
"Aku harus kuat, setiap hari sikapnya semakin baik. Aku tidak bisa menolak perasaan ini Tuhaaan. Heiii hatii kenapa kau tidak menurut padaku, jadilah keras dan jangan membuatku tersiksa" Nana menghembuskan napasnya kuat-kuat saat menyikat giginya dikamar mandi.
"Apa kita akan berangkat bersama?" Lilo masuk ke dalam kamar mandi, Nana terkejut untungnya ia sudah memakai kaos dan celana pendek.
"Berangkat kemana?"
"Apa kau tidak bekerja hari ini?"
"Oia hari ini aku sudah mulai bekerja, aku akan siap-siap dulu. Kau mau sandwich?" Lilo mengangguk, ia tersenyum melihat tingkah istrinya yang selalu terburu-buru.
"Apa kau tadi mengajak ku berangkat ke kantor bersama?" Nana hanya menunjukkan kepalanya. Lilo tertawa lalu mengangguk.
Nana segera bersiap-siap dan keluar kamar menuju dapur, ada Bik Yana disana sedang membuat teh.
"Selamat pagi bik"
"Pagi nona muda"
"Biar saya saja bik yang membuat sarapan buat tuan muda"
"Baik nona"
Dengan gesit Nana membuat sandwich untuk Lilo. Tak lama Lilo keluar dari kamar dan berjalan menuju ruang makan.
"Selamat pagi tuan muda" Panda yang baru datang menyapa tuannya.
Lana yang baru saja turun melihat malas ke arah Panda. Ia langsung menuju meja makan, menyantap sandwichnya.
"Panda, duduklah makan disebelah Lana"
Lana melirik kesal, tapi masih pagi untuk membantah kakaknya. Panda menurut duduk disebelah Lana, dan makan sandwich dengan lahap.
"Lana, belajarlah membuat sandwich dari Nana. Sepertinya calon suamimu sangat menyukainya"
"Uhuk uhukk.. " Lana terbatuk, melirik ke arah Panda. Panda sepertinya tidak memperhatikan kata-kata Lilo karna sedang menikamati sandwichnya.
"Kakak, apa kau serius mau menikahkan ku dengan beruang ini?" Lana berkata sambil melirik Panda. Panda sadar sedang dibicarakan, ia menoleh.
"Panda, apa kau keberatan menikah dengan Lana?"
"Ti.. tidaak tuan" Lana menginjak kaki Panda.
__ADS_1
"aduh.. " Panda menoleh ke arah Lana. Nana tersenyum melihat tingkah keduanya.
❤❤❤
Nana tersenyum mengingat kejadian tadi pagi, pertama kalinya Lilo mengantarkannya ke kantor dan mencium keningnya.
"Ka Nana kenapa?" Bella mengagetkannya. Nana gugup.
"Tidaak tidak apa-apa. Aku hanya ingat tadi pagi sangat ramai dimeja makan. Oia kau ingat Panda?" wajah Bella memerah, ia mengangguk antusias.
"Kau tahu, suamiku akan menjodohkannya dengan adik iparku" Nana terkekeh, ia tak memperhatikan wajah Bella yang berubah seketika seperti tersambar petir.
"Ka Nana serius?"
"Iya aku serius" Nana menoleh melihat wajah Bella.
"Apakah Panda dan adik iparmu sudah lama menjadi sepasang kekasih?" Bella bertanya sangat hati-hati.
"Ooowh tidak, mereka tidak berhubungan seperti itu. Suamiku yang sedikit memaksanya untuk menikahi adik iparku"
"Itu artinya mereka tidak saling mencintai?"
Heii kau kenapa? Kau terlihat sangat khawatir" Bella memegang pipinya.
"Ti tidak, aku tidak apa-apa. Aku kembali ke mejaku ya" Nana masih bingung dengan ekspresi wajah Bella.
"Aku bahkan belum sempat mendekatinya, dia sudah akan menikah dengan nona muda. Uuuu aku kesal" Bella merajuk dalam hati.
❤❤❤
Pulang dari bekerja Nana melihat mobil Lilo sudah ada disana, ia tersenyum senang. Nana mengajak Bella pulang bersama. Panda membukakan pintu untuk Nana.
"Apa kau keberatan duduk didepan dengan Panda?" Nana bertanya pada Bella dengan nada sedikit tak enak.
"Ya tentu saja" Bella menjawab lemas, ia sudah tidak terlalu menginginkan pertemuan dengan Panda.
"Apa kau lelah?" Lilo mengusap kening Nana yang berkeringat. Nana jadi salah tingkah.
"Jangaaaan jangan kau bersikap baiiiik, aku tahu kita sahabat tetapi bila sikapmu berlebihan begini aku bisa salah paham dan tidak bisa lagi menahan rasaku padamu" Nana menangis dalam hati.
"Iya lumayan, banyak pekerjaan hari ini" Nana tersenyum memaksa.
__ADS_1
"Apa kau lapar?" Nana mengangguk.
"Makanan apa yang kau inginkan?"
"Boleh aku makan burger?" Lilo mengangguk, ia mengelus rambut istrinya, Nana makin merasa merana.
Mereka singgah disalah satu restauran cepat saji MDc. Lilo menggandeng tangan Nana. Panda dan Bella berjalan dibelakang mereka.
Nana memesan beberapa menu, untuk Panda dan Bella juga tentunya.
Disana lumayan ramai, tempat duduk tidak dapat untuk berempat. Akhirnya Nana duduk bersama Lilo dan Panda duduk bersama Bella.
❤❤❤
Akhirnya mereka sampai dirumah, Nana sangat lelah. Ia duduk di sofa mendahului Lilo.
"Kau istirahat lah dulu, aku mau mandi" Nana hanya mengangguk, ia lelah harus menghadapi sikap manis Lilo.
Nana tertidur disofa, Lilo membangunkannya dan menyuruh Nana untuk mandi. Nana mengikuti perintah Lilo. Setelah mandi, Lilo meminta Nana duduk disebelahnya.
"Apa kau senang hari ini?" Nana mengangguk sambil menunduk.
"Tapi kenapa wajahmu menunjukan kesedihan?" Nana menatap mata Lilo, air matanya sudah membanjiri pelupuk matanya.
"Haii kenapa kau menangis?" Lilo memegang pipi Nana dan mengusap air mata Nana. Nana hanya menggeleng.
Lilo menarik tubuh Nana dan memeluknya. Nana semakin menangis, ia merana dengan sikap baik Lilo.
"Ka.. Kaau begitu baik ha hari ini" Nana sesegukan.
"Apakah kebaikanku salah? Bukan kah bersahabat harus saling perhatian dan menjaga"
"Huaaaaaa huaaaa" Tangis Nana pecah berserta suara tangisan yang memilukan.
"Hei heii... kenapa kau jadi sesedih ini?" Nana masih dalam pelukan Lilo. Lilo mengelus punggung Nana, Nana mulai merasa nyaman. Ia mulai tenang.
Lilo melepaskan pelukannya. Nana membuka suaranya
"Bersikaplah biasa mulai besok, atau aku benar-benar jatuh cinta padamu"
😍😍😍Harapan siapa ya yang ingin mereka saling jatuh cinta?
__ADS_1