Tuan Muda Yang Tampan

Tuan Muda Yang Tampan
Terasa Sepi


__ADS_3

Tok tok tok


Pintu kamar Lilo diketuk oleh Panda, Lilo terbangun dari tidurnya. Ia melangkahkan kakinya dengan lunglai menuju pintu.


"Selamat pagi tuan muda, hari ini kita akan ada meeting dengan group BPA mengenai kontrak kerjasama"


"Masih terlalu pagi untuk membicarakan pekerjaan"


"Maaf tuan tapi sekarang sudah pukul 8.30" Panda melihat jam yang ada ditangannya. Lilo tersentak, ia segera masuk ke kamar mandi. Dalam waktu 10 menit Lilo dan Panda sudah berada didalam perjalanan menuju kantor.


"Apa kau sempat bertemu istriku?"


"Iya tuan, bahkan ia sempat memberikan kotak makan kepada saya"


"Apakah itu untukku?"


"Tidak tuan, nona muda mengatakan bekal ini untuk saya"


"Dan dia hanya memberikan satu padamu?" Lilo menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Apa istriku menitipkan pesan untukku?"


"Seingat saya tidak tuan"


"Coba kau ingat lagi"


"Oia tuan, nona muda berkata makan bekalmu dan jangan berikan kepada tuan mudamu. Kira-kira seperti itu tuan" Lilo bingung, sikap Nana berubah. Kejadian semalam membuat hari ini terasa sangat sepi dan dingin.


"Apakah istriku terlihat sedih pagi ini?" Lilo bertanya dengan sedikit berbisik.


"Tidak tua, nona tersenyum manis seperti biasanya"


Lilo lega mendengar jawaban Panda, namun ada perasaan kesal saat Panda mengatakan istrinya manis.


"Baiklah, nanti siang jemput istriku, katakan padanya untuk makan siang dikantorku"

__ADS_1


❤❤❤


Nana sangat sibuk hari ini, ia membuat rencana penjualan dan promosi sekaligus. Ia juga diminta bertemu dengan klien bersama managernya siang ini.


"Kau sudah siap Nana?"


"Sudah bu, berkas juga sudah siap semua. Semoga presentasi hari ini lancar dan kita bekerja sama dengan perusahaan besar itu"


"Ya kita semua berharap yang terbaik"


Nana dan managernya berangkat menggunakan mobil kantor. Mereka berhenti disalah satu perusahaan besar yang ada dikotanya.


"Kau jangan gugup, presentasi ini sangat mempengaruhi kerja sama kita nanti"


"Baik pak, saya sudah menguasai materi yang bapak berikan"


"Kau memang hebat Nana, tidak heran kau sangat disayangi oleh banyak orang dikantor" sang manager memuji Nana.


Tiiiing... lift berhenti di lantai 7, Nana dan managernya melangkah mantap menuju ruang meeting.


Langkahnya terhenti melihat Lilo dan Miko keluar dari ruangan meeting lain sambil berjabatan tangan. Nana segera masuk ke ruang meeting itu takut mereka melihatnya.


"Aku tidak apa-apa pak"


Seorang office boy masuk ke dalam ruang meeting membawakan dua cangkir kopi. Nana dan managernya menunggu cukup lama didalam ruang meeting, karna memang mereka datang lebih cepat dari waktu yang ditentukan. Nana tidak sengaja menyenggol cangkir itu dan mengenai orang yang akan masuk ke dalam.


"Nana kau sangat ceroboh, lihat itu kau mengenai pemilik perusahaan ini!!" Manager itu memarahi Nana.


"Lancang sekali kau memarahi istriku!" Nana melihat ke arah sang pemilik perusahaan, ternyata pemilik perusahaan itu adalah yang juga sang pemilik hatinya.


Pak manager ciut, ia tak menyangka pemilik perusahaan itu adalah suami Nana.


"Ma ma maafkan saya tuan" pak manager tertunduk.


"Kau tak apa-apa?" Nana mengambil tissue dari tasnya mengelap kemeja Lilo.

__ADS_1


Lilo memandang Nana yang sibuk mengelap kemejanya, ia menangkap tangan Nana dan menariknya ke dalam ruangannya.


"Kenapa kau tidak membawakan aku bekal seperti Panda?"


❤❤❤


Sikap Nana belum berubah, ia bersikap dingin kepada Lilo. Bahkan Nana menolak berbicara dengan Lilo, ada saja alasan untuk menolak Lilo secara halus.


"Bagaimana kalau kita makan es krim?" Lilo mencoba membujuk Nana. Nana menggeleng.


"Makan burger?" Nana kembali menggeleng.


"Nonton di bioskop?" Nana yang sedang memasang seprai dikamar Lilo melihat ke arah suaminya.


"Bersikaplah tidak peduli seperti pertama kali aku datang" Nana mengalihkan lagi pandangannya malas.


"Bagaimana sikapku saat itu?" Lilo mendekati Nana, Ia memeluk Nana dari belakang.


"Jangan menyentuhku, aku sedang tidak ingin kau dekati" Nana menggoyangkan tubuhnya, ingin Lilo melepaskan pelukannya.


Lilo menambah erat pelukannya.


"Aku benar-benar sedang menjaga hatiku, kau yang mengatakan untukku agar tidak jatuh cinta padamu bila aku tidak ingin patah hati. Ayo lah kita bersikap seperti awal kita menikah"


"Kau tahu bahwa setiap hari terasa sepi saat kau mulai menjauhiku" Lilo membenamkan wajahnya dipunggung Nana. Nana diam.


"Benarkah?"


"Ya, aku menganggap permintaanmu untuk bersahabat adalah sebuah lelucon dan aku memainkan peranku sebagai sahabatmu. Awalnya aku merasa ini seperti permainan yang lucu saat bisa melihat wajah cemberut dan kesal dari wajahmu.


Namun saat kau melarangku melakukan peranku itu mengapa rasanya berbeda, aku tidak dapat kembali kepada diriku sendiri. Bahkan saat kau menangis dadaku terasa sesak" Lilo berkata dengan jujur.


"Apakah sakitnya seperti kau merasa ada yang kosong didalam sini?" Nana membalikan tubuhnya, menunjuk ke arah hati Lilo. Lilo mengangguk. Nana membalas pelukan Lilo.


"Baiklah maafkan aku, mari bersahabat dengan baik dan tidak memikirkan tentang cinta" Nana mengiklaskan perasaannya, Ia tak mau membuat Lilo sedih.

__ADS_1


"Mungkin aku akan berusaha melupakan perasaanku dan kita bisa bersahabat seperti biasa" Lilo menggeleng.


"Baiklah, apa sekarang aku bisa menjalankan kewajibanku sebagai suami?"


__ADS_2