
"Kau bisa membuatku gila dengan memaksaku menerimanya menjadi asistenku" Nana melakukan protes pada Lilo.
"Lalu kenapa kau menolak? Rachel aku bayar untuk membantumu"
"Kau tahu, aku bekerja untuk mendapatkan uang. Aku bekerja dengan baik selama bertahun-tahun dan kau ingin aku memberikan pekerjaanku padanya? Aku tak habis pikir apa yang ada dipikiranmu" Nana memegang kepalanya.
"Ayo lah sayang, jangan begitu. Aku hanya ingin kau tidak terlalu lelah, biarkan ia membantu menyelesaikan pekerjaanmu"
"Aku bisa menyelesaikan pekerjaanku sendiri! Bagaimana bisa aku bekerja untuk mendapatkan uang sementara suamiku mengeluarkan uang untuk membayar orang yang akan menyelesaikan pekerjaanku? Itu hal yang sangat tidak masuk akal!"
"Baik berhentilah bekerja" Lilo menjawab enteng. Nana melotot.
"Tidak!! Kita sudah sepakat tentang itu!!"
"Kalau begitu terima Rachel menjadi assitenmu"
"Aaarrghh, aku benar-benar bisa gila" Nana mendengus kesal.
"Ayolah sayang, Panda sudah susah payah mencari orang yang cocok untuk membantumu"
"Tapi aku masih bisa menyelesaikan pekerjaanku, jangan membuatku sulit"
"Kalau begitu terimalah ia menjadi pengawalmu"
"Pengawal?" Nana bingung.
"Selain pintar Rachel juga bisa bela diri, dia sudah sabuk hitam. Kau akan aman bersamanya" Nana mulai berpikir.
"Tapi untuk apa aku membutuhkan seorang pengawal?"
"Kau sedang hamil, aku tidak bisa 24 jam menjagamu. Apa kau mau suamimu ini terus menerus mengkhawatirkan mu sampai tak fokus bekerja?" Nana menggeleng.
"Jadi kau sepakat menerimanya sebagai pengawalmu?" Akhirnya Nana menyerah dan menyetujui keinginan suaminya.
"Hanya sampai aku melahirkan" Nana memberi ultimatum pada Lilo.
"Baiklah"
"Ngomong-ngomong, berapa kau membayarnya untuk semua keahliannya itu?"
"Tidak banyak, hanya *0juta perbulan"
❤❤❤
__ADS_1
Setelah beberapa hari akhirnya Nana diperbolehkan untuk berangkat bekerja. Lilo membelikan sebuah mobil untuknya, Nana malas berdebat lagi dengan suaminya ia pun hanya bisa setuju dengan catatan mobil itu bukan mobil yang terlalu mewah untuk dibawa ke kantor.
"Silakan nona" Rachel membuka pintu untuk Nana.
"Terima kasih Rachel"
"Hati-hati saat berkendara, bila terjadi sesuatu pada istriku kau akan menyesal seumur hidupmu" Lilo mengingatkan.
"Baik tuan" Rachel membungkukan badannya lalu masuk ke dalam mobil, tak lupa ia memakai sabuk pengaman.
Rachel mengendarai mobil dengan kecepatan sedang karena Nana memang sengaja berangkat agak pagi. Ia ingin menyelesaikan pekerjaannya yang belum selesai.
Nana turun dari mobil tanpa menunggu Rachel membukakan pintu mobil untuknya.
"Hati-hati nona, saya berharap nona tidak berlari"
"Iya aku tahu" Nana berjalan dengan cepat, Rachel mengikutinya dari belakang.
Saat Nana akan naik lift Rachel mendahulu Nana dan memencet tombol dilift agar Nana bisa segera masuk. Bahkan Rachel sudah tahu Nana akan menuju ke lantai berapa.
Ting...
