
Lana tiba dinegaranya, ia bergegas menuju apartemen Zacky, kekasihnya. Barang-barangnya sudah dibawa pulang oleh supir pribadinya.
"Aku sudah tidak tahan dengan sikapmu yang menyebalkan, kau selalu melarangku dan curiga" Zacky memaki Lana.
"Itu semua karna kau sudah pernah membohongiku, bahkan kau berselingkuh dengan teman kerjamu!!"
"Aku sudah muak, kita akhiri saja hubungan ini" Air mata Lana menetes.
"Tidaaaak, aku tidak ingin berpisah denganmu" suara Lana lirih.
"Ini adalah batas kesabaranku, lagi pula kau sudah tak menarik lagi buatku. Kita putus, jangan mencariku. Anggap kita tak pernah saling mengenal!! Sekarang kau keluar!! aku muak melihatmu!!" Zacky menarik tangan Lana, Lana memberontak tak ingin pergi ia berusaha memeluk kekasihnya itu.
"Tidak, aku tidak mauu!! Jangan perlakukan aku seperti ini!!" Namun Zacky sudah tidak perduli, ia mengusir Lana dan menutup pintu apartemennya.
Lana menggedor pintu apartemen Zacky dengan tangannya.
"Kau tidak bisa memperlakukan aku seperti ini, kau jahat!!!!!!"
Lana menangis pilu, Lutut Lana rapuh tak bisa menopang tubuhnya. Ia menangis terus menerus, meratapi kisahnya yang sudah dijalani selama tiga tahun dengan kekasihnya itu.
Lana tidak ingin Lilo melihat kondisinya, ia menginap di hotel untuk menenangkan hatinya. Ia menginap di hotel yang biasa karna bila Lana berada di hotal keluarganya pasti Lilo dengan mudah menemukannya dan menyuruhnya pulang.
"Kenapa kau memperlakukan seperti ini Zacky? Aku sangat mencintaimu"
❤❤❤
Lilo gusar, adiknya sudah sampai dinegaranya tapi hanya barang-barangnya yang sampai dirumah.
"Panda, cari Lana. Aku yakin ia menemui si br*****k itu!!" Lilo mencengkram kuat jemarinya.
"Baik tuan" Panda mengambil ponselnya, ia keluar dari rumah Lilo dan pergi mengendarai mobilnya.
"Ada apa?" Nana yang baru terbangun bingung melihat Lilo terlihat kesal. Lilo tidak menjawab.
Nana melihat sekitar, tapi tidak ada yang aneh. Nana mengikuti Lilo duduk di sofa ruang tamu.
"Ada apa? Kenapa kau terlihat kesal?" Lilo tetap diam, ia masih mencengkram jemarinya erat.
"Ceritakan padaku, aku adalah sahabatmu. Jangan memendam kekesalanmu sendiri" Nana memegang bahu Lilo, Lilo merasa nyaman.
__ADS_1
"Aku akan menceritakannya di kamar" Lilo beranjak, Nana menahan tangan suaminya.
"Tidak, disini saja. Kalau kita ke kamar kau pasti tidak bercerita" Nana memandang cemberut ke arah Lilo, ia tahu apa yang Lilo pikirkan.
"Ini adalah sebuah rahasia, jadi lebih baik aku menceritakannya di kamar" Lilo sedikit berbisik sambil tersenyum nakal, Nana melihat ekspresi wajah Lilo tak yakin.
"Apa benar begitu? Kau tidak sedang mengerjaiku kan?"
Lilo meninggalkan Nana sambil sedikit tertawa, Nana yang penasaran mengikuti langkah suaminya masuk ke dalam kamar.
"Jadi ada apa sebenarnya?" Nana kembali bertanya, Lilo sudah duduk disofa kamarnya.
"Kemarilah" Lilo mengajak Nana duduk bersama disofa.
"Tidaak aku berdiri disini saja, ayo ceritakan. Kau sudah janji" Nana mulai merajuk, Lilo memang berniat Nana kesal.
"Bila kau tak kemari aku tidak akan menceritakannya" Nana mengulurkan tangannya, ingin Lilo menariknya.
