
"Apa kau sudah siap?" Nana mengangguk, pagi ini Nana dan Lilo akan kerumah ibunya untuk memperingati hari kepergian ayah Nana.
Lilo menyetir mobilnya sendiri, karna Panda sedang ditugaskan ke kota F. Nana duduk didepan mendampingi suaminya. Ini pertama kalinya Nana pergi berdua dengan Lilo, rasanya seperti kencan pertama.
"Aku ingin membeli beberapa kue dan buah untuk ibu" Lilo mengangguk, mereka berhenti disebuah supermarket yang besar.
Lilo dan Nana berjalan beriringan, Lilo mendorong kereta belanja dan Nana memilih barang yang akan dibeli. Banyak mata yang memandang iri pada Nana, bahkan mereka berbisik-bisik membicarakan ketampanan Lilo.
"Kau seperti artis, setiap mata memandangmu dengan pandangan terpesona" Nana tertawa geli, Lilo merasa risih.
"Percepat memilih barang yang ingin kau beli, aku tidak suka berada di keramaian seperti ini"
"Iya baiklaaah"
Nana memilih buah-buahan segar untuk ibunya, ia mulai menghitung berapa buah yang akan ia beli.
"Kau tak perlu seperti itu, aku yang akan membayar semuanya" Nana menengok.
"Uangmu akan habis bila mengikuti apa mauku"
"Aku akan memberikan ATM unlimited untukmu"
"Tidak, aku bekerja. Aku bisa menghasilkan uang. Kau jangan meremehkanku"
"Apa salahnya seorang suami memberikan uang pada istrinya?"
"Bukan begitu"
Hanya saja aku merasa belum seutuhnya menjadi istrimu
Nana bergumam dalam hati.
"Cepatlah, sebelum gadis-gadis itu menerkammu karna iri" Lilo menarik tangan Nana.
"Sebentar, aku belum membeli melon untuk ibu" Nana memilih melon besar.
Ia dan Lilo berjalan bersama menuju kasir, kasir wanita itu menatap Lilo terus menerus hingga berulang kali salah men-Tap harga. Nana tersenyum usil melihat Lilo tak nyaman.
"Hahaha apakah selalu begitu bila kau pergi ke pusat keramaian?" Nana masih tak bisa menahan tawanya, karna setelah membayar belanjaan ada seorang ibu hamil tiba-tiba menghampiri mereka dan mencubit pipi Lilo dengan kencang.
"Berhenti tertawa, pipiku terasa sakit" Lilo mengelus pipinya.
"Uuu kasian suamikuuuu" Nana ikut mengusap pipi Lilo. Lilo memegang tangan Nana yang sedang berada di pipinya, menarik Nana untuk lebih dekat.
__ADS_1
Nana memegang bibir Lilo mencegahnya untuk menciumnya.
"Kita akan terlambat sampai dirumah ibu"
❤❤❤
Lana menghela napas lega, mami tidak setuju dengan pernikahannya dengan Panda.
*Flashback*
"Apaa?"
"Iya mi, Ka Lilo memaksaku untuk menikah dengannya. Padahal mami taukan aku sudah punya kekasih?" Mami belum tahu kalau kisah cinta Lana dan kekasihnya itu sudah kandas dengan menyedihkan.
"Kenapa tiba-tiba Lilo ingin kau menikah dengan beruang itu?"
"Aku tak tahu mi, bisa saja beruang itu menyukaiku dan memohon kepada ka Lilo untuk menikahi aku" Lana berbohong.
"Mami belum bisa pulang cepat, saat ini mami masih dalam masa pemulihan. Mami akan menelpon Lilo besok, kau tenang saja.Mami akan menentangnya bila memang dia memaksamu seperti itu"
"Terima kasih mamiiii, aku sayaaaaaaaang mamii... muaaach"
"Mami juga menyayangimu nak"
*Back On*
"Sekarang posisiku kuat untuk menolak pernikahan itu"
❤❤❤
Nana dan Lilo sampai dirumah ibu, ibu tidak sendiri. Ada Miko menemani itu ngobrol diruang tamu, Lilo langsung menyapanya.
"Tuan Miko..."
"Tuan Lilo?" Miko heran, melihat Nana datang bersama Nana.
"Kalian sudah saling kenal?" Nana bingung.
"Tuan Miko ini manager perusahaan group BPA yang sangat pandai" Lilo memuji Miko.
"Tuan Lilo adalah CEO yang sangat luar biasa" Keduanya tertawa lalu berjabat tangan.
"Apa kalian datang untuk bicara didepan pintu? Ayoo masuk" Ibu mengajak Nana dan Lilo masuk, Nana langsung ke dapur membawa barang yang ia bawa. Miko baru sadar bahwa Lilo adalah suami Nana.
__ADS_1
"Tuan muda, duduklah" Ibu menepuk kursi dan meminta Lilo duduk disebelahnya.
"Panggil saja aku Lilo, ibu" Ibu menepuk bahu Lilo pelan sambil tertawa.
"Kau sangat baik, Ibu sangat bangga memiliki menantu sepertimu"
Melihat suasana hati ibu senang dapat bertemu menantunya, Miko memutuskan untuk membantu Nana di dapur.
"Sepertinya ibumu lebih menyukainya daripada aku"
"Apa kau sedang cemburu?" Nana melirik Miko usil.
"Hahaha tentu saja, ibu begitu menyayangiku. Dan tuan muda itu menyingkirkanku dari hadapan ibu" Nana ikut tertawa, Lilo memperhatikan Nana dan Miko yang sedang berada di dapur.
Nana dan Miko saling membantu menyiapkan kue dan buah-buahan lalu mereka membawanya ke ruang tamu.
"Ibu sudaah, jangan memujinya terus. Ia akan terbang ka atas awan" Nana menyindir Lilo sambil tertawa.
"Aku tidak menyangka kau adalah suami Nana, tuan Lilo" Miko mengikuti Nana dari belakang. Lilo tersenyum, ia menarik tangan Nana untuk duduk disebelahnya.
Miko duduk disamping ibu, tangannya merangkul pundak ibu.
"Miko ini sahabat kecil Nana, mereka memang sangat dekat" Ibu menjelaskan pada Lilo sambil menepuk pelan paha Miko.
"Ya sangat dekat" Miko seperti menekan kata-katanya.
"Hahaha tentu saja aku tahu itu, Nana sering membicarakanmu saat di kamar denganku" Lilo membalas kata-kata Miko, Nana merasa ada yang aneh.
"Aku sering bertemu Nana saat ia sedang keluar kantor hahaha"
"Akupun setiap malam bersama dengannya hahaha"
"Hahaha Nana menelponku saat sedang bosan"
" Hahaha Nana selalu membelaiku saat aku sedang sedih"
"Dia bahkan selalu mencariku bila aku tak menghubunginya hahaha"
"Nana mengatakan bahwa ia menyukaiku Hahaha"
"Nana juga menyukaiku, aku mengenalnya sudah lebih dari 15 tahun Hahaha"
"Hahaha
__ADS_1
Nana katakan, kau lebih menyukaiku atau dia" Suara Lilo terdengar serius.
Siapa yang akan dipilih Nana? 😅😅😅