Tuan Muda Yang Tampan

Tuan Muda Yang Tampan
Nana Sedih


__ADS_3

"Apa kau benar-benar akan tidur di ruang kerja mu malam ini?" Nana memastikan.


"Ya, aku tak mau membangunkan sesuatu yang sulit untuk ditidurkan kembali bila berdekatan denganmu"


"Apa kau dekat denganku hanya karna itu?" Nana kelihatan sedih.


"Lalu apa lagi, itu salah satu kewajibanku sebagai suami dan kewajibanmu sebagai istri" kata-kata Lilo menusuk hati Nana.


"Baiklah" Nana pasrah.


Lilo merasakan kesedihan dalam kata-kata Nana. Namun ia belum sadar atas apa yang terjadi. Lilo keluar dari kamar, air mata Nana menetes.


*Bodohnya aku yang terlalu percaya diri bahwa dia benar-benar menyukaiku


Kenapa aku bisa terjebak dengan perasaanku sendiri? Apa dia mempermainkan ku? Ya Tuhan, betapa menyedihkannya aku*


Nana meratapi kesedihannya. Ponselnya berbunyi, Kinan menelpon.


"Hallo Nana"


"Iya Kinan, aku sangat merindukanmu" Nana menyembunyikan kesedihannya.


"Na, aku hamil. Bulan ini aku terlambat datang bulan dan test tadi pagi hasilnya positif"


"Aku ikut senang Kinan, kapan kita bisa bertemu? Aku ingin bertemu kau dan Amel, bagaimana keadaan Amel?"


"Kandungannya sudah besar, Na. Sebentar lagi kita akan menjadi aunty Hihihi


Apa kau ada waktu minggu ini? Kita bertemu di rumah Amel, dia sudah sulit bepergian jauh" Nana sedikit terhibur.


"Ya aku ada waktu, aku akan datang"


"Apa kau akan mengajak suami tampanmu?"


"Sepertinya dia sibuk akhir-akhir ini, aku akan datang sendiri"

__ADS_1


"Kau boleh mengajak Miko, saat kemarin kita bertemu dia adalah orang yang menyenangkan"


"Baiklah aku akan mencoba mengajaknya nanti"


"Aku tutup telponnya ya, suamiku datang. Sampai ketemu hari minggu ya"


"Oke see you" Nana menutup teleponnya. Kesedihan kembali menyelimutinya.


Ia menangis sepanjang malam, namun akhirnya ia tertidur karna lelah.


Tanpa Nana sadari tengah malam Lilo masuk kedalam kamar. Ia ingin melihat Nana, Lilo tak bisa tidur sebelum melihat wajah istrinya dan mencium keningnya.


"Aku merasa sesak saat tidak bersamamu, walaupun aku beralasan tidak dapat menjalankan kewajibanku tapi alasan sebenarnya adalah aku mau menjagamu agar bisa istirahat selama masa berdarahmu" Lilo mencium kening dan tangan istrinya. Lalu keluar lagi dari kamar untuk tidur diruang kerjanya.


❤❤❤


Pagi-pagi sekali Nana sudah berangkat bahkan sebelum Panda datang, ia sudah menyiapkan sarapan untuk semua orang dirumah Lilo. Nana memesan taxi online untuk berangkat ke kantornya.


"Tadi malam aku bermimpi dia datang dan mencium kening juga tanganku, apa aku sudah terlalu mencintainya?


Nana sampai dikantor suasana masih sangat sepi, hanya ada beberapa petugas kebersihan yang sedang membersihkan kaca pintu. Nana menyapa mereka dan duduk dimejanya.


"Aku ingin minum sesuatu yang segar" Nana keluar dari kantor menuju minimarket yang buka selama 24 jam didekat kantornya.


Ia membeli beberapa minuman, tiba-tiba ia menangis sesegukan. Bahkan Nana tak tahu mengapa ia menangis sesedih itu.


Nana kembali ke kantor, ia menaruh minuman yang dibelinya dan segera ke kamar mandi. Ia membasuh wajahnya.


"Ka Nana? Kau datang pagi sekali" Bella mengagetkan Nana.


"Bella" Nana langsung memeluk Bella, tangisnya kembali pecah. Bella sangat kebingungan.


Bella mengajak Nana ke pantry untuk menenangkan dirinya.


"Ka Nana ini minum teh hangat"

__ADS_1


"Te terimakasih ya" Nana memegang cangkir yang diberikan Bella, ia meminumnya perlahan. Ponselnya berbunyi, Lilo menelponnya. Nana enggan menerima telpon dari Lilo.


"Kenapa Ka Nana tidak menjawab telpon dari suami Kakak?" Nana hanya menggeleng, ia tak bisa menjelaskan apapun pada Bella.


Bella tidak berani untuk bertanya lagi, ia takut Nana akan menangis. Akhirnya Bella membelai-belai punggung Nana, Nana merasa nyaman. Kesedihannya seketika hilang.


"Aku membeli beberapa minuman segar, kita minum bersama yuk" Nana menarik tangan Bella, Bella menurut saja.


"Aaaah ini segaaar, rasa jerukkk" Nana terlihat sangat senang, Bella heran melihat tingkah Nana.


"Ayoo diminum ini semua aku beli untuk kita minum bersama" Nana tersenyum, namun matanya masih bengkak akibat menangis.


"I iya kaak"


"Kenapa kau datang sepagi ini?"


"Aku tidak bisa tidur tadi malam, memikirkan seseorang" Bella menunduk malu.


"Kau sedang jatuh cinta ya" Nana menyenggol lengan Bella dengan lengannya. Bella hanya tersenyum.


❤❤❤


Lilo panik istrinya tidak ada dikamarnya, ia mencoba menelpon berkali-kali tapi Nana tidak menjawabnya juga. Ia segera turun dan bertemu dengan Panda.


"Cari istriku, dan cari sampai kau menemukannya" Panda segera memencet nomor di ponselnya dan menelpon seseorang.


"Tuan, nona muda sudah berada dikantornya. Sepertinya nona sedang sibuk"


"Syukurlah, kalau begitu antar aku ke kantornya. Aku ingin memeluknya sebelum berangkat bekerja"


"Ta tapi tuan nona muda sedang berada dalam rapat penting sebentar lagi, nona akan marah bila tuan mengganggunya. Hanya saran tuan" Panda menunduk.


"Kau benar, yasudah nanti saja biarkan dia menyelesaikan rapat kerjanya"


Lilo naik ke atas untuk bersiap. Sebenarnya Panda menelpon Bella dan Bella mengatakan Nana sedang sibuk tidak dapat diganggu, Bella juga berbohong kalau Nana sedang meeting karna ia tahu Nana sedang tidak ingin bertemu dengan suaminya.

__ADS_1


"Ayo kita berangkat, aku akan menunggu istriku didepan kantornya"


__ADS_2