
Tak terasa sudah dua bulan mami menjalani perawatan di negeri JK, keadaan mami sudah membaik pasca operasi dan hari ini mami sudah diperbolehkan untuk pulang dan menjalani perawatan lanjutan di negara asalnya.
Dari pagi Lana dan Nana sudah sibuk mengurus penyambutan kedatangan Mami, Lilo sudah mewanti-wanti Nana untuk tidak terlalu lelah. Bantuan Rachel sangat bermanfaat untuk Lana dan Nana.
"Apa kau sudah meminta Bik Yana untuk menyiapkan semua makanan kesukaan mami?"
"Sudah kak, tadi aku sendiri yang menanyakannya" jawab Lana sambil tersenyum.
Sikap Lana banyak berubah, semenjak Lana memutuskan untuk dekat dengan Nana. Lana menjadi mengurangi judesnya dan sudah bisa tersenyum kepada Panda. Bahkan Lana sudah tidak sering menyuruh pelayan melakukan hal-hal yang diluar batas.
"Aku mau mengambil beberapa pita dikamarku" Nana bergegas berjalan menuju tangga. Rachel melarangnya.
"Biarkan saya yang mengambilnya nona"
"Aku bisa mengambilnya sendiri" Nana tersenyum.
"Bila terjadi apa-apa pada nona maka saya akan dibunuh oleh tuan muda. Biarkan saya yang naik dan mengambil pita yang nona inginkan"
"Baiklah, pita itu ada disofa kamarku. Kau tinggal mengambilnya" Rachel mengangguk paham, ia segera berlari menaiki tangga dan mengambil pita yang Nana maksud. Lalu kembali ke ruang tengah.
"Ini nona pitanya" kata Rachel sambil menyerahkan kotak pita kepada Nana.
"Terima kasih Rachel kau sangat membantuku"
Rachel sangat senang bekerja dengan Nana, walaupun sikap kakunya tidak berubah namun saat ini Rachel menjaga Nana dengan kasih sayang.
Ponsel Nana berdering.
"Hallo"
"Sayang, apakah segalanya sudah siap?"
"Sebentar lagi sayang, aku masih mendekorasi ruang tengah bersama Lana. Apakah mami sudah tiba?"
"Belum sayang, kira-kita 15 menit lagi mami sampai. Jangan memforsir tenagamu, Berta mengingatkanku untuk mengajakmu kontrol si kecil besok"
"Oke sayang, saat makan siang besok kita akan menemui dokter Berta"
__ADS_1
"Aku akan menemanimu sayang, i love u"
"Love you too honey"
Nana menutup telponnya.
"Aaaah Kak Nana dan Kak Lilo selalu saja membuatku iri" rengek Lana yang dari tadi menyimak pembicaraan Nana dan Lilo.
"Kau akan menikah juga nanti, sayangi suamimu dengan baik" Nana menghampiri Lana dan mengusap rambut adik iparnya itu.
"Apakah Panda akan menjadi suami yang baik seperti Kak Lilo?" Lana keceplosan, ia menutup mulut dengan kedua tangannya.
"Apa???!" Nana tertawa.
"Ssssttttt, Ka Nana jangan ketawa begitu" Lana cemberut.
"Kau benar-benar suka pada Panda?" Nana menahan tertawanya. Lana diam saja.
"Nona muda, semua makanan sudah siap"Bik Yana tergopoh-gopoh menghampiri Lana dan Nana.
"oke Bik, saya akan kesana" Nana masih tersenyum usil sambil menggoda Lana.
Mami sampai dirumah, Nana dan Lana menyambut mami dengan senang hati. Mata Nana terbelalak melihat mami yang terlihat kurus dan duduk dikursi roda, tak terasa air matanya menetes. Ia langsung menghambur memeluk mami.
"Mamiiiiii, Nana kangen"
"Mami juga kangen sm Nana" Mami membalas pelukan Nana.
"Mami Lana juga kangen" Lana memeluk Mami bersamaan dengan Nana.
"Mami kami sudah menyiapkan penyambutan buat mami, lihat ini bunga mawar merah kesukaan mami" kata Lana sambil menyerahkan bucket bunga kepada maminya.
"Terima kasih sayang mami sangat senang bisa pulang, Oia bagaimana keadaan cucu mami?" mami mengelus perut Nana.
"Ia masih sekecil ini mami" Nana membentuk ukuran kecil dengan jarinya.
"Jaga kesehatanmu, makan yang bergizi. Apakah ibumu ikut menyambut mami?"
__ADS_1
"Ibu sedang kurang sehat, kemarin dia mengikuti senam aerobik dan pinggangnya sedikit encok mi. Jadi beliau belum bisa datang" Nana menjelaskan.
"Sudah tua malah ikut senam seperti anak muda, katakan pada ibumu untuk selalu mengingat berapa usianya" ujar mami sambil tertawa, Nana tertawa kecil mendengar ocehan mami.
"Ayo kita masuk mi, Bik Yana sudah memasak makanan kesukaan mami" Lana mengambil alih kursi roda mami dan mendorongnya perlahan menuju ruang makan.
Mereka semua menuju ruang makan, Panda berniat pamit karena pekerjaannya sudah selesai.
"Heii beruang, apakah kau mau kabur dari pertanyaan ku?" Mami menghadang Panda dengan kata-katanya.
Panda menatap mata mami, ia memasang wajah bingung.
"Duduk disini, aku ingin bicara padamu!"Mami menunjuk kursi disebelah Lana. Panda hanya menurut dalam hatinya masih bertanya apa maksud mami.
"Kita makan saja dulu mi, perutku sudah lapar" kata Lilo sambil menggenggam tangan maminya. Mami tersenyum dan mengangguk.
"Jangan berusaha untuk kabur" Mami menatap sinis ke arah Panda. Nana menahan tawa melirik ke arah Lana.
Makan siang itu sangat lengkap dengan kepulangan mami.
"Jadi bagaimana? Kapan kau akan melamar Lana?" Lana menatap tajam maminya sambil menggelengkan kepalanya.
"Apa kau masih akan menolak Lana?" mami bertanya pada Lana, Lana gugup.
Disatu sisi Lana sangat menyukai Panda, namun disisi lain ia malu mengakuinya karna ia pernah menolak mentah-mentah pernikahan dengan Panda.
"Bila kau memang masih ingin menolak pernikahan ini, mami akan membatalkan pernikahan antara kau dan Panda" Mami mendesak.
Lana semakin terjepit, ia juga tak rela bila Panda semakin dekat dengan Bella yang memang sampai saat ini lebih pandai membuat Panda nyaman dibandingkan dirinya.
"Apa kau diam, artinya kau benar-benar menolak pernikahan ini??!!!" Mami memaksa lagi.
Lana menoleh ke arah Lilo, Kakaknya itu diam saja pura-pura tidak melihat kode yang diberikan oleh Lana. Lana cemberut, ia menoleh pada Nana. Nana menatap Lilo dan Lilo menggeleng. Nana hanya menatap sedih ke arah Lana.
Kenapa kalian tidak mau menolongku uuu...
Lana menatap sedih ke arah Nana dan Lilo, keduanya menahan tawa.
__ADS_1
"Nyonya, bolehkah saya menjawab pertanyaan nyonya?"