
Bella tersenyum mengenakan baju couple yang diberikan Panda padanya. Mereka memakai kaos yang berbeda warna namun dengan tulisan My Boy untuk Bella dan My Girl untuk Bella dipunggung belakang, tulisannya tidak besar membuat Bella tidak malu mengenakannya. Ia juga menyelipkan bunga matahari pemberian Panda ditas kecil yang ia bawa.
"Bagaimana bila kita mencoba beberapa wahana?" tanya Bella, Panda mengangguk setuju.
Panda langsung berjalan didepan Bella, langkahnya yang panjang membuat Bella harus setengah berlari untuk mensejajarkan Panda. Itu membuat Bella agak lelah.
Mereka mencoba menaiki untang-intang, arung jurang dan masuk ke rumah hantu.
"Aku takut" Bella menutup matanya, Panda memegang tangan Bella dan menggandengnya.
Bella membuka matanya melihat kearah tangannya lalu ke arah Panda. Ia menjadi tidak takut lagi karna ia tak menghiraukan suara-suara menakutkan juga hantu-hantu yang ada disana. Ia berharap waktu berhenti saat itu.
"Kita sudah sampai diluar" Panda melepaskan genggamannya.
Bella terkejut. Ia malu-malu sambil menyelipkan rambut ditelinganya.
"Apa kau mau es krim?" Tanya Panda.
"Es krim?" Bella bertanya heran.
"Ya, nyonya tua yang memberikan aku bunga matahari itu mengatakan aku tak perlu membayar bunga itu dan uangnya bisa aku gunakan untuk membelikan mu es krim"
Bella tak tahu harus senang atau sedih mendengar semua yang Panda katakan, Panda begitu jujur tanpa ada kata-kata yang disaring olehnya.
"Baiklah belikan aku es krim rasa vanila ya" ujar Bella sambil tersenyum.
Panda berjalan mendahului Bella, lagi-lagi Bella harus setengah berlari mengikuti langkah Panda.
"Aduuh..." Bella menabrak punggung Panda, ia terkejut.
"Apa kau lelah?" tanya Panda membalikkan tubuhnya. Bella mengusap-usap keningnya lalu ia menggeleng.
"Kau mau memegang tanganku?"
♥️♥️♥️
Lana gusar, ia mengetahui Panda akan berkencan dengan Bella. Ia berjalan mondar mandir diruang tamu.
*Flashback*
Panda baru saja mengantar Lilo pulang ke rumahnya.
"Besok aku kan membebas tugaskan kau, kau boleh libur" ucap Lilo sambil menepuk pundak Panda.
"Terima kasih tuan" Panda membungkukkan badannya. Lilo berjalan menaiki anak tangga menuju kamarnya, Nana yang baru keluar dari kamar langsung menyambut suaminya. Mereka pun masuk kedalam kamar.
Lana yang mendengar Panda libur pada akhir pekan segera mengejar Panda yang hendak keluar dari rumah.
"Heii Panda" panggil Lana.
__ADS_1
"Ya ada apa nona?" Panda menoleh.
"Besok bisakah kau mengantarku ke caffe yang biasa kau datangi itu seperti kemarin?" Lana mengatakannya dengan penuh keberanian.
"Maaf nona, besok saya sudah memiliki janji dengan seseorang"
"Apa??! Kau menolak mengantarkan ku?!" Lana bertanya dengan nada kesal.
"Maafkan saya nona"
"Kakakku tidak menugaskanmu kemanapun besok, apakah kau berjanji untuk bertemu seseorang yang tidak ada hubungannya dengan perusahaan?"
"Ya benar nona"
"Siapa dia? Apakah dia wanita berambut panjang yang pernah berjumpa denganku waktu di caffe?" Lana memandang penuh curiga.
"Namanya Bella nona, dan benar besok saya berjanji bertemu dengannya. Dia menyebutnya kencan"
"APAAAAA?!!!!!!!" Lana seperti tersambar petir, ia didahului oleh Bella untuk mengajak Panda berkencan.
