
"Silahkan masuk nona" Bik Yana mengantar Nana masuk ke kamar Lilo. Mata Nana berbinar saat masuk melihat kamar Lilo yang rapih dan besar. Terlihat dominasi warna cream pada temboknya dan warna coklat tua mewarnai tirainya.
Tempat tidurnya juga besar,
"Sepertinya sangat nyamaaaan... "Nana bergumam senang.
"Bila tidak ada lagi yang bisa saya lakukan saya kembali ke dapur ya nona" Bik Yana pamit
"Terima kasih ya Bik" Nana tersenyum sok manis.
Nana langsung merebahkan badannya di tempat tidur ia berguling kesana kemari menikmati nyamannya tempat tidur Lilo, badannya terasa lengket. Nana ingin mandi tapi tidak ada baju untuk ganti. Ia pun membuka salah satu lemari pakaian Lilo.
"Aku pakai ini saja dulu, nanti sore aku akan pulang dulu untuk mengambil barang-barangku" Pikir Nana, lalu ia melangkahkan kakinya ke kamar mandi.
Setelah mandi Nana langsung merebahkan badannya kembali ditempat tidur, karna lelah akhirnya Nana tertidur pulas.
*** 123 ***
"Apakah kau sudah melakukan apa yang aku minta?" Tanya Lilo pada Panda saat perjalanan pulang dari kantor.
"Sudah tuan, barang-barang nona muda sudah diantar ke rumah nyonya besar"
Lilo memandang ke arah luar kaca mobilnya,
"Apa saja yang ia lakukan?"
"Nona td mampir ke mall untuk membeli perlengkapan make up, lalu ke rumah nyonya besar. Di sana nona muda memasak sop dan tahu rebus untuk makan siang nyonya besar juga nona Lana. Saat ini sepertinya nona muda belum keluar dari kamar"
"Apakah dia membuat kekacauan?" tanya Lilo lagi.
"Nona muda tidak membawa uang saat berbelanja di mall dan melemparkan sayuran saat memasak sop. Tetapi nyonya besar terlihat menikmati masakan nona"
"Baiklah" Lilo menghela nafasnya.
__ADS_1
"Apakah tuan ingin saya menghubungi pelayan untuk meminta nona muda keluar kamar dan menyambut tuan muda?"
"Tidak perlu" Lilo tidak melepaskan pandangannya dari luar jendela.
*** 123 ***
Cekrekk...
Lilo masuk ke kamarnya, dilihat istrinya sedang tertidur pulas. Lilo langsung membuka pakaiannya lalu masuk ke kamar mandi.
Nana terhenyak, ia merasa mendengar percikan air dari kamar mandi.
"Jangan jangan Lilo sudah pulang" Nana buru-buru bangun dari tempat tidur, dan menunggu Lilo keluar dari kamar mandi.
"Kenapa kau suka sekali memakai bajuku?" Lilo langsung bertanya saat keluar dari kamar mandi.
"A.. aakuu lupa membawa pakaianku. Tadi sedikit berkeringat jadi aku ingin mandi dan mengganti pakaian. Ma.. maaf" Nana menciut.
"Kau itu lancang membuka lemariku dan memakai pakaianku tanpa ijin" Lilo berkata dengan datar tanpa menoleh.
"Aku tidak suka kau menyentuh barang-barangku" Lilo melirik tajam.
"Aku sudah cuci tangan, bahkan saat membuka lemarimu aku cuci tangan sebanyak lima kali. Jadi kau tidak perlu takut barang-barangmu kotor" Suara Nana terdengar mulai naik.
"Apa kau tahu berapa harga kaos yang kau pakai itu?" Suara datarnya membuat Nana bertambah kesal.
"Aku bekerja, aku memiliki uang. Berapa harganya? Aku akan menggantinya" Suara Nana menantang.
"5 Juta" Lilo menjawab enteng. Nana terkejut, ia tak mau menurunkan harga dirinya.
"Ba.. baik aku akan menggantinya, tapi tunggu sampai aku mengambil barang-barangku dirumah ibuku" Nana mulai menurunkan suaranya, sedikiiiiit memohon.
Tangan Lilo melambai, menandakan menyuruh Nana mendekat padanya. Nana menurut. Lilo membisikan sebuah kalimat pada Nana lalu berjalan keluar kamar, wajah Nana memerah.
__ADS_1
"Aku akan membayarnya segeraaa dan melemparkannya ke depanmuuu!!! Untung saja kau tampan jadi aku memaafkan kata-katamu tadi" Nana sangat kesal.
Kira-kira apa yang diucapkan oleh Lilo???
*** 123 ***
Nana mondar mandir di kamar Lilo, ada yang mengetuk pintu kamarnya. Nana membuka pintu, ada Bik Yana membawa sebuah koper besar. Nana mengenali koper itu, ia meloncat senang.
"Kau tidak akan bisa sombong lagi tuan mudaa" Nana menyeringai dalam hati.
"Terima kasih bik, dari mana bibik mendapatkannya?" Nana bertanya sembari mempersilahkan Bik Yana masuk.
"Panda yang membawanya, sebenarnya barang-barang ini sudah sampai ditangan saya dari tadi sore namun saat saya mengetuk kamar nona tidak menjawab apapun. Jadi saya menunggu sampai nona bangun" Bik Yana menjelaskan.
"Ooo begitu, baiklah terima kasih sekali lagi ya bik"
Bik Yana keluar. Nana segera memeriksa barang-barang yang dibawakan Bik Yana. Ada baju-baju kerjanya, baju kesehariannya daan... Mata Nana terbelalak, mengambil sebuah gaun tidur seksi didalamnya.
"Apakah ini punyaku? Aku tak ingat pernah membelinya" Nana heran.
Tiba-tiba Lilo masuk ke dalam kamar, melihat baju yang sedang dipegang Nana.
"Sepertinya baju itu bagus, pakailah saat tidur nanti malam" Lilo berkata sambil berlalu mengambil sesuatu dari lemarinya lalu kembali keluar dari kamar.
Nana terkejut, ia langsung memasukkan baju itu ke dalam koper.
"Ini pasti ulah ibu" Nana menghela nafasnya sambil menggerutu.
*** 123 ***
Sementara itu,
"Semoga kau menyukai hadiah kecil dari ibu, gadis bodoh hahahaha, cepatlah kau berikan banyak cucu untukku hahahahha"
__ADS_1
Suara ibu Nana menggelegar ke seluruh bagian rumah.