Tuan Muda Yang Tampan

Tuan Muda Yang Tampan
Petuah Ibu


__ADS_3

"Jangan terlalu lelah, makan makanan yang bergizi. Ibu mau kau menjaga kandunganmu dengan baik. Kurangi kecerobohanmu" Ibu mulai memberi petuahnya.


"Jangan makan makanan sembarangan, ini ibu membuatkan sop ayam kesukaanmu. Setelah makan minumlah air jahe ini"


"Iya bu, apa kau datang hanya untuk menasehatiku?" Nana menatap heran ke arah ibunya.


"Tentu saja tidak, ibu juga ingin melihat keadaanmu. Ibu tidak mau kau merepotkan suamimu dengan permintaan-permintaan yang mengada-ada"


"Aku tidak melakukannya ibu" Nana cemberut.


"Ibu memperingatkan mu sebelum kau mencoba melakukannya"


"Ibuuuu, kau sangat membuat ku terlihat buruk dimata suamiku" Nana merengek.


"Heii menantu, jangan selalu mengikuti keinginannya. Dia akan besar kepala nanti"


"Ibuuuu" Nana merengek lagi.


"Ibu tahu rasanya hamil, ibu pernah melahirkanmu jadi jangan berharap kau bisa mengelabui ibu"


Lilo dan Miko yang dari tadi memperhatikan ibu dan Nana hanya tersenyum menahan tawa.


"Sudahlah bu, jangan memarahinya lagi" Miko ingin menghentikan ibu memberikan petuahnya.


"Nana tidak pernah meminta hal yang aneh selama ini padaku. Bahkan ia tak pernah meminta apapun kepadaku" Lilo mulai bicara.


"Aku yakin Nana akan menjaga diri dan bayi dalam kandungannya dengan baik" Miko menambahkan.


"Ya benar, aku percaya Nana akan melakukan semua hal yang ibu katakan" Lilo ikut membela Nana.


Ibu menatap kesal kepada Lilo dan Miko.


"Heei apa-apaan ini, apakah saat ini kalian berdua bersengkokol untuk membela Nana dan menyerangku?"


"Ti tidak ibu aku tak berani. Nana, dengarkan kata-kata ibu dengan baik. Jangan merengek terus" Miko berbalik ikut menasehati Nana.


"Sayang, kau harus banyak istirahat dan ikuti semua petuah ibumu"


Ibu tersenyum puas.


"Apakah hanya aku yang harus menderita disini?" Nana menatap Lilo dan Miko dengan tatapan membunuh.


❤❤❤

__ADS_1


"Aku terlihat bodoh kemarin, bahkan aku menumpahkan coklat ke bajuku. Aku juga merasa tak pantas bersaing dengan nona muda yang cantik itu" Bella meratapi nasibnya.


Ponselnya berbunyi, itu dari Panda!!


"Ha hallo"


"Apa kau baik-baik saja?"


"Ya aku baik-baik saja"


"Syukurlah, aku merasa tidak enak karna tak bisa mengantarmu dalam keadaan tidak baik seperti kemarin"


"Ya tidak apa-apa, buktinya aku masih sehat sampai saat ini" Bella memaksa untuk tertawa.


"Apa kau bersenang-senang dengan nona mudamu kemarin?" Bella bertanya dengan hati-hati.


"Aku hanya sebentar di caffe itu, tak lama kau pulang aku dihubungi oleh tuan muda. Nona Nana sakit"


"Kak Nana sakit? Sakit apa?" Bella terkejut.


"Nona muda sedang hamil"


"Apaaaa? Apa kau serius?" Suara Bella terdengar sangat senang.


"Ya"


"Sepertinya nona muda tetap boleh bekerja namun tuan muda memintaku untuk mencarikan nona pengawal dan assiten untuk menyelesaikan semua pekerjaan nona dikantor?"


"Apa?" Kepala Bella penuh dengan tanda tanya.


❤❤❤


Ibu dan Miko pulang setelah makan siang bersama, keadaan Nana juga sedikit membaik. Lilo dan Nana duduk diruang keluarga berdua, Nana tidur dipaha suaminya.


"Bagaimana bisa kau kompak dengan Miko saat menasehatiku didepan ibu" Nana melirik kesal kepada Lilo.


"Aku tidak melakukannya" Lilo berkilah.


"Kau bahkan membuat ibuku tersenyum puas karna kau membelanya" Nana mendengus kesal.


"Kau sedikit sensitif akhir-akhir ini, apakah si kecil penyebabnya?" Lilo mendekati Nana dan mengelus perutnya.


"Dia sangat baik karna aku tidak merasakan mual dan kesulitan karnanya" Nana senang Lilo mengelus perutnya.

__ADS_1


"ayo kita masuk ke kamar" Lilo memegang tangan Nana.


"Aku baru datang dan kalian mau masuk ke kamar? Aku merasa sangat terabaikan" Lana sedang berjalan menuju ruang keluarga.


"Tentu tidak Lana, aku akan menemanimu disini" Nana bermaksud berterima kasih kepada Lana.


"Tapi kau harus banyak istirahat sayang" Lilo membujuk Nana.


"Aku disini hanya duduk menemani Lana bukan aerobik" Nana menjawab dengan nada agak kesal.


"Baiklah, aku ada diruang kerjaku. Bila Panda datang katakan padanya aku ada diruang kerja"


"Apakah dia akan datang sekarang?" Lana tak dapar menyembunyikan rasa senangnya.


"Dia kesini untuk bekerja, jangan mengganggunya!" Lilo memperingatkan Lana. Lana memanyunkan bibirnya.


Lana dan Nana sama-sama menonton televisi, Lana ingin bicara pada Nana tapi ia takut. Ia juga ingin menjaga gengsinya.


"Lana" suara Nana mencairkan suasana yang kaku diruangan itu.


"Iya"


"Aku ingin berterima kasih padamu" Nana tersenyum, Lana terkejut.


"Berterima kasih untuk apa?" Lana menjawab dengan agak ketus.


"Aku mendengar dari suamiku bahwa kau lah yang menyadarkannya kalau dia mencintaiku. Aku sangat bersyukur memiliki adik ipar seperti mu" Lana terpana dengan senyuman tulus Nana.


Apakah kakak ipar selalu baik seperti ini? Begitu mudah ia melupakan perlakuan burukku padanya.


Pikir Lana.


"Aku hanya melakukan yang harus aku lakukan" Lana menjawab masih dengan kejudesannya.


"Bila memang begitu aku akan berterima kasih lagi padamu"


"Ya sama-sama" Lana berusaha menjawab Nana dengan datar.


Panda datang, ia membawa seorang wanita yang berusia sekitar 30 tahun. Lana melihat wanita itu dengan tatapan tidak suka.


"Selamat siang nona" Panda membungkukkan badannya, begitupun wanita yang bersamanya.


"Selamat siang Panda, suamiku sudah menunggumu diruang kerjanya. Siapa wanita itu? Apakah dia Kakakmu?" Tanya Nana.

__ADS_1


"Bukan nona muda, ini Rachel yang akan menjadi assiten mu dikantor"


😂😂😂Kadang author bingung dengan pola pikir Lilo dan Panda....


__ADS_2