
Nana sudah diperbolehkan pulang, Si kecil juga ikut pulang bersama mamanya. Panda sudah menyiapkan inkubator untuk si kecil dirumah. Perawat yang akan menjaga si kecil juga Lilo meminta yang paling berpengalaman dan handal.
"Selamat datang dirumah sayang" sambut mami dengan senyuman.
"Terima kasih mami" jawab Nana sambil mencium tangan mami, mereka berdua duduk dikursi roda.
Lilo mendorong kursi roda Nana masuk ke dalam, si kecil segera dipindahkan ke kamar oleh Panda dan Citra sang perawat.
"Kemana mereka akan membawa si kecil?" tanya Nana heran, karna Panda mengantarkan si kecil ke kamar yang berada dilantai bawah.
"Ke kamar kita sayang"
"Kamar kita? Bukan kah..." Lilo segera menjawab rasa penasaran Nana dengan mengikuti Panda masuk ke kamar lantai bawah.
Nana terkejut, kamar dilantai bawah sudah dipersiapkan mirip dengan kamar Lilo dilantai atas dan kamar itu bersebelahan dengan ruang kerja Lilo.
"Terima kasih sayang" ucap Nana sambil memegang tangan suaminya yang tampan.
"Apapun untukmu" Lilo mengecup kening Nana.
"Aku sedih belum bisa menggendongnya" ujar Nana.
"Tapi kau masih bisa memberinya ASI, bukankah perawat Citra sudah mengajarkanmu cara pumping ASI yang benar?" Nana mengangguk, ia bersyukur ASInya keluar untuk diberikan kepada si kecil.
Lilo mendekatkan Nana dengan inkubator si kecil.
"Kondisinya mulai stabil semenjak ASI nona diberikan padanya" ujar Citra kepada Nana dan Lilo. Mereka tersenyum bahagia.
"Kapan aku bisa menggendongnya?" tanya Nana penuh haru.
"Bila berat badannya sudah cukup nona bisa menggendongnya" Perawat citra tersenyum.
"Kau harus istirahat dan makan makanan yang bergizi sayang, aku sudah meminta Bik Yana memasak sayur bayam dan memotong buah melon untukmu"
"Kau sangat perhatian sayang, darimana kau tahu semua itu?"
"Tentu saja aku browsing sayang"
♥️♥️♥️
Panda keluar dari kamar Lilo, Lana sudah menunggunya diruang tamu. Mami sedang berada dikamarnya. Panda sedikit salah tingkah didepan Lana, ia seperti menjaga jarak takut Lana berbuat seperti kemarin.
"Kenapa? Apa kau takut padaku?" tanya Lana menyeringai.
"Tiidak nona, saya hanya berjaga-jaga"
"Berjaga-jaga untuk apa?" Lana heran. Panda diam.
"Apa kau takut aku akan menciumi lagi?" Panda masih diam.
"Hei.. kenapa kau diam? Aku bicara dengan mu!" Lana berteriak.
"Tidak apa-apa nona, bisa kah saya pergi sekarang?" tanya Panda.
__ADS_1
"Tidak!" Lana merentangkan tangannya.
"Kau harus menjawab pertanyaan ku dulu"
"Bila pertanyaan nona berhubungan dengan kejadian kemarin saya tidak bisa menjawabnya"
"Kau ini!!! Aku hanya ingin memastikan kau mencintaiku atau tidak, itu saja. Aku akan menyerah bila kau memang tidak mencintaiku" Lana memelankan suaranya yang awalnya sangat lantang.
"Baiklah bila memang nona sudah memutuskan hal itu" Panda menghela napasnya.
"Cepat katakan" Lana seperti menahan sesak di dadanya, ia sudah mempersiapkan diri untuk semua kemungkinan yang terjadi.
Panda berjalan maju mendekati Lana. Lana menutup matanya karna takut.
"Maafkan saya nona"
Panda mengecup kening Lana, lalu berjalan melewati Lana. Lana menahan tangan Panda dan menariknya. Sekali lagi Lana mencium bibir Panda, kali ini Panda tidak menolaknya.
Mami diam-diam melihat kejadian itu dan mengambil gambar momen berharga itu.
Lana melepaskan ciumannya, lalu mengambil sesuatu dari sakunya. Ia membuka kotak yang berisi cincin dan menyodorkannya kepada Panda.
"Maukah kau menikah denganku?" tanya Lana sambil tersenyum, Panda menatap lekat mata Lana lalu mengangguk.