Lilo diam saja.
"Kau memintaku duduk bersamamu tapi kau juga seperti tidak menginginkanku huuh" Nana kesal, ia berjalan ke arah Lilo dan duduk di sebelahnya namun Nana duduk agak menjauh.
"Kau duduk terlalu jauh, nanti suaraku tidak terdengar" Lilo masih usil, Nana menggeser duduknya sedikit sambil cemberut.
"Sedikit lagi" Nana melirik ke arah Lilo, suaminya tesenyum iseng. Ia menggeser lagi sedikit...
"Kau yang membuat aku makin lama bercerita" Nana bergeser lagi buru-buru, tubuhnya menindih badan Lilo.
"Kau mau menggodaku?" Nana segera bangkit dari tubuh Lilo, Lilo menahannya. Nana membuang mukanya tidak mau melihat Lilo, jantungnya berdebar kencang.
"Ya Tuhaaaan, aku harus kuaaat. Ini sudah diluar batas kemampuankuuu. Jangan menggodaku Tuan Muda Tampan, aku mohooon" Nana menangis dalam hati.
"Lepaskan aku dan segeralah bercerita, kau membuatku mati penasaran" Nana melepaskan pegangan Lilo. Lilo melepaskan Nana, sepertinya dia sudah puas mengusili istrinya.
"Adikku, dia sudah pulang namun hanya barangnya saja yang sampai dirumah" nada suara Lilo mulai serius, Nana melihat wajah Lilo terlihat marah.
Nana bingung harus menjawab apa.
"Pasti dia sedang berada di apartemen kekasihnya yang br*****k itu!!" Lilo mulai menggenggam erat jemarinya kembali.
__ADS_1
Ponsel Lilo berdering. Panda menelpon.
"Baik aku akan segera kesana" Lilo memutus telponnya.
"Apakah Panda sudah menemukan Lana?"
Lilo mengangguk, ia bersiap untuk pergi.
"Tunggu aku, aku ikut"
❤❤❤
Panda mengetuk pintu kamar Lana, tak ada jawaban dari kamar Lana. Ia memberikan kode kepada petugas untuk membuka pintu, mereka mengikuti arahan Panda. Setelah pintu dibuka Panda segera masuk.
"Buat apa kau datang kemari?" Terlihat Lana sedang duduk disudut ruangan sambil duduk meringkuk, tangannya memegang kedua kakinya yg dilipat. Lana terlihat buruk dan kacau.
"Tuan muda sangat khawatir dengan keadaan nona"
"Bila kau ingin aku pulang, aku tidak mau!!! Tinggalkan aku sendiri, aku tak mau bertemu siapapun!!" Lana berteriak, ia berdiri. Melemparkan bantal dan guling ke arah Panda. Panda diam saja.
"Lihat aku!! Aku begitu cantik dan kaya, semua lelaki menginginkanku!!! Tapi kenapa dia mencampakkan ku!!!" Lana kembali menangis.
Panda tetap diam.
"Kenapa kau diam saja? Kenapaaaa?" Lana mendekat kepada Panda, ia memukul dada Panda. Panda tak bergeming.
"Lihat aku, lihaaaaat!! Apakah aku terlihat sangat buruk? Sampai seorang pesuruh sepertimu tidak mau melihat ke arahku"
Panda memang tidak berani melihat Lana, karna Lana hanya memakai celana dalam dan bra yang ditutupi oleh kaos berlengan pendek.
"Beraninya kau mengalihkan pandanganmu dariku!!!" Lana kembali memukul-mukul dada Panda.
"Aku begituu buruuk, aku wanita yang bodoh dan tidak berguna" Lana mulai menunduk air matanya kembali mengalir deras, kakinya lemas. Ia terduduk didepan Panda.
Panda memegang kedua bahu nona mudanya dan membantunya berdiri, Lana menarik tubuh Panda dan keduanya jatuh ketempat tidur. Panda berada diatas tubuh Lana.
"Apa yang kalian lakukan!!!!"
Nah lhoooooo 😱😱😱posisinya lagi kurang pas niiih....
__ADS_1