
"Bukan kah kau wanita yang di caffe?" Panda menatap lekat wajah Bella.
"Ya benar" Bella menjawab dengan malas.
"Kau seperti wanita yang berbeda" Bella menoleh ke arah Panda sebentar, ia malas menjawab.
"Apa karna ada nona dan tuan muda?"
"Kau juga terlihat berbeda dengan pria yang aku temui di caffe" Bella memandang lagi ke arah, Panda namun tatapannya penuh kekesalan.
"Apa yang berbeda?"
"Waktu dicaffe menemui seorang pria lajang namun sekarang yang aku temui adalah pria yang akan menikah" Bella memalingkan wajahnya.
"Apa ada yang salah bila aku akan menikah?" Bella gugup, sebenarnya tidak ada yang salah namun hati Bella yang tidak bisa menerima kalau Panda akan menikah.
"Apa kau mencintai calon istrimu?" nada bicara Bella seperti memaksa Panda untuk menjawab.
"Kenapa kau bertanya seperti itu? Dan kenapa aku harus menjawab pertanyaan itu?"
"Bukan kah semua orang ingin menikah dengan orang yang mereka cintai, hidup bersama selamanya" Bella mengaduk-ngaduk minuman sodanya, Bella tak sadar menguap hingga membasahi meja.
Bella panik, ia berusaha menutup gelasnya dengan tangan. Tapi soda itu masih menguap karna terlalu banyak diaduk. Panda tersenyum melihat wajah panik Bella.
"Haii tuan, bantulah akuuuu"Bella memohon, Panda segera berdiri, mengambil minuman Bella lalu membuangnya ke tempat sampah dan meminta lap kepada petugas. Dengan sigap Panda membersihkan meja.
Bella menjadi terpesona lagi pada Panda.
"Nona bajumu basah" Bella salah tingkah, ia berdiri dan lantai menjadi licin dibasahi soda yang belum mengering. Bella hampir jatuh, Panda dengan sigap menangkapnya ala sinetron di televisi.
"Aku menyukaimu" Kata-kata itu keluar begitu saja dari mulut Bella.
__ADS_1
❤❤❤
Lilo memikirkan kata-kata Nana, Nana sudah tidur. Ia menolak didekati oleh Lilo malam itu.Lilo memilih mengalah dan tidur di sofa sambil memperhatikan istrinya.
"Jatuh cinta? Aku sudah memperingatinya untuk tidak jatuh cinta padaku
Tapi bagaimana bila ia benar-benar mencintaiku, tapi apakah cinta itu akan menyakitkan untuk seseorang bila orang yang dicintainya memperlakukan dia dengan baik?" Lilo terus berpikir, ia masih membayangkan tangisan Nana yang membuat dadanya terasa sakit.
"Bersikap biasa? Sikapku yang biasa itu seperti apa? Bukankah tadi aku bersikap biasa saja"
Tiba-tiba Nana terbangun, ia terlihat menahan buang air kecil dan langsung berlari ke kamar mandi. Lilo hanya bisa melihat Nana dari sofa, ia pura-pura tidur agar suasana tidak terasa canggung.
Nana keluar dari kamar mandi, ia melihat Lilo tertidur hanya dengan menggunakan celana pendek. Nana mengambil selimut, menyelimuti tubuh Lilo dan berjongkok didepan suami tampannya.
"Kau begitu tampan, kaya dan pintar. Pantas saja kau memperingatiku untuk tidak mencintaimu, aku harus menjadi wanita yang tau diri.
Aku begitu kecil dimatamu, bahkan harga kaosmu hampir sama dengan gajiku sebulan dikantor. Hampir saja aku lancang mencintaimu tuan muda.
Kau tahu? Sangat sakit saat kau mengatakan semua kebaikanmu adalah sebuah persahabatan. Dan aku dengan bodohnya berharap sesuatu yang lebih, padahal kau sudah memperingatiku waktu itu.
Maafkan aku atas ketidak sopananku ini tuan tampanku. Apakah aku benar-benar tidak pantas untukmu?" Nana mengusap air mata yang akan jatuh dari matanya, berdiri dan kembali ke tempat tidur.
Lilo membuka matanya, ia mendengar semua yang Nana katakan.
❤❤❤
Di sisi lain, Panda baru saja tiba diapartemennya. Sebuah tempat tinggal yang ia bisa beli dari hasil kerjanya bersama Lilo.
Panda melepas jasnya dan memasukannya ke keranjang cucian. Lalu masuk kedalam bath up, Ia menghela nafas, pikirannya menerawang jauh.
"Ada apa dengan hari ini? Aku akan menikah dengan nona Lana dan mendapatkan pengakuan cinta dari nona Bella" Panda membenamkan kepalanya lebih dalam.
__ADS_1
Panda selesai mandi, ia mengambil pakaian ganti dilemarinya. Hidupnya sangat mandiri, ia sudah tidak memiliki orang tua. Ia sebatang kara, hanya Lilo dan keluarganya yang benar-benar Panda anggap sebagai orang dekat.
Ponselnya berbunyi, nama Lana tertera disitu.
"Hallo"
"Heii beruang, aku ingin bicara denganmu"
"Ada yang bisa saya bantu nona Lana?"
"Aku ingin kau menolak pernikahan yang diminta kakakku"
"Saya tidak berani nona"
"Kau ini, apa kau benar-benar akan menikahiku. Aku tidak mau menikah denganmu!! Hidupku akan lebih sulit nanti bila aku menikah dengan seorang pesuruh sepertimu"
"Maafkan saya nona tetapi apa yang dikatakan tuan muda adalah perintah untuk saya"
"Kau gila ya? Ini pernikahan bukan permainan, aku masih bermimpi menikah dengan Zacky kekasihku!!"
"Bukankah pria itu sudah menjadi mantan kekasih nona?"
"Kau mau mati ya!! Pokoknya aku mau besok kau bilang kepada ka Lilo bahwa kau menolak pernikahan ini. Aku bisa gila bila bbenar-benar harus menikah denganmu!!"
"Baiklah bila itu yang nona inginkan"
"Oke, besok katakan itu pada Ka Lilo"
Klik... Lana mematikan telponnya. Lilo memandang ponselnya dengan perasaan heran.
"Apa benar nona Lana menelpon hanya untuk mengatakan hal ini? Bukan kah nona Lana tinggal bersama tuan Lilo, seharusnya nona Lana bisa mengatakan hal itu pada tuan Lilo kapan saja" Pikir Panda.
__ADS_1
"Baiklah besok aku akan mengatakan kepada tuan Lilo bahwa nona Lana ingin aku menolak pernikahan ini"
Beranikah Panda? Semoga saja yaa 😆😆😆😆