Lana memeluk Panda dengan bahagia.
♥️♥️♥️
Usia Fa sudah memasuki satu bulan dan selama itu juga Nana selalu memberikan ASI kepada bayinya dengan cara pumping.
"Ada apa citra?" tanya Nana heran.
"Kemarilah nona"
Nana meletakkan alat pumpingnya dan mengikuti langkah perawat anaknya itu.
"Lihat nona" ujar Citra sambil menunjuk inkubator Fa. Nana melihat ke inkubator bayinya, bayinya bergerak terus menerus.
"Apa yang terjadi pada anakku?" tanya Nana khawatir.
"Sepertinya sudah waktunya baby Fa keluar dari inkubator nona" ucap Citra sambil menatap mata Nana, Nana terdiam seperti termenung seketika.
"Nona? Apa kau baik-baik saja?" Citra memegang jemari Nana dan menggoyangkannya.
Tiba-tiba air mata Nana mengalir deras. Ia menunduk menahan sesak di dadanya.
"Nona?" Citra mulai khawatir, ia berlari keluar untuk memanggil mami yang sudah mulai bisa berjalan menggunakan tongkat.
"Pelan-pelan Citra, aku tak mau terjatuh" Suara mami menuju ke kamar Nana.
Nana masih menangis tersedu-sedu.
"Ada apa ini? Kenapa Nana menangis?" Ujar mami marah.
__ADS_1
"Saya hanya mengatakan waktunya baby Fa dikeluarkan dari inkubator nyonya" jawab Citra takut.
"Ya Tuhan, syukurlah" mami memeluk Nana, Nana membalas pelukan mami.
"Mami akan telpon Lilo untuk menyuruhnya segera pulang" Mami mengambil ponsel dari sakunya dan menelpon Lilo.
Lilo terdengar senang dan segera pulang.
"Apakah nona mau saya mengeluarkan baby Fa sekarang?" tanya Citra.
Nana melihat ke arah bayinya lalu ia mengangguk.
"Baiklah" ujar Citra.
"Tunggu, aku terlalu gemetar untuk menggendong putraku" ujar Nana menenangkan diri. Citra mengambilkan Nana segelas air hangat dan juga kursi.
"Duduklah nona, aku akan membawa baby Fa ke pangkuanmu" ujar Citra.
Perlahan-lahan Citra membuka inkubator dan mengeluarkan Fa dari tempatnya selama ini tidur. Citra menggendong Fa dengan sangat hati-hati karna Fa masih kecil, beratnya baru 2.5 kilogram namun sudah cukup untuk dikeluarkan dari inkubator.
"Ini nona" Citra menaruh ke tangan Nana yang masih sedikit gemetar.
Nana menangis sambil menatap bayi yang ada ditangannya. Mami ikut terharu melihatnya. Tiba-tiba Fa menangis, Nana panik.
"Apa yang terjadi? Apa bayiku kesakitan?"
"Tidak nona, jangan panik. Baby Fa hanya haus, kau bisa langsung menyusuinya sekarang"
"Benarkah?" Nana semakin terharu, ia membuka kancing bajunya dan dengan dibantu Citra ia bisa menyusui anaknya dengan baik.
Air mata Nana terus mengalir seiring Fa yang sudah bisa menyusu langsung darinya.
"Terima kasih Tuhan" kata mami sambil memegang bahu Nana.
Tak lama Lilo datang dan langsung masuk ke kamar, didapatinya Nana sedang menggendong Fa sambil menyusuinya.
"Ya Tuhan, anakku benar-benar sudah bisa ku sentuh" ujar Lilo senang.
"Maaf tuan sebaiknya tuan ganti pakaian dan cuci tangan dahulu" ujar Citra mengingatkan.
Lilo mengikut kata-kata Citra, ia segera masuk kamar mandi. Mengganti bajunya dan mandi.
"Aku sudah bersih sekarang, apa aku sudah bisa menggendong Fa?" tanya Lilo bersemangat.
Nana yang sudah selesai menyusui Fa mengangguk, Ia meletakan Fa perlahan ke tangan Lilo.
"Waah jagoan papa" serunya.
♥️♥️♥️♥️♥️♥️TAMAT♥️♥️♥️♥️♥️♥️
Terima kasih kepada semua pembaca yang sudah mendukung karya pertama ku 😙😙😙
Semoga semuanya bisaa terhibur dengan karyaku selanjutnya...
__ADS_1
Nona Muda Kejam Kesayangan Ku 😍😍😍