Nana sampai di lantai tempatnya bekerja, ia segera keluar dan menuju mejanya. Nana terkejut mejanya sangat rapi, bahkan file-filenya disusun berdasarkan abjad. Nana memeriksa pekerjaannya. Sebagian besar pekerjaannya sudah hampir selesai. Nana menatap ke arah Rachel.
"Apa kau yang mengerjakan ini semua?" Nana bertanya dengan nada sinis.
"Aku menerimamu sebagai pengawalku, kenapa kau menyelesaikan pekerjaanku?"
"Saya diminta tuan muda untuk datang ke kantor nona, merapikan meja kerja nona dan mengecek pekerjaan nona. Saya hanya membenarkan kata-kata yang salah dan menyesuaikan isi proposal nona dengan apa yang tertera dalam file juga catatan nona dibuku ini"
Dia benar-benar sangat pandai, semua pekerjaannya sangat rapi. Pantas saja suamiku mengajinya hampir tiga kali lipat gajiku diperusahaan ini
Nana memuji Rachel.
"Baiklah baiklah, aku akan menerima semua alasanmu. Namun lain kali jangan menyentuh apapun dimeja kerjaku tanpa seizinku" suara Nana terdengar marah, untungnya mereka datang dalam keadaan kantor masih sepi.
"Baik nona"
"Bagus, tapi apa pekerjaanmu sebelum ini? Aku lihat kau bisa melakukan apapun"
"Saya adalah bodyguard salah satu Aktris terkenal di negeri ini"
"Hanya itu? Kenapa aku tak percaya ya" Nana bergumam.
__ADS_1
"Saya juga pernah menjadi dosen tamu dibeberapa universitas nona"
"Nah itu yang bisa membuat kepandaianmu benar-benar bisa diakui"
❤❤❤
Miko tidak sengaja bertemu dengan Amel siang itu. Mereka makan siang ditempat yang sama.
"Namamu Amel kan?"
"Ya benar, dan kau Miko. Sahabat kecilnya Nana" Miko tersenyum.
"Sedang apa kau disini sendirian?" Amel bertanya pada Miko.
"Aku baru saja bertemu dengan klienku, tapi dia menolak untuk makan siang bersama denganku karena istrinya sudah datang ke kantornya untuk makan siang bersama"
"Waah senangnya, terkadang aku juga ingin melakukannya dengan Jeremy. Tapi suamiku tidak mengizinkanku ke kantornya semenjak perutku sudah sebesar ini"
"Dia pasti sangat menyayangimu" Miko memuji suami Amel.
"Ya begitulah"
"Oia sedang apa kau disini?"
"Aku sedang bosan berada dirumah, tempat ini dekat dengan rumahku jadi suamiku mengijinkanku untuk ke sini"
"Apa dia akan menyusulmu ke sini?" Miko berkata lalu menyuap makanannya.
"Tidak, dia sedang sibuk akhir-akhir ini. Sudah mau akhir bulan, ia akan memeriksa laporan keuangan"
"Suamimu memiliki tugas yang berat di kantornya" Miko tersenyum dan meminum lemon tea yang dipesannya.
"Kenapa kau tidak makan?" Miko bertanya karna daritadi Amel belum menyentuh makanan yang dipesannya.
"Perutku terasa sangat begah akhir-akhir ini, lihat kakiku. Semua sepatu dan sandalku sudah tidak ada yang muat karna bengkak" Amel mengeluh pada Miko.
"Sebentar lagi kebahagiaanmu akan datang, jangan mengeluh seperti itu" Amel tersenyum.
"Kata-katamu ada benarnya" Amel mulai menyuap makanannya.
Tiba-tiba perutnya terasa sangat sakit.
"Aduuuuh, perutku" Amel merintih kesakitan.
__ADS_1
"Apa yang terjadi?" Miko sangat panik melihat wajah Amel yang kesakitan, keringat mengucur deras dari tubuh Amel.
"Sepertinya aku akan melahirkan"