
Bella sampai dirumahnya, ia mempersiapkan segala kebutuhannya untuk berangkat esok hari ke negara SM. Selama ini ia berbohong pada Nana kalau ia akan berangkat satu minggu lagi.
"Apa kau sudah memasukan semua barang yang ada dalam daftar list mu?" tanya Billy.
"Sudah Kak, tinggal memasukan boneka ini saja"
"Panda keduamu?" Billy melirik boneka yang Bella maksud. Bella mengangguk.
"Aku titip Panda ya" Bella memberikan kucingnya pada Billy.
"Ya baiklah, dia lucu dan Tita menyukainya" Billy menggendong kucing itu dan keluar dari kamar.
"Kalau kau akan aku bawa" Bella mengambil boneka pemberian Nana dan memeluknya.
"Aku tidak tahu apakah aku bisa melupakannya saat disana nanti, tapi aku harus fokus karna cita-citaku menunggu disana.
Hampir saja aku goyah karna pelukannya kemarin" Bella menutup matanya, ia berusaha untuk tidak meneteskan air matanya malam ini.
♥️♥️♥️
"Sayang, kau belum menceritakan padaku tentang Miko" malam itu Nana bertanya mengenai kepindahan Miko ke kota F.
"Owh ya, aku menawarkannya untuk bekerja di perusahaan ku. Dan ia sempat ragu"
"Mengapa kau tertarik mengajaknya bergabung diperusahaan mu?" Nana penasaran.
"Aku dari awal tertarik dengan presentasinya yang sangat baik, dan dia juga seseorang yang profesional. Kami bisa bekerja sama dan bertengkar disaat yang berbeda. Aku berpikir dia adalah orang yang hebat dalam bekerja. Akhirnya sebulan yang lalu aku menawarkannya bekerja di perusahaan ku"
"Lalu mengapa kau menaruhnya di kota F? Bukankah itu kota dimana kau pergi saat kita baru dua hari menikah?"
"Dikota itu sangat banyak masalah sayang, banyak tikus yang menggerogoti perusahaanku. Bahkan kebakaran gudang adalah sabotase salah satu orang kepercayaan ku disana" Lilo terlihat termenung, Nana mendekati suaminya. Ia mencium kening suaminya.
"Jangan khawatir sayang, semuanya akan baik-baik saja sekarang"
"Ya kau benar sayang, bahkan Miko berhasil membasmi para tikus itu dihari pertamanya bekerja. Memang masih harus bersabar untuk membasmi semuanya"
__ADS_1
"Begitu banyakah tikus disana? Bila memang sudah tahu mereka adalah tikus mengapa kau tidak langsung pecat mereka semua?"
"Aku tidak bisa memecat mereka tanpa bukti yang jelas, aku meminta Miko untuk membantuku mencari semua bukti. Saat ini Miko sedang menyamar sebagai karyawan biasa namun dia bekerja sama dengan sekretaris ku Poppy"
Nana mendengarkan dengan serius.
"Awalnya aku ingin mengutus Rachel karna kemampuan berbisnisnya tidak dapat diragukan lagi, tapi aku melihat kau sudah nyaman bersamanya. Jadi aku utus sekretaris ku ke sana" Nana memeluk suaminya.
"Ya awalnya aku memang agak risih diikuti terus olehnya. Namun saat ini aku merasa ia bisa sangat diandalkan dan melindungi ku dan si kecil dengan baik"
"Mungkin dia takut kau bernasib sama dengannya" Nana mengernyitkan keningnya.
"Apa maksud mu?"
"Ya dia pernah kehilangan anak dalam kandungannya dan sampai saat ini ia belum hamil kembali" Nana menitikkan air mata.
"Aku tak pernah menyangka Rachel memiliki kisah sedih dalam hidupnya, dari mana kau tahu semua itu?"
"Aku harus mengetahui latar belakang secara keseluruhan orang yang akan menjaga istriku tanpa celah. Karena orang itu akan menjaga harta berharga yang paling penting untukku" Lilo mengecup pipi istrinya.
"Hahaha tentu saja tidak sayang, salah satu alasan kuatku mengirimnya ke sana adalah agar kau jauh darinya"
♥️♥️♥️
Pagi itu Bella sudah bersiap, Billi dan Tita mengantarnya ke bandara. Bella menatap kucing kecilnya, ia mendekati dan mengelus bulunya.
"Jangan nakal ya, aku akan pergi lama. Nanti bergayalah yang lucu saat Kak Billy memfoto mu"
"Sudahlah ayo kita berangkat" ujar Billy.
"Apa semuanya sudah siap dan tidak ada yang ketinggalan?" Tita memastikan semua barang yang Bella bawa tidak ada yaang tertinggal.
"Sepertinya sudah siap semua, tiket dan paspor sudah ada di dalam tas ku Kak" Jawab Bella sambil menghampiri kedua kakaknya.
"Ayo kita berangkat tuan putri" Billy membukakan pintu mobil untuk adik tersayangnya.
__ADS_1
"Terima kasih Patih" jawab Bella sembari tertawa.
Billy menutup pintu mobil, ia dan istrinya duduk didepan. Mereka berbincang-bincang sepanjang perjalanan. Bella lebih banyak diam, ia ingin sekali menghubungi Nana dan meminta maaf.
"Kau banyak diam Bella, ada apa?" tanya Tita khawatir.
"Apa kau sudah berubah pikiran dan ingin tetap disini?" Billy meledeknya.
Bella diam saja, ia hanya memutar-mutar ponselnya.
♥️♥️♥️
Bella sudah sampai di bandara, ia segera check in dan ia menerima boarding passnya. Billy dan Tita menunggunya sambil duduk.
"Kau sudah besar ya, sekarang Kakak akan berpisah dengan mu dalam waktu yang lama" ujar Billy sambil mengacak rambut Bella.
"Ku mohon jangan mengatakan hal yang akan membuatku menangis" Bella menuju pelan lengan kakaknya.
"Berhenti menggodanya sayang, atau dia akan menangis ketika pesawat baru lepas landas karna merindukanmu" Tita ikut menggoda Bella.
"Ayolah Kak, jangan membuat ku bersedih hari ini" rengek Bella, kedua kakaknya makin senang menggodanya.
"Besok aku tak bisa menggodamu lagi Bella" ucap Billy lirih, suaranya serak menahan tangis.
"Huaaaa...." Bella terisak duluan, ia tak sanggup lagi menahan air matanya.
"Sudah sudah" Tita memeluk Bella, Billy ikut memeluk Bella.
"Kita bisa melakukan panggilan video setiap hari" Tita menghibur Bella.
"Janji ya?" mereka mengaitkan jari kelingkingnya.
Mereka tersenyum satu sama lain, Bella senang bisa melepaskan kesedihan yang semalaman ia pendam. Ia memeluk Kakaknya Billy dan Tita bergantian.
"Bella, kau ingin pergi tanpa memberitahuku?" suara dari belakang Bella mengagetkannya.
__ADS_1
"Panda??? Dari mana kau tahu aku disini??"