
Lilo sudah bersama Panda didepan kantor Nana. Lilo tak sabar ingin bertemu istrinya.
"Maaf tuan namun sebentar lagi kita akan ada rapat penting dengan para manager perusahaan"
"Apakah kau tidak bisa mewakilkanku?"
Bagaimana saya bisa mewakilkan tuan bila saat ini saya sedang bersama tuan menunggu nona muda
Panda diam saja.
"Baiklah, kita akan rapat diperusahaan dulu. Namun aku ingin kau memastikan aku bisa makan siang bersama istriku"
"Baik tuan"
Lilo sampai dikantornya, ia langsung menuju ruang rapat. Para manager telah menunggunya, masing-masing dari mereka mempresetasikan kinerja bagiannya. Lilo sangat tidak fokus. Tanpa ia sadari, ia sangat merindukan Nana.
"Tuan, tuan muda" Panda memanggil Lilo.
"Ya"
"Para manager sudah selesai mempresentasikan pencapaian mereka"
"Bagus, aku akan kembali keruanganku" Lilo meninggalkan ruang rapat.
Panda sedikit mengevaluasi hasil rapat dan mengucapkan terima kasih kepada para manajer.
Apa yang terjadi dengan tuan muda? Ia sangat tidak fokus hari ini
Pikir Panda. Panda menghampiri Lilo diruangannya memberikan berkas hasil rapat.
"Apakah tuan muda baik-baik saja?"
"Ya aku baik-baik saja, apa kau sudah memastikan aku bisa makan siang bersama istriku?" Panda mengangguk.
"Nona muda siang ini akan makan siang bersama tim dari divisinya tuan, untuk merayakan keberhasilan penjualan mereka"
"Kenapa sulit sekali untukku bertemu dengan istriku sendiri!!" Lilo mengeluh kesal.
❤❤❤
Nana mulai kesal, Lilo menelponnya berulang kali. Akhirnya Nana mengirim pesan pada suaminya.
Malam ini aku akan pulang ke rumah ibuku, kau bisa tidur dikamarmu (Nana)
__ADS_1
Baiklah aku akan menyusul ke sana (Lilo)
Tidak, kau tetap tidak dapat menjalankan kewajibanmu sebagai suami!!! (Nana)
Aku hanya ingin bertemu denganmu, aku tak tahu tapi rasanya aku sangat ingin bertemu denganmu (Lilo)
Nanti kita bertemu setelah aku berhenti berdarah (Nana)
Ayolah, sebentar saja. Aku ingin memelukmu (Lilo)
Nana tidak menjawab lagi, air mata mengalir deras dipipinya sambil membaca pesan dari Lilo. Rasanya berbeda dari sebelumnya, hati Nana menjadi lebih sensitif.
"Kak Nana, kau menangis lagi?" Bella datang ke meja Nana dan Nana langsung memeluknya.
"Aku tak tahu kenapa tapi setiap aku mengingat suamiku, aku terus menangis" Nana menceritakan sedikit masalahnya.
"Sudah sudah kak, jangan menangis lagi. Ada aku disini"
"Aku juga sepertinya sedang stress, kemarin sore aku berdarah dan tadi pagi aku sudah tidak berdarah sama sekali"
"Apa kau pernah seperti itu sebelumnya?" Nana mengingat-ingat.
"Sepertinya belum pernah"
"Kau harus memeriksakannya kak, aku takut kau terkena penyakit serius" Bella malah membuat Nana takut.
❤❤❤
Lilo pulang ke rumah dengan perasaan hampa. Lana sedang berada diruang tamu sambil memainkan ponselnya.
"Mana beruang itu?" Lana mencari keberadaan Panda.
"Sudah pulang" Lilo menjawab dengan nada sedih.
"Apa kau sedih karna ditinggal pulang oleh sang beruang?" Lana heran.
"Kau ini, aku sedih karna tidak bertemu istriku dari pagi. Ia berangkat sangat pagi dan malam ini ia menginap dirumah ibunya"
"Kenapa kau ingin menemuinya? Biasanya kan kalian bertemu setiap hari, hanya sesekali saja kau sudah berlebihan begitu Kak" Lana menjawab asal.
"Aku tak tahu, tapi hati kosong saat ia tak ada" Lilo bertambah sedih. Lana menengok ke arah Lilo.
"Itu artinya kau merindukan istrimu, apa kau sudah mengatakan padanya kalau kau rindu?"
__ADS_1
"Rindu? Apa itu? Apakah itu sebuah judul lagu?" Lilo terlihat bingung. Lana menepuk keningnya melihat tingkah laku kakaknya.
"Rindu kak, perasaan ingin bertemu, ingin memeluk, ingin melihat wajah orang yang dicintai.
Eeeh kakak benar-benar sudah mencintai kakak ipar? Huh gagal sudah keinginanku untuk memisahkan kalian"
"Cinta? Aku mencintai istriku?"
"Apa kau pernah cemburu padanya?"
"Cemburu?"
"Iyaaa, seperti kau tidak mau ia didekati pria lain dan kau melarangnya dekat dengan pria lain"
"Aku melarangnya dekat dengan Miko, namun aku pikir itu karna aku takut istriku lebih suka bersahabat dengannya dari pada denganku" Lana menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Kakaaaak!! Kau ini tampan, sukses dan kaya tetapi sangat bodoh tentang percintaan!!" Lana kesal melihat Lilo.
"Seharusnya kau lebih tahu mengapa aku seperti ini"
Masa muda Lilo hanya dijalani dengan belajar dan bekerja, ia menyelesaikan kuliah S2nya usia 23 tahun dan langsung memegang jabatan strategis diperusahaan ayahnya. Lilo belajar banyak hal dan fokus pada bisnis ayahnya, dan puncaknya adalah saat sang ayah jatuh sakit lalu meninggal.
Lilo tak punya waktu dan pikiran selain kepada pekerjaan dan keluarganya. Ia bertanggung jawab atas Mami dan Lana, adiknya.
"Iya iyaa maafkan aku Kakakku yang tampan" Lana tersenyum terpaksa untuk Lilo.
"Apakah Nana tahu kalau aku mencintainya?"
"Mana aku tahu, kau lah yang harus memastikannya. Katakan bahwa kau rindu padanya, kau cemburu saat kakak ipar sedang bersama pria lain dan kau bilang bahwa kau mencintainya"
"Apa istriku akan senang?"
"Ya tentu saja, hmmm aku penasaran satu hal"
"Apa?"
"Apa kau tidak pernah memanggil nama kakak ipar?" Lilo berpikir sejenak.
"Sepertinya tidak, apa pentingnya?" Lana memukul paha kakaknya keras.
"Itu sangat penting Kak, dia akan merasa dikenali sebagai dirinya sendiri bila kau menyebut namanya" Lana menyesali kebodohkan Kakaknya.
"Begitukah? Kenapa aku tak pernah berpikir seperti itu ya" Lilo menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
__ADS_1
"Itu karna kakak bodoh dalam hal percintaan. Tunggu, apa kakak mengatakan sesuatu yang membuat kakak ipar marah?"
"Tidak, tadi malam aku hanya tidak tidur dengannya hanya karna ia berdarah. Itu saja" Lana menangis dalam hati meratapi kepolosan Kakaknya.