoba masakannya. Hueeek, ini terlalu asin pikirnya. Bik Yana menyarankan menambah air dan memberi sedikit gula dalam sayurnya, Nana menurut. Ia mencobanya sekali lagi, waah ini lumayan enak. Setidaknya masih layak dimakan.
"Apa lagi yang ingin nona masak?"
"Tahu rebus dengan daun bawang, garam dan sedikit merica" Bik Yana mengerutkan dahinya, namun Nana terlihat antusias. Sebenarnya itu adalah satu-satunya masakan yang Nana kuasai, resep khas dari ibunya.
Berbeda dengan saat memasak sop, kali ini Nana terlihat lihai memasak. Bik Yana merasa dia tidak dibutuhkan lagi oleh Nana dan minta izin kembali ke belakang, Nana mengangguk sambil terus sibuk membuat masakannya.
*** 123 ***
Di meja makan sudah tersedia sop ayam dengan jahe dan tahu rebus buatan Nana. Mami keluar dari kamarnya karna mencium wangi masakan Nana.
Lana sedang berada dirumah, ia enggan keluar rumah karna sedang patah hati akibat bertengkar dengan kekasihnya.
Bik Yana mengetuk pintu kamar Lana, mengajaknya makan siang bersama. Lana keluar dari kamarnya yang berada dilantai dan turun menuju ruang makan. Dilihatnya mami sedang bersama Nana, ia pun memasang wajah tidak suka.
Nana mengambilkan nasi untuk Mami dan Lana. Lalu menyendokkan sayur sop dan tahu rebus.
"Bik Yana hanya memasak ini untuk makan siang mi?" Lana memandang heran menu dimeja makan.
"Ini masakan kaka iparmu, ayok makan jangan mengeluh. Rasanya enak" Mami sudah mencobanya. Lana penasaran lalu menyuap kedalam mulutnya.
__ADS_1
"Tidak ada yang istimewa, masakan Bik Yana jauh lebih enak" Lana meremehkan masakan Nana. Nana diam saja, ia setuju dengan kata-kata Lana.
Akhirnya semua makan siang dalam diam,
"Terima kasih atas makanannya Nana" Mami tersenyum bangga.
"Ini sudah seharusnya mi" Nana membalas senyum Mami agak memaksa, Lana terlihat sebal melihatnya.
"Aku sudah selesai, aku akan kembali ke kamarku" Lana beranjak meninggalkan meja makan.
"Setidaknya ucapkan terima kasih pada kaka iparmu" Mami berkata pada Lana.
"Ya terima kasih" Lana mengucapkannya tanpa menoleh dan berlalu naik menuju kamarnya.
Nana membereskan meja makan, Mami tidak melarangnya.
"Kenapa mami diam saja melihatku membereskan piring-piring ini?" Nana bergumam heran.
"Kira-kira apa yang akan kau masak untuk makan malam kita?" Tanya Mami.
Nana tersenyum merana.
__ADS_1