
Panda datang membawa berkas yang harus ditanda tangani Lilo. Lilo sedang berada diruang makan, Nana masih sibuk membuat Sandwich.
"Taruh berkas itu diatas meja ruang kerjaku"
"Baik Tuan"
"Panda, belum sarapan kan? Aku membuat sandwich. Kau mau sarapan dengan kami?" Nana sedikit berteriak dari dapur.
Panda takut untuk menjawab. Ia melirik ke arah Lilo, Lilo mengangguk.
"Baik nona, terima kasih banyak" Senyumnya sangat sumringah, terlihat Panda senang dengan tawaran nona mudanya.
Panda sudah kembali dari ruang kerja Lilo, ia ikut bergabung dengan Lilo dan Nana diruang makan. Lilo melihat sandwich Nana dengan sedikit tidak suka, namun ia melihat wajah berseri Panda dan mulai memakannya.
"uhuuk uhuuuk" Lilo tersedak, ia tak menyangka sandwich buatan Nana sangat enak.
"Pantas saja beruang ini sangat suka" Pikir Lilo sambil melirik ke arah Panda yang sedang lahap memakan sandwich buatan Nana.
"Kau tidak apa-apa?" Nana menyodorkan minuman kepada Lilo, Lilo menolak pelan. Ia kembali memakan sandwichnya.
Nana melihat makanan Panda sudah habis.
"Apa kau mau lagi?"
"Apakah boleh nona?" Panda tersenyum senang.
"Tentu saja, aku membuat agak banyak pagi ini" Nana berdiri ingin mengambilkan sandwich baru untuk Panda. Panda melirik kearah Lilo, Lilo menggeleng wajahnya sangat menyeramkan untuk Panda.
"Tidak nona terima kasih, ini sangat enak seperti sebelumnya" dalam hati Panda sangat menyesal tak bisa menikmati lagi sandwich buatan Nana.
"Apa kau mau tambah lagi tuan muda?" Nada bicara Nana agak sedikit meledek Lilo.
"Kau ini, aku suamimu. Jangan bertingkah seperti Panda" Lilo kesal, ia melepaskan sandwich dari tangannya.
"Iya iya suamiku sayang. Bila kau sudah tidak ingin makan maka biarkan aku membereskan makananmu" Nana bermaksud mengambil piring Lilo, Lilo langsung menahan piringnya.
"Aku tidak bilang sudah selesai, kau urus saja pekerjaanmu
Dan kau Panda tunggu aku diruang kerjaku" Panda berdiri, membungkukkan badan dan berjalan menuju ruang kerja Lilo.
__ADS_1
"Jangan terlalu kasar padanya, dia itu sangat manis saat makan tadi" Nana tersenyum sambil membayangkan wajah Panda saat makan tadi.
"Jangan memujinya dan berhenti memberikan sandwich buatanmu padanya!!"
Lilo melihat Nana agak kesal, ia menghabiskan sandwichnya dan berjalan menuju ruang kerjanya.
❤❤❤
"Panda aku ingin menanyakan sesuatu padamu"
"Baik tuan"
"Menurutmu bagaimana istriku?"
"Maaf tuan?" Panda memastikan pertanyaan tuannya, takut salah mendengar.
"Kau ini tuli ya"
"Ti tidak tuan. Nona muda sangat baik, penyayang dan juga suka tersenyum. Walaupun terkadang nona muda ceroboh namun nona muda selalu punya cara menyenangkan hati orang lain. Nona juga sangat manis saat sedang tertawa tuan dan... "
"Heii heii heiii kau itu sedang membicarakan istriku. Beraninya kau mengatakan istriku manis" Lilo sedikit marah.
Lilo menyenderkan punggung dikursi kerjanya, tiba-tiba ia tersenyum.
"Kau tau, dia memintaku menjadi sahabatnya. Apa kau punya sahabat?"
"ti.. tidak tuan"
"Hahaha aku selangkah lagi didepanmu, lihat sekarang aku punya seorang sahabat.Bahkan ia memohon padaku untuk mau menjadikannya sahabat" Lilo membanggakan diri.
Panda heran, tidak biasa tuan mudanya bertingkah seperti anak kecil.
"Maaf tuan, apakah nona muda sahabat pertama bagi tuan?"
"Tunggu, biarkan aku berpikir" Lilo terdiam sejenak,
"Apa aku punya sahabat lainnya Panda?"
Panda menggaruk kepalanya yang tidak gatal,
__ADS_1
"Buat apa saya bertanya bila saya tau jawabannya tuaaaan" Panda mengeluh dalam hati.
"Ya ya ya sepertinya dia sahabat pertamaku.
Apa yang harus dilakukan oleh sahabat?"
"Kau bisa memulainya dengan memberikan nomor ponselmu" Nana tiba-tiba masuk membawa dua cangkir teh untuk Lilo dan Panda.
Lilo kaget melihat Nana, Lilo mengalihkan pandangannya membelakangi Nana.
"Nona sudah tau nomor ponsel saya" Panda menjawab.
"Bukan kauuuu, aku ingin meminta nomor ponsel tuan mudamu yang saat ini menjadi sahabatku" Nana menjelaskan memandang malas ke arah Panda.
"Untuk apa nomor ponselku, kita bertemu setiap hari di rumah" Lilo menjawab sesukanya.
"Jadi kau tidak mau memberikannya? Baiklah, tapi jangan meminta nomorku!!" Nana menjawab agak kesal, lalu Nana menguap.
"Aku melihatmu sepuluh kali menguap pagi ini" Lilo mendengus kesal. Nana melirik sinis.
"Bila kau tak ingin melihatku menguap terus maka biarkan aku tidur dengan baik setiap malam dan jangan menyentuhku" Lilo tersenyum puas.
"Apakah nona muda type wanita yang sensitif? Sampai-sampai hanya dengan sentuhan ia tak dapat tidur" Panda memiringkan kepalanya sedikit sambil berfikir keras.
Nana yang melihat Panda bingung, hanya diam dan meninggalkan mereka diruang kerja Lilo.
❤❤❤
"Lebih baik kau pulang Lana, disini kau hanya membuat mami pusing dengan tingkahmu. Kau selalu marah-marah tanpa sebab" nyonya Jean memijat kepala, tanpa menoleh ke arah Lana yang sedang cemberut.
"Tapi ka Lilo pasti marah bila aku pulang tidak bersama mami" Lana merajuk.
"Mami akan telpon kakakmu, disini ada banyak perawat dan dokter terbaik yang merawat mami. Bahkan kau hanya membuat mami pusing dengan rengekanmu"
Lana sedang bertengkar dengan kekasihnya, hal itu membuatnya selalu uring-uringan dan terlihat cemberut setiap saat. Nyonya Jean tak tahan melihatnya.
"Kakakmu sudah menyiapkan pesawat pribadinya untuk menjemputmu nanti sore"
Lana seketika tersenyum, ia memang ingin pulang namun tidak berani mengatakannya pada Lilo ataupun Mami. Ia ingin segera menyelesaikan masalah dengan kekasihnya.
__ADS_1
Masalah apa ya yang sedang dihadapi Lana dan kekasihnya? 😥😥😥