Tuan Muda Yang Tampan

Tuan Muda Yang Tampan
Pernikahan Miko


__ADS_3

Mami mengelus perut Nana, usia kandungan Nana sudah akan memasuki 3 bulan.


"Mami senang kau sedang mengandung cucu yang selama ini mami idamkan Nana, terima kasih" Nana tersenyum.


"Mami tidak perlu berterima kasih padaku, ini adalah karunia dari Tuhan mi"


"Apa kau sudah siap sayang?" Lilo turun dari kamarnya, mereka akan menghadiri pernikahan Miko.


"Mana hadiahnya? Kau bilang akan membelinya" Nana bertanya karna tidak melihat tangan Lilo yang kosong.


"Hadiahnya sudah diantarkan oleh Panda tadi siang"


"Diantarkan Panda?" Nana heran.


"Mengapa tidak kita bawa saja dan menyerahkannya langsung kepada Miko?"


"Hahaha itu sebuah kejutan yang menyenangkan" Lilo tertawa puas.


"Apa yang kau berikan padanya?"


Lilo hanya tertawa membuat Nana makin penasaran.


♥️ Flashback siang itu ♥️


"Selamat siang tuan Miko"


"Panda? Apa yang kau lakukan disini?"


"Saya membawakan hadiah dari tuan muda" Panda membukakan pintu mobil, Rossa keluar dari mobil dan langsung heboh saat melihat Miko.


"Ya Tuhaaan, pria tampan lagi. Begitu banyak pria tampan yang kau ketahui Panda" Panda menatap Miko dengan tatapan genit. Miko mundur satu langkah kebelakang, ia melihat Rossa dengan tatapan aneh.


"Baik tuan, dimana saya bisa mendandanimu?" Rossa mulai berjalan memasuki rumah Miko.


Miko menatap ke arah Panda dengan tatapan kesal. Panda mengeluarkan secarik kertas dari sakunya.


"Selamat atas pernikahan mu, ini hadiah untukmu. Aku tidak akan pernah menyerahkan istriku, namun aku mengirimkan penata rias dan busana istriku saat menikah denganku. Tangannya itu telah menyentuh istriku sebelum aku menyentuhnya. Jadi kau bisa menikmati tangan bekas menyentuh istriku itu sebelum pernikahanmu digelar" Panda selesai membacakan pesan dari Lilo. Miko mendengus kesal.

__ADS_1


"Apa dia berniat mengerjai ku?"


Panda mengangkat bahunya tanda tak tahu.


♥️♥️♥️


Nana dan Lilo sampai di gereja, sore itu Miko dan sang mempelai wanita akan melakukan pemberkatan. Nana sangat penasaran dengan gadis pilihan Miko.


"Kau sangat antusias sayang"


"Ya tentu saja, aku ingin tahu gadis beruntung mana yang dapat meluluhkan hati sahabatku"


"Gadis itu tidak lebih beruntung darimu sayang" Lilo mendekatkan hidungnya ke telinga Nana. Nana menyiku suaminya pelan sambil tersipu malu.


"Lihat Miko sudah datang" Nana sedikit berteriak, Lilo terlihat kesal.


"Sudahlah sayang, Miko akan menikah dan kau masih saja cemburu padanya" Nana menggenggam tangan Lilo.


"Aku tidak suka kau melihatnya dengan matamu yang indah itu sayang"


"Kadang aku tak percaya kau adalah suamiku yang dingin dulu, sekarang kau sangat pintar merayu" ujar Nana sambil tersenyum.


Miko menghampiri Nana.


"Kau suka dengan hadiahnya?" Nana bertanya polos. Miko melirik kesal ke arah Lilo.


"Ya aku suka, lihat aku. Apakah terlihat berbeda?" Miko memutar badannya.


"Wooow jas yang kau pakai ini terlihat sangat bagus dan cocok denganmu" mata Nana berbinar, tentu saja Lilo tak suka.


"Apakah kau mulai menyesal karna tidak menikah denganku?" Miko bertanya iseng. Lilo menatap tajam ke arah Miko.


"Hahhaa jangan memulai pertengkaran, ini hari pernikahanmu" ujar Nana menahan suara kesalnya pada Miko dan berusaha menggenggam erat tangan suaminya.


"Calon pengantin mu segera datang, pergilah dan sambut dia dengan senyuman terbaikmu" suara Lilo seperti meledek Miko.


"Ya akan aku lakukan, tapi aku akan memberikan senyuman terbaikku untuk Nana terlebih dahulu" Miko melambaikan tangan sambil tersenyum puas dan meninggalkan mereka berdua.

__ADS_1


"Aku sudah bilang jangan memulai perdebatan yang kau tahu tidak akan bisa memenangkannya" Nana mengelus punggung suaminya.


Calon pengantin wanita datang, ia sangat cantik dengan balutan gaun putih. Nana sangat terpana dengan pengantin wanita itu.


"Kau lebih cantik darinya saat menikah dengan ku" Bisik Lilo.


"Benarkah? Kau bahkan tidak mengatakan apapun kepadaku saat itu"gerutu Nana. Lilo memeluk istrinya dari belakang sambil mengusap perut Nana.


♥️♥️♥️


Pemberkatan dilaksanakan dengan hikmat, ibu Miko menangis melihat kebahagiaan anaknya. Namun Nana merasa aneh karna ada beberapa wanita muda yang duduk dibelakang ibu Miko sambil menangis tersedu-sedu, mereka adalah wanita-wanita yang ditolak oleh Miko.


"Nana, kenalkan ini istriku Bunga" Miko menghampiri Nana setelah para tamu mulai sepi.


"Haii Bunga, kenalkan aku Nana dan ini suamiku Lilo" Nana menjabat tangan Bunga akrab.


"Aku Bunga, salam kenal Kak Nana. Aku mendengar ceritamu dari Miko" kata Bunga sambil tersenyum.


"Apakah dia mengatakan hal yang buruk tentangku?" Nana bertanya dengan nada bercanda.


"Tentu tidak Kak, ia menceritakan bagaimana ia sangat menyukaimu" Lilo terbelalak, melihat Bunga mengatakan hal semacam itu tapi masih bisa tersenyum.


"Bila aku jadi kau akan ku tinju wajahnya" ujar Lilo sambil tersenyum pada Miko.


"Ahhahha ternyata benar, Kak Lilo adalah orang yang sangat humoris" Bunga ikut tertawa.


"Apa yang kau katakan tentangku padanya?" Lilo menatap tajam kepada Miko.


"Sudahlah sayang, jangan begitu. Ini hari pernikahan Miko" Nana berusaha menenangkan suaminya.


"Apa rencanamu setelah ini? Mengapa tidak mengadakan resepsi?" tanya Nana.


"Aku hanya ingin berbagi kebahagiaan dengan orang-orang dekatku saja. Dan setelah ini kami berencana akan berbulan madu ke negara YG" Miko berkata sambil merangkul Bunga.


"Waaah aku sangat iri" ucap Nana.


"Kita akan berbulan madu juga sayang, jangan sedih" Lilo menghibur Nana.

__ADS_1


"Apakah kita bisa berbulan madu bersama dengan Miko?" Nana terlihat sangat bersemangat.


__ADS_2