
Nana turun dari kamarnya dengan buru-buru, ia langsung menuju keluar rumah.
"Nana apakah kau bisa cuti hari ini? Mami ingin sekali kau mengantar mami ke rumah sakit untuk check up" Mami langsung menghampiri Nana dan memegang tangan Nana.
"Ta.. tapi mih, Nana kan harus berangkat kerja"
"Kali ini saja, mami ingin kau mengantar mami ke rumah sakit" Mami mulai menggunakan jurusnya untuk membuat Nana luluh.
"Hari ini ada pekerjaan yang harus aku selesaikan, bila siang ini selesai aku akan menyusul mami ke rumah sakit" Nana menghibur Mani.
"Tidak tidak, mami akan menjemputmu di kantor nanti siang. Bagaimana?" Nana hanya mengangguk, ia tidak bisa berkata-kata lagi. Taxi online yang dipesan Nana sudah datang, Nana mencium pipi Mani dan pamit.
*** 123 ***
Lilo sampai dikantornya.
"Apakah kau punya nomor istriku?" Panda mengangguk,
"Hubungkan aku dengannya" Panda segera mengeluarkan ponselnya dan menelpon Nana.
"Iya ada apa?" Suara Nana tampak tidak senang.
"Ini aku" Nana terdiam sejenak.
"Ya ada apa?" Nana tidak merubah nada suaranya, menyembunyikan rasa senangnya.
__ADS_1
"Siang ini bila kau ada waktu antarkan mami ke rumah sakit. Tapi kalau kau sibuk berikan alasan yang bisa membuat mami tidak kecewa"
"Ya baiklah" Nana memutus teleponnya. Lilo memiringkan kepalanya sedikit, tanda heran.
"Ini ponselmu, terima kasih" Lilo mengembalikan ponsel Panda, terlihat wajah Lilo seperti berpikir.
Ditempat lain,
"Ya Tuhaaaan, bagaimana iniiiii....
Hanya dengan mendengar suaranya aku mulai merasakan sesuatu yang lain dihatiku. Jantungku terasa ingin meledak dan apa iniiii... iya bibirku tidak bs berhenti untuk tersenyum karna senang" Nana merana dalam hati.
*** 123 ***
Siang itu cukup terik, Nana berhasil menyelesaikan pekerjaannya dengan baik. Nana bersiap untuk keluar kantor, tadi nyonya Jean sudah menelpon kalau ia sudah hampir sampai di kantor Nana. Di depan kantor, mobil mami sudah menunggu. Nana melihat mobil mama langsung masuk.
"Mami baru sampai kok. Bagaimana pekerjaanmu? Apakah sudah selesai?" Nana mengangguk. Mami meminta supir untuk menjalankan mobil menuju rumah sakit.
Sesampainya di rumah sakit, Nana dan Mami langsung menuju ruang check up tapi ada yang aneh. Terlihat tulisan obygin didepan pintu yang mereka masuki.
"Selamat siang nyonya Jean, apa yang bisa saya bantu?" Dokter Berta menyambut kedatangan Mami
dan Nana.
"Dokter tolong periksa menantu saya" nyonya Jean tersenyum manis, tapi wajah Nana kebingungan.
__ADS_1
"Silakan nona ikuti saya"
"Nana, mami akan check up dulu. Nana periksa disini ya sama dokter Berta. Nanti bila sudah selesai mami akan ke sini lagi" Mami meninggalkan Nana di ruangan itu, Nana mau mencegahnya tetapi dokter Berta sudah mengajaknya untuk pemeriksaan.
"Silakan berbaring nona"
Nana menjalani serangkaian pemeriksaan, Dokter Berta juga menanyakan beberapa hal dan Nana cukup kooperatif dalam menjawab pertanyaan. Setelah selesai Dokter Berta menjelaskan hasil pemeriksaannya, Nana mengangguk-angguk.
"Bagaimanakah hasilnya?" Mami masuk ke dalam ikut mendengarkan penjelasan dokter Berta.
Mata Mami berbinar.
"Kau harus bekerja lebih keras mulai saat ini" Membuat wajah Nana memerah.
*** 123 ***
"Bagaimana hasil pemeriksaannya?" Lilo bertanya pada Panda.
"Nyonya sepertinya sudah siap untuk operasi minggu depan ke negara JK tuan"
"Persiapkan semua yang terbaik untuk mami, siapkan juga keberangkatan untuk Lana. Agar mami tidak kesepian disana"
Panda mengangguk tanda mengerti dan ia mulai sibuk dengan ponselnya.
"Bagaimana dengan istriku? Dia sudah bertemu dengan Berta kan" Panda mengangguk, tebakan Lilo benar. Tidak mungkin Mami bersikeras mengajak Nana tanpa ada maksud yang lain.
__ADS_1
"Sambungkan aku dengan Berta"
Dokter Berta adalah salah satu sahabat Lilo, mereka berdua bersekolah ditempat yang sama. Berta sudah menikah dan memiliki 2 orang anak yang masih kecil.