
Di Episode ini author mencoba memperbanyak adegan Lilo dan Nana, karna setelah direview ulang sepertinya Nana dan Lilo sangat sedikit ada adegan bersama dari episode pertama, Selamat membaca... 🎉🎉🎉
"Bagaimana kalau hari ini kita jalan-jalan keluar? Aku ingin sekali makan ice cream"
"Tidak aku sedang malas melakukan apapun" Lilo menjawab malas, ia hanya memainkan ponselnya.
"Heiii tuan muda, heiiiii" Nana mengeraskan suaranya karna Lilo tak menggubris panggilannya.
"Aku suamimu bukan majikanmu" Lilo menjawab tanpa menoleh, matanya sibuk dengan ponselnya.
"Ya kau suamikuuu tuan Tampaaan, tapi menatapmu saja aku tidak sanggup. Tolong jangan katakan hal lain yang membuatku benar-benar menyukaimu" Nana memohon dalam hati.
"Heii suamikuuuu, ayok kita berkencan" Nana memberanikan diri mengajak Lilo. Lilo menoleh ke arah Nana.
"Berkencan? Kita akan pergi ke kedai ice cream lalu setelah itu menonton film drama romantis dan pulang bergandengan tangan?" Nana mengangguk senang.
"Tidak!!! Aku tidak mau mengikuti khayalan dramamu itu. Jika aku menurutimu sekarang itu akan menjadi awal kau meminta yang lain" Nana cemberut mendengar jawaban Lilo.
"Bagaimana kalau kita bersahabat?" Nana menopang dagu dengan kedua tangannya sambil menatap Lilo, Aduuh tampannya.
"Aku tidak butuh" Lilo membalikkan badannya membelakangi Nana.
"Kau butuh, kau butuh aku sebagai ibu dari anak-anakmu kan. Bila kita tidak dapat menjadi pasangan yang saling mencintai, mengapa kita tidak mencoba hubungan lain? Seperti bersahabat misalnya" Lilo melirik ke arah Nana sinis.
"Aku tak mau seperti kau dengan teman kecilmu itu"
"Heiiii.. apa salahnya hubunganku dengan Miko" Nana meninggikan nada bicaranya mulai kesal.
"Kalian terlihat seperti kedua orang yang akrab, namun salah satu dari kalian mengharapkan sesuatu yang lebih dari itu. Kau pikir aku tidak tau" Lilo menaruh ponselnya samping tempat tidur, dan memejamkan matanya. Nana terkejut,
"Kenapa dia bisa tahu itu semua?"
*** 123 ***
Nana tidak patah arang, ia tetap berusaha membuka celah untuk bisa lebih dekat dengan Lilo. Ini kesempatan yang berharga, Nana harus berhasil.
__ADS_1
Siang ini Nana memasak untuk Lilo, membawakan makanan itu ke kamar.
"Kita makan siang yuk" Nana menarik badan Lilo yang berada di atas tempat tidur. Lilo malah menarik tangan Nana,
"Kau mau apa sebenarnya?" wajah Nana dan Lilo berdekatan. Nana mencoba tidak menatap ke arah Lilo.
"Aku membawakan makan siang, aku yang memasaknya sendiri"
"Apa makananmu layak di makan?"
Nana melepaskan pelukan Lilo,
"Kau akan mati bila memakannya" Nana berjalan ke arah makanan yang dibawanya. Lilo tertawa, Nana baru pertama kali melihatnya.
"Ya Tuhaaan, tolong aku.... Jaga hatikuu yang mulai rapuh iniiiiiii..
Dan aku ingin mengatakan kalau kau bertambah tampan saat tertawa" Nana berkata dalam hati sambil memandang Lilo dengan tatapan haru dan senang sekaligus.
"Baiklah, karna kau berhasil menghiburku. Aku akan makan siang denganmu" Lilo beranjak dari tempat tidurnya.
"Tadi kau meminta bersahabat denganku?" Nana mengangguk tegas sambil memandang Lilo.
"Baiklah akan aku pertimbangkan keinginanmu itu"
"Benarkah?" Mata Nana berbinar-binar.
"Ya, tapi kau jangan mengharapkan yang lainnya" Lilo menatap nana dengan tatapan serius.
"Siap Tuan Muda" Nana melakukan gerakan hormat tanda setuju. Lilo hanya tersenyum melihat tingkah istrinya.
*** 123 ***
Sahabat untuk selamanya
Berbagi dan saling menjaga
__ADS_1
Kau dan aku sahabat
Untuk selamanya
Selama-lamanyaaa...
Terdengar Nana bernyanyi dari dalam kamar mandi. Suasana hatinya sedang senang. Lilo masuk ke dalam kamar dari ruang kerjanya heran mendengar Nana bernyanyi riang di kamar mandi.
"Saha.. eeeeh" Nana terkejut melihat Lilo saat keluar dari kamar mandi, Nana malu karna hanya memakai handuk. Ia menutupi dadanya dengan telapak tangannya.
"Kau terdengar sangat senang"
"Ya a.. aku sangat senang. Tapi bisakah kau berbalik sebentar dan membiarkanku mengambil pakaianku dilemari belakangmu?"
Lilo tersenyum iseng.
"Mengapa aku harus berbalik, aku sudah pernah melihat semuanya" Wajah Nana memerah, terasa panas karna ia tak menyangka atas jawaban Lilo.
"Cepaaat berbaliklah dan menjauh dari lemari ituuu" Nana semakin malu.
Lilo bergeser satu langkah dari lemari yang Nana maksud,
"Lima langkah lagiiii" Lilo bergeser lagi lima langkah kecil, membuat Nana menjadi agak kesal.
"Jangan menggangguku, aku ingin segera berpakaian dan makan ice cream" Nana mulai merengek. Tingkahnya membuat Lilo tertawa.
"Jangan menertawakankuu, cepatlah minggir dan biarkan aku mengambil pakaianku" Lilo bergeser dua langkah besar. Nana segera berlari ke arah lemari, mengambil baju dan kembali berlari masuk ke kamar mandi.
Lilo kembali tertawa.
"Mengapa dia terlihat manis saat sedang malu dan gugup?
Sepertinya aku harus banyak meluangkan waktu untuk lebih mengenalnya" Lilo bergumam dalam hati, lalu ia menghampiri Nana dikamar mandi.
Apa yang terjadi selanjutnya? Author mau tutup mata aja 🙈🙈🙈🙈
__ADS_1