
Bruuukkk
Nana menghempaskan badannya ditempat tidur, akhirnya dengan alasan ingin membereskan barang-barangnya Nana bisa tidur sendiri di kamar Lilo, awalnya Mami bersikeras ingin tidur bersama Nana namun Nana menolaknya dengan lembut dan membuat Mani pasrah dengan perjanjian suatu saat Nana harus mau tidur dengannya.
"Maafin Nana ya mi, Nana tidak mau berbohong kalau Nana dan Lilo belum sempat melewati malam pertama. Kami baru sampai tahap berciuman yang sangat dalam" Nana memejamkan matanya sambil mengingat ciumannya dengan Lilo, lalu ia tersadar.
"Tidak tidak tidaaaaak, aku tidak boleh memikirkannya. Aku harus kuaaaat, itu hanya ciuman kewajibanku sebagai istri dan Lilo sebagai suamiii!!!" Nana memantapkan hatinya.
"Aku harus fokus, pernikahanku bukan karna kami saling mencintai tapi memang sedikit paksaan dari orang tua kami. Aku harus kuaaaat, Nana kamu bisaaaaaaa!!!
Tapi mengapa suamiku harus terlalu tampaaaaan!!! Ya Tuhan cobaan ini terlalu beraaaaat, kuatkanlaaah hambamuu... "Nana mengatupkan tangannya, mencoba menguatkan hati dan pikirannya.
Nana bangun dari tempat tidur, dilihatnya foto Lilo yang besar di dekat sofa.
"Heiii tuan muda yang tampan, kau pikir aku akan jatuh cinta padamu hah?!?!?!!! Jangan sombooong kauuu, akupun tidak jelek. (ya setidaknya begitu kata ibuku)
Kau bilang akan membuatku patah hati, heeemmmm lihat saja siapa yang akan patah hati nanti!!" Nana menyeringai.
Tiba-tiba Nana melihat ke arah bibir Lilo difoto,
"Ya Tuhan, tolong akuuuuuuuuuuuu... godaan itu terlalu beraaaat" Nana merana sambil menempelkan wajah dan kedua telapak tangannnya difoto Lilo.
*** 123 ***
Pagi hari Nana sudah sibuk di dapur, dengan berbekal resep daru Gluglu (situs pencarian online) Nana mantap membuat sandwich untuk sarapan Mami dan Lana.
"Waaah sandwich, terima kasih Bik Yana" Lana terlihat antusias melihat makanan kesukaannya di atas meja, sandwich dengan tuna, tomat, daun selada dan mayones.
__ADS_1
"Eeeehmmmm enaaaaaaak" Lana menjilat mayones yang menempel dibibirnya.
"Apakah benar-benar enak?" Nana bertanya pada Lana.
"Ya tentu saja enak, Bik Yana adalah koki terbaik dirumah ini" Lana menjawabnya dengan ketus.
"Nona Lana, sandwich itu buatan nona muda. Mayonesnya nona sendiri yang membuatnya" Bik Yana menjelaskan.
"uhuk uhuuuuukk.... " Lana tersedak, Nana segera mengambilkan air minum untuk Lana.
"Kau tidak apa-apa?" Lana terlihat kesal tapi ia menyukai sandwichnya.
"Aku mau berangkat ke kampus" Lana berdiri dan ingin meninggalkan meja makan.
"Lana, ini bekal untukmu. Aku sudah menduga kau akan buru-buru berangkat ke kampus" Nana menyodorkan sandwich buatannya dalam tempat makan untuk Lana. Lana menjaga harga dirinya.
"Aku memaksa" Nana menyodorkan tempat makan ini ke tangan Lana.
"Kau ini... Baiklah kalau kau memaksa" Lana mengambil tempat makan dari tangan Nana lalu beranjak. Saat ingin meninggalkan ruang makan Lana berpapasan dengan Mami.
"Kau sudah akan berangkat?"
"Iya mih, ada perkuliahan pagi ini. Lana berangkat ya" cup, Lana mencium pipi maminya.
"Hati-hati dijalan ya"
Mamu melihat ke meja makan, ada sandwich di piringnya.
__ADS_1
"Ayok mih kita makan" Ajak Nana sambil menarik tempat duduk nyonya jean. Mami duduk di kursi yang Nana siapkan.
"Nana membuat sendiri mayonesnya lho, kata Bik Yana mayones Nana rasanya enak" Nana membanggakan dirinya, Mami tersenyum. Ia menyuapkan sandwich ke mulutnya.
"Eeehmm ini enak Nana, Lilo sangat beruntung memiliki istri seperti kamu" Mami mengelus kepala Nana.
"Terima kasih ya mih" Nana bangga, ia ingin membuatkan sandwich untuk Lilo.
"Ternyata aku punya sedikit bakat dalam memasak, aku harus berbangga diri" Nana terharu dalam hati.
*** 123 ***
"Tuan muda, sepertinya masalah perusahaan Tuan di Kota ini cukup serius. Banyak ketidaksesuaian laporan keuangan, banyaknya pengiriman barang fiktif dan pemasaran produk yang tidak sesuai target pasar menjadi kendala utamanya" Panda melaporkan temuannya pada Lilo.
"Ya aku juga sudah menduganya, kita harus melakukan penyelidikan. Pecat semua pengkhianat di perusahaan ini, lalu bereskan masalah ini dengan segera"
"Apakah tuan ingin segera kembali?" Nada suara Panda sedikit penasaran.
"Ya tentu saja"
"Dengan kondisi perusahaan di kota ini sepertinya kita akan agak lama disini"
"Apakah kau tidak bisa menyelesaikannya lebih cepat?"
"Apakah tuan merindukan nona muda"
"Apa kau sudah bosan bekerja denganku dan ingin pensiun lebih cepat?"
__ADS_1