
Sore itu Nana dan Lilo keluar dari kamar, mereka bertemu dengan Miko dan Bunga yang sepertinya baru pulang dari jalan-jalan.
"Kalian baru keluar dari kamar? Aku dan Bunga saja belum melakukan apa-apa di hotel ini" ledek Miko, Bunga menepuk pundak Miko pelan sambil tersenyum.
"Aku dan Nana akan selalu seperti pengantin baru" jawab Lilo acuh.
"Bunga, bawalah Miko masuk ke kamar dan ngapa-ngapain lah disana ya" Nana melerai Lilo dan Miko.
"Iya Kak, aku sepertinya tidak akan tahan dengan pertengkaran mereka" Bunga tertawa geli.
"Aku tidak bertengkar dengannya Bunga, aku hanya menyapanya" Miko membela diri.
"Sudah cepat sana kalian masuk kedalam kamar, bath upnya cukup besar untuk kalian berdua" Lilo memprovokasi, wajah Bunga memerah.
"Apakah dia tidak membiarkanmu istirahat Nana?" tanya Miko dengan nada khawatir.
"Sudahlah kau tak perlu memikirkan aku, lihat itu Bunga sudah lelah dan ingin istirahat" Nana melihat Bunga menguap.
"Hei Bunga, beritahu padaku bila pria ini tidak membiarkanmu istirahat, hahaha" Lilo tersenyum puas dapat membalas Miko.
"Tenang saja Bunga, aku bukan pria yang gila akan hal semacam itu" ujar Miko sambil membelai rambut Bunga, Nana geleng-geleng kepala. Ia menarik tangan suaminya dan pamit kepada Bunga juga Miko.
"Bisakah kau akur dengan Miko walau hanya satu menit? Kalian itu hanya bisa kompak apabila sedang menceramahi ku" gerutu Nana, Lilo hanya tertawa kecil mendengar kata-kata istrinya.
♥️♥️♥️
"Maaf nona, saya membawa pulang kembali koper besar ini" ujar Panda kepada mami dan Lana.
"Kau bisa langsung membawanya ke kamar Lilo" kata mami sambil terus menatap layar televisi. Lana berusaha mencuri pandang kepada Panda.
"Baik nyonya"
Panda segera membawa koper Lilo ke kamarnya. Setelah menaruh koper ditempatnya, Panda langsung kembali turun.
"Saya sudah menaruh koper tuan muda nyonya, bila tidak ada yang bisa saya lakukan lagi saya pamit pulang"
"Jangan pulang dulu, Lana tadi bilang ingin pergi jalan-jalan keluar karna bosan. Kau bisa menemaninya kan?" Mami asal bicara. Lana salah tingkah dibuatnya.
"Saya bisa nyonya" Lana makin salah tingkah.
"Lana, cepat ganti baju lalu berdandan yang cantik. Jangan sampai beruang kesayangan mu ini direbut wanita lain" Lana salah tingkah dan makin malu dengan kata-kata maminya, ia melotot ke arah mami. Mami cuek saja.
"Tunggu apalagi Lana???? Keburu beruangmu ini bosan menunggumu" Mami menepuk kaki Nana yang duduk disebelahnya.
__ADS_1
"Iya iya mi" Lana buru-buru berjalan, ia hampir terjatuh. Untungnya Panda segera menangkapnya.
Cekreeek...
"Dapat..." Mami bersorak senang sambil memainkan ponselnya. Lana semakin malu, ia melepaskan pegangan Panda dan berlari naik ke kamarnya.
"Aduuuh kenapa aku jadi canggung begini...
Dan mami, kenapa mami sevulgar itu mau menjodohkan aku dengan Panda. Aku kan jadi malu. Tapii... aku senang Panda tadi menyentuhku lagi" Lana memeluk dirinya sendiri sambil tersenyum.
Cekling...
Pesan masuk ke ponsel Lana, ia membuka pesan itu dan wajahnya memerah. Mami mengirimkan foto kejadian jatuh tadi ke ponsel Lana. Ada pesan yang tertulis disana.
"Ganti baju jangan lama-lama, karna mami lihat beruangmu itu akan segera hibernasi"
♥️♥️♥️
Nana dan Lilo berjalan-jalan disekitar taman dekat hotel. Dan mereka duduk di bangku taman.
"Apa ada tempat yang ingin kau datangi sayang?" tanya Lilo, Nana mengangguk.
"Aku ingin membeli beberapa oleh-oleh buat Lana, mami, ibu dan beberapa temanku dikantor. Oia buat Panda dan Rachel juga"
"Memang kenapa?"
"Tidak apa-apa, itu hanya karena saat ini dia sedang menggantikan pekerjaan mu untuk sementara waktu kan. Jadi kau harus berbuat baik kepadanya" ujar Lilo.
"Suamiku yang tampan sekarang banyak perubahan ya. Oia kau juga harus membelikan sesuatu yang bagus untuk Panda" ucap Nana sambil melingkarkan tangannya di pinggang Lilo.
"Itu semua karna aku punya istri yang baik dan perhatian seperti kau. Untuk Panda kau saja yang memilihkan oleh-oleh untuknya ya" Lilo menyolek hidung istrinya dengan jari telunjuknya pelan.
"Baiklah nanti aku juga akan membelikan Panda oleh-oleh" ujar Nana sambil berpikir.
"Kau adalah hal terbaik yang diberikan Tuhan untukku" Lilo membelai rambut istrinya.
"Terima kasih sayang" Nana senang Lilo memujinya, ia mempererat pelukannya.
"Apa si kecil ingin makan lagi?" Nana menggeleng.
"Aku sudah makan cukup banyak tadi siang, kita makan malam dihotel ya. Bersama Bunga dan Miko. Tapi kau harus berjanji untuk tidak berdebat ataupun memulai pertengkaran dengan Miko"
"Iya sayang, tapi bila dia yang memulainya aku akan membalasnya" lagi-lagi Lilo tertawa dengan puas. Nana cemberut dan melepaskan pelukannya. Lilo memeluk istrinya dari belakang.
__ADS_1
"Bolehkah aku menelpon Miko sekarang untuk memintanya bersiap makan malam bersama kita?" Lilo mengangguk, Nana segera menelpon Miko.
♥️♥️♥️
Miko dan Bunga sedang berada di kamar berdua, mereka nampak canggung.
"Aku akan mandi dulu sebelum makan malam" kata Bunga, sambil mengambil handuk yang ada didekatnya.
"Bunga..." Miko menggantung kata-katanya. Bunga menoleh.
"Ya"
"Tidak, hehehe" Miko menggaruk kepalanya.
"Apa kau mau mandi bersama?" Bunga mengatakannya dengan malu-malu.
"Bolehkah?" Mata Miko membesar karna senang. Bunga mengangguk malu.
Miko dengan bersemangat mendorong Bunga masuk kekamar mandi bersama.
Tulalit tulalit...
"Ponselmu berbunyi" ujar Bunga.
"Boleh aku mengangkatnya dulu?" Bunga mengangguk lagi.
"Kau masuklah duluan, aku akan menyusul mu" kata Miko dengan mesra.
Miko mengangkat teleponnya.
"Halo Miko"
"Ada apa Nana?"
"Apakah kita bisa makan malam bersama? Aku dengan Lilo dan kau dengan Bunga pastinya"
"Ya baiklah, dimana kita akan makan?"
"dihotel saja"
"Bunga ingin melihat pasar malam dipusat kota, bagaimana bila kita makan malam disana?"
"Oke"
__ADS_1
Miko menutup teleponnya, dengan senyuman nakal ia menghampiri Bunga dikamar mandi.