Tuan Muda Yang Tampan

Tuan Muda Yang Tampan
Keputusan Panda


__ADS_3

Semua mata tertuju kepada Panda, termasuk Lana. Lana menggigit bibirnya karna khawatir, hubungannya dengan Panda tak pernah baik bahkan ia sering kali memarahi Panda tak jelas karna cemburu.


"Untuk pernikahan, saya mohon maaf nyonya. Setelah saya berpikir secara matang dan penuh kesadaran, saya harus bisa meyakinkan diri saya dan nona Lana kalau memang pernikahan ini adalah sesuatu hal yang baik untuk kami berdua"


Nana dan Lilo ternganga mendengar kata-kata yang keluar dari mulut Panda. Tidak pernah terbayangkan semua itu keluar dari mulut seorang Panda yang terlihat sangat polos. Lana pun berusaha menutupi perasaannya.


"Ini bukan alasanmu untuk menolak Lana bukan?" Mami menatap tajam ke arah Panda.


"Saya hanya ingin berbahagia saat menikah seperti tuan dan nona muda, karna itu saya ingin menikah dengan wanita yang saya cintai dan mencintai saya. Namun sampai saat ini saya belum merasakan sesuatu yang berbeda dengan wanita manapun. Baik itu rindu ataupun cemburu" Mami tertawa mendengar kata-kata Panda.


"Dari mana kau belajar kata rindu dan cemburu?" Tanya mami sambil masih terkekeh.


"Expert cinta nyonya"


"Uhuuukkk" Lilo tersedak makanannya, Nana tertawa kecil sambil mengelus punggung suaminya. Lilo menatap Panda tajam, Panda diam saja.


"Expert cinta??" Mami melirik Lilo. Lilo salah tingkah, ia merenggangkan kancing kemejanya.


"Sayang, aku haus bisa kau ambilkan aku minum?" Lilo mengalihkan pembicaraan.


"Minumanmu ada dihadapan mu sayang" ucap Nana pelan, Lilo langsung meminum minumannya.


"Lalu apa yang expert cinta katakan padamu?" Mami bertanya lagi.


"Ia mengatakan saya akan merasakan rindu bila saya jatuh cinta nyonya"


"Benarkah???" Mami mengalihkan pandangannya ke arah Lilo, Lilo pura-pura melihat ke atas.


"Benar nyonya, expert cinta mengatakan rindu itu adalah saat dimana kita ingin bertemu, memeluk dan melihat wajah orang yang kita cintai. Namun saya belum merasakan hal tersebut, baru sebatas ini bertemu itu pun hanya sesekali"


Lana menengok ke arah Lilo, ia tahu jelas kata-kata itu dicopas oleh siapa. Lilo tersudut, ia mengalihkan pandangannya ke segala arah.


"Katakan pada expert cintamu itu, bahwa dia harus belajar lagi sebelum mengaku dirinya expert" kata mami sambil menusukan garpu dengan kasar ke brokoli, matanya melirik tajam ke arah Lilo.


♥️♥️♥️


"Nana, temani mami dikamar. Mami ingin istirahat dikamar"

__ADS_1


"Baik mi,


Sayang, aku akan menemani mami ya. Bila kau butuh sesuatu aku dikamar mami" ucap Nana sambil mengelus lengan suaminya.


"Terima kasih sayang kau mau menemani mami" Lilo mengecup mesra kening istrinya.


"Kalian seperti pasangan yang akan berpisah lama dan jauh" sindir mami sambil tertawa, wajah Nana memerah.


Nana mendorong kursi roda mami dan masuk ke kamar mami. Lana masuk ke dalam kamarnya, ia merasa buruk karna tidak bisa bersikap baik kepada Panda. Lilo dan Panda masuk ke ruang kerja Lilo.


"Apa yang kau katakan tadi?" Lilo menghela napas sebal sambil duduk di kursinya.


"Mengatakan apa tuan?"


"Expert cinta" ucap Lilo sambil melotot.


"Apakah ada yang salah dengan yang saya katakan?" Lilo tak dapat menjawab, karna semua kata-kata Panda adalah benar. Ia mengacak rambutnya.


"Baiklah aku serius sekarang. Apakah kau mencintai Lana?"


"Bagaimana dengan gadis berambut panjang teman kerja istriku?"


"Saya juga belum bisa memastikannya tuan, saya bingung untuk menentukan apa yang saya rasakan. Karena sepertinya sama saja"


"Apa kau menyukai keduanya?!!" Lilo terkejut, matanya melebar tak percaya.


"Saya tidak bisa memastikannya tuan" Lilo frustasi mendengar jawaban Panda.


"Kau ini benar-benar payah. Apa kau ingin sendiri an seumur hidupmu?"


"Apakah tuan akan memecat saya?"


"Bukan itu maksudku, tapi apa kau tidak ingin menikah dan memiliki kehidupan yang indah sepertiku?" Panda berpikir sejenak.


"Bagaimana bila saya jatuh cinta dan menikah lalu saya melupakan tugas saya?"


"Tentu saja kau tidak bisa melakukannya, itu adalah hal yang tidak profesional.." Lilo berpikir sejenak.

__ADS_1


"Apa kau sedang menyindir ku sekarang!!"


♥️♥️♥️


Panda sudah pulang ke apartemennya, ia membuat kopi susu dan membawa cangkirnya ke depan televisi. Ia menyalakan televisi dan mengecek ponselnya. Ada pesan dari Bella.


Apa kau lelah hari ini? (Bella)


Ya, hari ini agak melelahkan (Panda)


Kenapa belum tidur bila lelah? (Bella)


Aku belum mengantuk dan ada yang sedang aku pikirkan (Panda)


Apa kau memikirkan ku? Hahaha hanya bercanda. (Bella)


Ya aku memikirkanmu, dan nona Lana (Panda)


Kenapa kau memikirkan aku dan nona mudamu? Apakah ada yang salah? (Bella)


Aku hanya ingin memastikan siapa yang aku cintai (Panda)


Bella membalas agak lama, ia berpikir sejenak.


Seharusnya aku tidak berada diantara Panda dan nona Lana. Aku membuatnya menjadi bingung saat ini, bodohnya aku yang berusaha mendapatkan hati Panda


Pikir Bella, tak terasa air matanya menetes. Keinginannya untuk bersaing dengan Lana untuk mendapatkan Panda tiba-tiba saja menghilang. Ia paham Panda ada pria yang polos dan ia tak mau membuat Panda bimbang.


Akhirnya Bella memutuskan untuk tidak membalas pesan Panda.


Panda yang tidak mendapatkan balasan dari Bella meletakkan ponselnya dimeja, ia mulai menerawang.


"Nyonya adalah orang yang sudah sangat baik kepadaku, dan tuan muda tidak pernah sembarangan memberikan pilihan padaku.


Namun mengapa sesekali aku ingin bertemu dengan Bella? Dan terkadang aku ingin mendengar ocehan nona Lana yang menyebalkan?


Aaah aku sangat bingung malam ini, semoga saja ini bukan ujian yang harus dikumpulkan besok pagi"

__ADS_1


__ADS_2