Tuan Muda Yang Tampan

Tuan Muda Yang Tampan
Extra - Sekilas Cinta Lana Panda #2


__ADS_3

Lana melirik sinis ke Panda, Rossa masih tersenyum malu melihat Panda menggenggam erat jemari Lana.


"Kau sangat romantis tuan Panda, apakah nona Lana begitu menyukai bunga matahari? Waktu itu kau juga membawa bunga matahari " ujar Rossa membuat wajah Lana semakin memerah karna marah.


Lana melepaskan pegangannya dengan Panda, Panda terkejut.


"Ada apa?" tanya Panda heran.


"Kau memberikan banyak hal padanya saat berkencan waktu itu" rengek Lana, membuat Panda semakin bingung.


Panda menahan Lana dengan menarik tangannya, lalu memeluk Lana.


"Waah kau terlihat seperti pria sejati" ujar Rossa ia mengeluarkan ponselnya dan mengambil beberapa gambar Lana dan Panda.


"Jangan marah lalu pergi, aku tidak akan bisa paham alasan kau marah" bisik Panda membuat Lana sadar bahwa Panda memang bukannya pria yang peka. Ia merasa percuma marah tanpa alasan.


Lana melepaskan pelukan Panda.


"Ayo kita masuk ke toko ini dan membeli baju couple" ujar Lana sambil memanyunkan bibirnya karna masih kesal. Panda hanya menurut.


Rossa mengikuti mereka masuk kembali kedalam toko.


"Aku mau yang itu, itu dan itu. Berikan aku semua baju couple yang ada disini" ujar Lana, Rossa tersenyum senang.


Rossa memanggil temannya sang pemilik toko. Mereka berdua sangat bahagia Lana memborong pakaian ditoko tersebut.


"Ini nona sebagai hadiah untuk kau dan tuan tampan itu" ucap teman Rossa sambil memberikan dua buah gantungan handphone lucu berbentuk hati.


"Apakah kau memberikan gantungan ponsel juga untuk wanita itu?" tanya Lana ketus.


"Tidak, aku hanya memberinya Bunga dan baju" Jawab Panda polos.


"Baiklah, aku menerimanya tuan" jawab Lana cepat.


"Ayo ganti bajunya dengan ini" ujar Lana sambil memberikan kaos berwarna pink kepada Panda, Panda melihat aneh kepada Lana.


"Kenapa? Kau tak mau?" ancam Lana sambil melotot.


"Baiklah, bila itu bisa membuatmu tersenyum lagi" Panda membelai rambut Lana, lagi-lagi Rossa mengabadikan momen itu dengan ponselnya.


Lana dan Panda sudah memakai baju couple berwarna pink. Lana terlihat senang, semua rasa kesalnya telah hilang.

__ADS_1


"Apa kau ingin aku belikan es krim?" tanya Panda.


"Ya aku mau, apakah ini awal kencan kita?" Panda mengangguk.


"Aku pun memberikan Bella es krim saat itu"


♥️♥️♥️


"Bagaimana kencan kalian?" tanya Nana yang sedang menggendong baby Fa dan ditemani mami diruang tamu, Lana menggoda baby Fa.


"Ya begitulah Kak" jawab Lana malas sambil melirik sinis kepada Panda.


Panda diam saja, ia berpamitan untuk pulang.


"Lana antarlah tuan beruangmu ke mobilnya, atau dia akan diculik mahluk halus" goda Nana membuat mami tertawa.


"Cepat kau kejar dia, jangan sampai mahluk halus itu kembali dari negara lain" mami ikut menggoda Lana, Lana teringat pada Bella. Ia langsung mengejar Panda.


"Tuan beruang" panggil Lana. Panda menoleh ke Lana.


"Terima kasih untuk hari ini" ucapnya malu-malu.


"Hati-hati menyetirnya ya" Lana berjalan mendekati Panda yang hendak membuka pintu mobil.


"Ya tentu saja, aku tak mau rencanamu besok batal karna terjadi sesuatu padaku" ucap Panda sambil meraih jemari Lana.


"Rencana? Rencana apa? Apa kau akan dikirim kakakku untuk bertugas keluar kota?"


"Bukan nona, tapi besok adalah hari dimana aku tidak akan memanggilmu dengan sebutan nona" ucap Panda lalu mencium tangan Lana.


"Apa kau dipecat oleh Kak Lilo?" Lana terbelalak, Panda tertawa kecil lalu mengacak rambut Lana pelan.


"Bukan begitu, tapi besok aku akan melamarmu secara resmi dan mengubah panggilan mu dari nona menjadi honey" Lana berkaca-kaca.


"Benarkah?" Wajah Lana berubah menjadi sangat senang. Panda mengangguk, Lana berhambur kepelukan Panda.


"Terima kasih tuan beruang kesayangan ku" ucap Lana senang.


"Apa Kak Lilo sudah tahu?" Lana melepaskan pelukannya.


"Ya tentu saja, tuan muda yang memintaku melamarmu besok"

__ADS_1


♥️♥️♥️


Nana dan Lilo berbincang dikamar malam itu membicarakan acara pertunangan Lana dan Panda.


"Aku tak menyangka selama ini Panda menyimpan rapat perasaannya kepada Lana" ujar Nana sambil memeluk suaminya.


"Ya aku pun tak pernah menyangka, dia adalah pria yang baik dan penyayang. Aku bersyukur Lana bisa menikah dengannya"


"Kau benar sayang, aku berharap Bella tidak sakit hati mendengar rencana pernikahan Lana dan Panda"


"Apa kau akan memberitahunya?"


"Bukan aku yang harus memberitahu Bella, Panda yang harus memberitahunya"


"Ya kau benar, aku juga ingin tahu sebesar apa cinta Panda untuk Lana. Sehingga dia berani mengatakan pada Bella kalau dia akan menikah dengan Lana"


"Akupun berpikir hal yang sama"


Lilo mengecup kening istrinya, lalu menatap ke tempat tidur kecil milik Baby Fa.


"Aku penasaran sayang, kau begitu tampan. Tapi aku tak pernah mendengar selentingan mengenai wanita-wanita yang mengejarmu ataupun ingin merebutmu dariku" tanya Nana penasaran.


"Ya tentu saja, itu karna aku berkata pada author untuk menyembunyikannya darimu agar kau tidak merasa khawatir akan adanya wanita-wanita itu"


♥️♥️♥️♥️♥️♥️Selesai♥️♥️♥️♥️♥️♥️


Untuk pembaca novel


♥️ Tuan Muda Yang Tampan ♥️


Semoga bisa menikmati akhir cerita ini, untuk season dua masih tahap pertimbangan.😂😂😂


Jangan Lupa mampir ke karyaku selanjutnya


♥️ Nona Muda Kejam Kesayangan Ku ♥️


♥️ I Love You, You Love Me Too ♥️


♥️ Terjerat Cinta Pencuri ♥️


Love you banyak-banyak readers 🥰🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2