"Apakah nona baik-baik saja?" Panda mendekati Lana, karna Lana seperti akan terjatuh.
"Tidak tidak, aku tidak apa-apa. Apakah itu berarti aku tidak bisa ikut ke sana bersama kalian?"
"Maaf nona namun Bella mengatakan ingin pergi berdua dengan saya"
"Apakah ada yang ingin nona tanyakan lagi?"
"Tidak!!" Lana langsung naik ke kamarnya.
Panda melihat ke arah Lana dan keluar dari rumah lalu menaiki mobilnya untuk pulang.
*Back on*
Lana menghela napasnya berkali-kali.
"Apa aku harus menyusul mereka dan mengacaukan kencan itu?" gumam Lana.
"Jangan pernah berpikir untuk melakukan itu Lana" Lilo yang hendak keluar dengan Nana mendengar gumaman Lana.
"Apakah Kakak tahu bahwa Panda akan pergi bersama wanita itu?" Lana menatap curiga pada Lilo dan Nana.
"Ya itu adalah alasanku meliburkannya hari ini"
"Kenapa kau sangat jahat kepadakuuu!!!" rengek Lana. Nana mendekati Lana dan memeluk adik iparnya.
"Jangan marah, kami memiliki alasan membiarkan Bella dan Panda bertemu hari ini" ucap Nana, Lana menatap Nana penuh tanda tanya.
"Minggu depan Bella akan pindah ke negara SM untuk berkuliah"
__ADS_1
"Pindah?" Nana mengangguk.
"Ia akan pindah sebentar lagi, dan ia memintaku membantunya untuk bisa berkencan dengan Panda hari ini"
"Begitukah?" Nana dan Lilo mengangguk bersamaan.
"Apakah Panda tahu ia akan pergi?"
"Tidak, Panda tidak tahu. Bella tidak ingin Panda mengetahuinya, ia ingin pergi tanpa ada luka dihatinya" Nana mengelus rambut Lana.
"Jadi ku harap kau paham dan tidak mengganggu mereka" Lilo mengatakannya sambil menatap tajam ke arah Lana.
"Iya iya aku paham"
♥️♥️♥️
Bella dan Panda bergandengan tangan selama kencan mereka, Bella terlihat bahagia. Sesekali ia meminta Panda untuk berpose selfie dengannya.
Aku ingin menyimpan banyak kenangan denganmu
Bella bergumam dalam hati. Ia banyak mengambil foto Panda diam-diam untuk koleksinya.
"Baiklah, terakhir di hari ini aku ingin naik itu" Bella menunjuk Bianglala. Panda tersenyum lalu mengangguk.
Di atas bianglala, Bella tak hentinya memandang wajah Panda.
"Apa ada yang aneh dengan wajahku?" tanya Panda.
"Ya, sangat aneh" Panda memegang wajahnya.
"Karena terlalu tampan" Bella melanjutkan kata-katanya. Tak ada ekspresi yang Panda tunjukan atas gombalan Bella.
"Baik katakan padaku, apa tujuanmu mengajakku berkencan hari ini?" tanya Panda serius.
"Tidak, tidak ada. Aku hanya ingin bertemu denganmu" Bella tak mampu melihat mata Panda, ia berusaha berbohong.
"Kau akan pergi?" tebak Panda. Bella gugup tak bisa mengatakan apapun.
"Apa kau tahu sesuatu?" Bella bertanya ragu.
"Tidak, hanya menerka saja. Kau tak mungkin memaksaku untuk berkencan denganmu hari ini bila tidak ada maksud lain" Bella semakin gugup.
"Kemana kau akan pergi?" Panda bertanya lagi. Bella ingin menangis, namun ia menahannya dan berusaha tersenyum.
"Tidak, aku tidak akan kemana-mana"
Panda mendekati Bella lalu memeluknya.
"Kemana pun kau pergi, aku akan selalu menjadi sahabatmu saat kau kembali"
__ADS_1