Tuan Muda Yang Tampan

Tuan Muda Yang Tampan
Jangan Sentuh


__ADS_3

Nana sudah berada dirumah, namun Lilo belum juga sampai.


"Apa dia akan salah paham ya karna kejadian tadi?" Nana mondar mandir di ruang tamu sambil sesekali melihat kearah pintu.


Mobil Lilo masuk kedalam pagar rumah, tak lama mobil berhenti, Panda keluar pertama lalu membuka pintu mobil untuk Lilo dan Lilo keluar dari mobil.


Nana menyambut kedatangan Lilo dengan hati yang waswas, tadi Lilo melihat jelas Miko memeluknya dan memegang tangannya asuk kedalam minimarket.


Nana mengikuti Lilo sampai masuk ke dalam kamar.


"Aku bisa menjelaskannya" Nana membuka suaranya. Lilo duduk di sofa.


"Kau tidak perlu besar kepala, apa kau pikir aku akan cemburu?" Nana menggeleng tegas.


"mana mungkin aku berpikir seperti itu. Aku harus menjelaskan kepadamu agar kau tidak berpikir aku tidak memberitahukanmu tentang hubunganku dengan teman kecilku"


"Teman kecil? Baiklah itu sudah cukup menjelaskan" Lilo tampak tidak tertarik dengan penjelasan Nana. Nana merengut kesal, padahal ia sudah merangkai kata-kata yang tepat untuk menjelaskannya pada Lilo.


"Aku ingin mandi"


"Aku sudah menyiapkan air hangat untukmu" Nana menjawab dengan ketus. Lilo melirik ke arah Nana.


"Mengapa kau kesal? aku sudah mendengarkan alasanmu dengan jelas"


"Aku kesal karna kau tidak memakan bekal dariku, aku juga kesal kau tidak ingin mendengar penjelasan lebih dariku!!!"


Lilo diam saja, ia mendekati Nana. Nana masih sedikit kesal tidak mau melihat ke arah Lilo.


"Kau tahu? Aku tidak makan makanan yang belum dicoba oleh Panda" Lilo berkata dengan suara datar lalu masuk kedalam kamar mandi.

__ADS_1


Nana melihat ke arah Lilo sampai pintu kamar mandi di tutup.


*** 123 ***


Jam menunjukkan pukul 9 malam, Lilo dan Nana kembali ke kamar setelah makan malam juga berbincang dengan nyonya Jean. Nyonya Jean sudah memutuskan bahwa Nana hanya memasak untuk sarapan pagi, hal itu dikarenakan Nana harus bekerja.


Setelah masuk ke dalam kamar, Nana langsung berlari ke kamar mandi. Nana tiba-tiba keluar lagi dari kamar mandi mencari sesuatu didalam lemarinya dan masuk kembali. Lilo tampak heran dengan tingkah laku istrinya.


Lilo melambaikan tangannya, menandakan Nana harus mendekatinya setelah keluar dari kamar mandi. Nana menurut, Lilo menepuk tangannya ke arah sofa. Nana duduk disebelah Lilo.


Lilo langsung memegang pinggang Nana dan ingin menciumnya. Nana menolak.


"Jangan sentuh aku, aku sedang berdarah" Nana menjelaskan dengan suara sedikit berbisik.


"Apa kau sakit?" Nana menggeleng.


"Aku sedang menstruasi" Nana berbisik lagi.


"Apakah bila aku menciumu itu bisa membunuhmu?" Lilo bertanya lagi, Nana kembali menggeleng.


Lalu Lilo melancarkan tautannya. Mereka saling bertautan diatas sofa, Lilo merasakan puncak kesenangannya. Lalu ia menghentikan tautannya dan masuk ke kamar mandi. Nana heran.


"Apa ada yang salah?"


Dikamar mandi Lilo terlihat kesal, ia berusaha menidurkan miliknya kembali karna ia tidak dapat menyentuh istrinya lebih.


*** 123 ***


Pagi itu semuanya terlihat bersemangat. Selain sandwich, Nana juga mencoba membuat nasi goreng.

__ADS_1


Nana membuat porsi banyak agar semua orang bisa ikut merasakannya.


Panda sudah datang untuk menjemput Lilo, Lilo masih bersiap dikamarnya.


Nyonya Jean dan Lana sudah berada di ruang makan, Panda memberi salam kepada keduanya.


"Mi, apakah mami keberatan bila Panda ikut sarapan bersama kita?" Nana meminta ijin kepada nyonya Jean.


Panda gugup, ia memberikan kode pada Nana untul tidak melakukan hal itu. Nana malah mengambilkan piring untuk Panda dan mengajaknya makan bersama.


"Sekarang kau sudah berani mengajak seorang assisten duduk bersama dalam satu meja dengan kita, apakah besok para pelayan juga akan kau ajak makan dimeja ini?" Lana berkata dengan ketus, Nana terlihat agak sedih.


"Sudah sudah jangan ribut, ayok Panda sarapan bersama" Nyonya Jean menengahi, Nana tersenyum senang.


Lilo turun dari kamarnya, ia langsung menuju meja makan. Ia melihat semuanya sudah berkumpul, Lana dan maminya terlihat lahap memakan nasi goreng. Hanya Panda yang belum mulai makan.


"Kau akan sarapan dulu kan?" Nana bertanya. Lilo mengangguk, Nana segera menyendokkan nasi goreng ke piring Lilo.


Saat melihat tuannya mulai makan, Panda baru berani menyuap nasi gorengnya.


"Enaaaaaaaaaak...." Lagi-lagi Panda tak sadar mengucapkannya. Semua orang menatap ke arah Panda tak terkecuali Lilo.


Wajah Panda memerah, ia berdiri dan membungkukan badannya berulang kali.


"Sudah tidak apa, duduk lah dan kembali makan sarapanmu" nyonya Jean memaklumi.


Setelah sarapan, Lilo dan Panda segera menuju mobil.


"Terima kasih atas sarapannya nona muda, nasi goreng buatanmu tidak kalah enak dari sandwich kemarin" kata-kata Panda membuat nyonya Jean tidak senang, ia melirik tajam ke arah Lilo. Lilo pura-pura tidak melihat dan langsung menuju ke mobil.

__ADS_1


Nana mengejar Lilo, bermaksud memberikan bekal makan siang. Saat Lilo akan mengambilnya...


"Jangan sentuh kotak makan itu" Nyonta Jean berkata dengan ketus.


__ADS_2