
Panda sampai di apartemennya, ia merebahkan tubuhnya di sofa. Berbeda dari sebelumnya Panda merasa sangat lelah, tubuhnya agak panas dan nafasnya tersengal.
"Aku tak boleh begini, aku akan segera mandi dan beristirahat"
Akhir-akhir ini Panda memang sangat sibuk, semenjak tuan mudanya sadar bahwa ia sedang jatuh cinta hampir semua pekerjaan Panda yang menghandle. Dan sekarang sepertinya puncak dari tubuhnya.
Setelah mandi, Panda meminum vitamin dan merebahkan tubuhnya ditempat tidur.
"Aaah ini sangat nyaman, besok aku bangun dan kembali segar" pikirnya.
♥️♥️♥️
Sudah hampir pukul 7 pagi, namun Panda belum terlihat. Lilo masih sarapan dengan Nana, Lana masih terlelap dikamarnya.
"Ini sudah mulai siang, tapi kenapa Panda belum terlihat?" Nana melihat ke arah jam tangannya.
"Ya mungkin ada sesuatu yang terjadi dalam perjalanannya ke sini" Lilo seakan acuh.
"Kenapa kau tidak menghubunginya?"
"Dia tidak akan mengangkatnya, dia benci berkendara sambil menelpon" Lilo menatap istrinya.
"Baiklah. Apa kau ingin membawa bekal hari ini sayang?"
"Tidak, aku tidak ingin kau memiliki alasan untuk tidak makan siang denganmu dan bertemu Miko untuk makan siang bersama" Nana melirik tajam ke arah Lilo.
"Rasa cemburumu sangat berlebihan"
"Aku hanya berjaga-jaga, aku ingin kau hanya menjadi milikku"
"Ya ya ya aku hanya milikmu, Tuan Muda yang tampan"
Panda setengah berlari menuju ruang makan, wajahnya terlihat pucat. Ia membungkukkan badannya, keringat mengucur deras dari keningnya.
"Maafkan saya tuan, saya terlambat datang" Panda terengah-engah.
"Apa kau baik-baik saja?" Nana mendekati Panda dan bermaksud menyentuh keningnya namun Panda ingin menolak namun tubuhnya sudah terlalu lemah.
"Badanmu sangat panas"
"Sayang jauhkan tanganmu darinya" Lilo kesal.
"Baru kali ini aku merasa kau adalah manusia biasa Panda, (tersenyum)
Sayang, kurangilah rasa cemburumu itu dia sedang sakit"
Panda seperti mulai sempoyongan, tubuhnya ambruk didepan Nana. Nana panik, Lilo segera mengangkat tubuh Panda.
__ADS_1
"Kau benar, suhu tubuhnya sangat tinggi. Panggilkan satpam untuk membantuku membawa Panda ke mobil"
Nana segera menelpon Rachel yang sedang berada diluar untuk memanggilkan satpam.
"Nona" Rachel datang denga dua orang satpam.
Mereka membawa Panda ke mobil, Rachel sudah menyiapkan mobil. Panda direbahkan bersama Lilo dikursi belakang, sedangkan Nana duduk didepan bersama Rachel. Mobil pun menuju rumah sakit.
Lana terbangun karena mendengar ribut-ribut dibawah langsung keluar dari kamarnya dan turun. Ia melihat wajah Bik Yana masuk ke dalam rumah dengan wajah khawatir.
"Ada apa?"
"Itu nona, tuan Panda pingsan" Lana sangat terkejut, ia ikut panik.
"Lalu dimana dia?"
"Tuan dan nona muda membawanya ke rumah sakit"
"Kenapa tidak ada yang membangunkan ku!!?" Lana mendengus kesal, ia segera berlari kembali ke kamarnya.
♥️♥️♥️
Nana menelpon Bella, ia ingin mengatakan bahwa ia akan terlambat sampai dikantor.
"Hallo Bella" suara Nana seperti orang yang khawatir dan terburu-buru.
"Tolong sampaikan pada pak manager, aku akan agak terlambat ke kantor. Aku harus ke rumah sakit"
"Kak Nana sakit lagi??" Bella khawatir.
"Bukan, bukan aku. Panda pingsan badannya sangat panas, aku perjalanan menuju ke rumah sakit"
"Panda???" Bella sangat terkejut.
"Ya ia belum sadar sekarang, ia seperti mengigau saat ini"
"Baik kak aku akan sampaikan kepada pak manager nanti, aku juga akan menjenguk Panda saat makan siang"
"Terima kasih"
"Ya sama-sama kak"
Nana menutup telponnya, ia menoleh ke belakang. Panda masih belum sadar tapi ia mengigau seperti sedang mempresentasikan sebuah proyek. Nana melirik sebal ke arah Lilo.
"Apa salahku?"
"Kau lah yang membuatnya sampai seperti ini!" Nana mengomel.
__ADS_1
"Aku tidak melakukan apa-apa padanya, bahkan menyentuhnya pun aku hampir tidak pernah" Lilo membela diri.
"Kau membuatnya bekerja terlalu keras"
"Dia hanya mengerjakan tugasnya dengan baik, dia orang yang sangat bertanggung jawab"
"Ya kau benar tapi jangan memberikannya tugas yang sebenarnya adalah tugasmu"
"Aku hanya menugaskannya ke kota lain saat aku ingin bersamamu"
Nana diam, itu artinya dirinya turut andil atas sakitnya Panda. Lilo merasa bersalah melihat wajah Nana.
"Maafkan aku sayang, aku tidak berniat membuatmu sedih" Nana menggeleng.
"Aku benar aku juga bersalah dalam hal ini"
♥️♥️♥️
Siang itu Bella bergegas menuju rumah sakit, Nana sudah berada dikantor namun ia akan kembali ke rumah sakit saat pulang bekerja. Saat ini Nana meminta ibunya menjaga Panda, dengan senang hati ibu Nana menyanggupi untuk menjaga Panda karna ia selalu merasa bosan dirumah sendirian.
"Rumah sakit Saliom kamar VIP nomor 508" Bella mengingat-ingat ruangan tempat Panda di rawat.
Saat masuk ke dalam lift ia bersinggungan dengan Lana.
"Apa yang kau lakukan disini?" Lana bertanya dengan judes.
"Aku akan menjenguk temanku Panda" Bella berusaha tersenyum.
"Untuk apa? Ada aku yang akan menjaganya"
"Aku hanya menjenguknya nona, tidak perlu khawatir. Bukankah kau adalah calon istrinya? Tidak seharusnya kau bersikap seperti itu padaku"
"Huh, dasar tidak tahu malu. Kau tahu dia akan menikah denganku tapi kau masih berusaha menarik perhatiannya"
"Aku tidak mendekatinya, aku hanya peduli padanya. Apakah kau merasa cemburu padaku?"
"Apaaa??!! Kau bukanlah saingan yang pantas untukku" Lana menyeringai.
"Bila memang begitu, bersikaplah biasa dan anggap aku angin lalu. Kau terlihat sangat takut kehilangannya" Bella tersenyum manis dan keluar dari lift, Lana mengikutinya dari belakang.
"Apa kau menantang ku?" Lana menarik bahu Bella, Bella membalikkan badannya ke arah Lana.
"Tentu tidak nona, aku tak akan bisa menang melawan nona muda yang cantik dan kaya seperti anda"
Lana tidak suka dengan cara bicara Bella.
Persaingan yang sebenarnya baru dimulai nona muda
__ADS_1
Bella tertawa kecil.