Tuan Muda Yang Tampan

Tuan Muda Yang Tampan
Terlalu Bodoh


__ADS_3

Malam itu Nana mengetuk pintu rumah ibunya, tak lama ibunya membuka pintu. Ibunya celingak celinguk mencari keberadaan Lilo.


"Aku tidak bersamanya, aku lelah ibuu... " Nana merengek. Ibu membiarkan Nana masuk.


"Kenapa kau datang sendirian?" pertanyaan ibu sedikit membuat Nana sedih.


"Aku hanya ingin menginap, aku merindukan ibu" Nana memeluk ibunya yang baru saja duduk disebelahnya.


"Ada apa sebenarnya? Ceritakan pada ibu" Nana hanya menggeleng. Ibu memukul lengan Nana agak kencang.


"Cepat ceritakan pada ibu, apa tuan muda itu memperlakukanmu dengan buruk?"


"Tidak ibuu, aku hanya ingin bersamamu" Nana menatap ibunya dengan memelas.


"Baiklah bila kau tidak ingin cerita pada ibu, apa kau sudah makan?" Nana menggeleng lagi.


"Ibu baru selesai memasak, ayo kita makan. Kau cuci tangan dan wajahmu dulu, tapi jangan lupa ganti pakaianmu"


"Iya ibu" Nana berdiri dan berjalan dengan gontai masuk ke kamarnya. Ibu bisa merasakan kesedihan yang Nana rasakan.


Nana sudah menganti pakaian dan membersihkan dirinya, ia menghampiri ibunya ke meja makan.


"Makanlah"


"Terima kasih ibu" Nana makan dengan lahap, perasaan sedihnya hilang saat memakan masakan ibunya.


"Apa kau bertengkar dengan suamimu?" Ibu bertanya hati-hati. Nana menghentikan suapannya.


"Buu, apa ayah mencintai ibu?" Nana malah balik bertanya kepada ibunya.


"Ya tentu saja, dia sangat mencintai ibu. Dia mengejar-ngejar ibu saat ibu masih muda, ibu adalah gadis yang cantik dan menawan" Nana mencibir ibunya tanpa bersuara.


"Apa ibu juga mencintai ayah?"


"Ayahmu adalah pria yang baik, ia berbeda dari pria-pria lain yang mengejar ibu waktu itu. Dia tak pernah memaksa ibu untuk pergi makan malam dengannya, bahkan ia memeluk ibu saat ibu putus cinta" Mata ibu menerawang jauh.


"Ayah sangat tidak beruntung mendapatkanmu" Nana mencibir lagi.

__ADS_1


"Anak kurang ngajar" Ibu memukul kepala Nana.


"Ibu sebenarnya diam-diam mencintai ayahmu tapi dia sangat bodoh untuk menyadarinya"


❤❤❤


Lilo bertambah tidak fokus, istrinya sudah dua hari menginap dirumah ibunya. Nana tidak ingin ditelpon dan hanya menjawab sepatah dua patah kata saja bila mengirim pesan.


"Aku harus menemuinya! Aku bisa gila karna merindukannya" Lilo sudah bisa berkata bahwa ia merindukan istrinya. (Ciyeee)


"Tuan, ada tuan Miko datang"


"Miko? Aku tidak tahu memiliki jadwal bertemu dengannya hari ini" Lilo bingung.


"Biarkan ia masuk"


Miko datang dengan wajah yang marah. Panda berdiri disebelah Lilo, ia berjaga-jaga bila Miko akan menyerang tuannya.


"Ada apa?"


"Apa yang kau lakukan padanya? Ia terus menangis dan tidak mau bicara apa masalahnya!!!!" Miko ingin memukul Lilo namun Panda segera melumpuhkannya.


"Kita bicarakan ini diluar, aku tak ingin semua pegawaiku tahu"


Lilo berjalan keluar, Panda dan Miko mengikuti langkah Lilo. Lilo mengajak Miko ke restauran tempat ia dan Nana pertama bertemu. Ia memesan ruangan private disana.Panda meninggalkan mereka berdua karna merasa tuan mudanya sudah aman.


"Kenapa kau tidak menjemput Nana dirumah ibunya?"


"Aku takut itu akan mengganggunya, aku tak ingin membuatnya tambah marah"


"Kau itu bodoh atau apa hah!!! Bila kau diam saja Nana akan berpikir kau tidak peduli padanya!!" Miko menyenderkan tubuhnya, ia memijat kepalanya pelan.


"Nana itu adalah gadis yang baik, bila kau menyia-nyiakannya. Aku akan merebutnya darimu"


"Aku sudah berjanji akan menjaganya! Jangan pernah berpikir untuk memilikinya! Dia akan menjadi istriku selamanya!"


"Kau pikir aku tidak tahu bahwa kau mencintainya? Kau itu hanya terlalu bodoh untuk paham betapa dalamnya perasaanmu untuknya" Miko tersenyum sinis, Lilo menahan rasa malunya. Ia menutup wajahnya dengan jemarinya.

__ADS_1


"Apakah dia akan memaafkan aku?" Lilo bertanya dengan suara lirih.


"Aku tidak tahu, aku bukan Nana. Bila aku Nana maka aku akan meninggalkanmu dan memilih Miko" Miko membanggakan dirinya.


"Cih... Aku menyesal menanyakan hal itu padamu"


❤❤❤


Siang ini Bella dan Panda berjanji akan makan siang bersama. Bella memilih MDc, tempat makan yang bersejarah baginya.


"Aku sangat senang kau mengajakku makan siang ini" Bella tersenyum sambil menatap Panda, Panda membalas senyuman Bella.


"Bolehkah aku bertanya tentang nona muda?" Panda tidak suka berbasa-basi, membuat senyuman Bella memudar.


"Seharusnya aku curiga dari awal, aku mengajakku makan siang untuk mengintrogasiku tentang Kak Nana" Bella cemberut, ia meminum soda dalam gelas plastiknya.


"Kenapa kau berbohong waktu itu?" Bella tersedak. Panda diam saja, itu ekspresi refleks untuk orang yang tertangkap basah.


"Bagaimana kau tahu?" Bella menjawab dengan suara pelan.


"Ya aku tahu, tapi aku membiarkanmu karna aku sendiri tak bisa menghentikan tuan mudaku bila ia ingin bertemu istrinya" Panda menyuap kentang goreng ke mulutnya.


Kau sangat tampan, dilihat dari sisi manapun kau tetap yang terbaik untukku. Tuhan jodohkan aku dengannya ya, pleaseeee


Bella berdoa dalam hati.


"Lalu apa yang ingin kau ketahui tentang Kak Nana? Sampai kau meluangkan waktumu untuk makan siang denganku?"


"Apakah nona muda dalam keadaan baik-baik saja?" Bella meremas sedotan yang dipegangnya.


"Jangan berbohong!" suara Panda sedikit tegas membuat Bella takut. Bella hampir menangis.


"Ma maafkan aku" Panda tersadar ia terlalu keras pada Bella.


"Tidak apa-apa, mungkin kau masih kesal aku membohongimu kemarin" Bella mengusap air mata dari sudut matanya.


"Aku tidak kesal, tapi aku mengkhawatirkan tuan muda. Ia menjadi tidak fokus dalam melakukan hal apapun"

__ADS_1


"Benarkah?" Panda mengangguk.


"Apa kau juga akan tidak fokus bila aku tak bisa kau hubungi, Panda?"


__ADS_2