Tuan Muda Yang Tampan

Tuan Muda Yang Tampan
Dia Kembali


__ADS_3

"Baik meeting hari ini cukup sampai disini, semoga harapan kita semua untuk mencapai target yang diinginkan oleh perusahaan bisa tercapai" Manager Nana menutup rapat divisi marketing siang itu.


Semua orang kembali ke mejanya masing-masing. Nana sudah kembali beraktifitas dikantornya, ini sudah hari ketiganya.


"Ka Nana selamat ya atas pernikahannya, sayang sekali pernikahanmu bersamaan dengan hari pernikahan kakakku" Bella salah satu bagian administrasi divisi marketing menyapa Nana.


"Tidak apa-apa Bella, tapi kenapa aku baru melihatmu hari ini?"


"Aku baru hari ini masuk ka, kemarin aku sakit jadi baru hari ini aku boleh masuk kantor oleh dokter


Sekarang sudah waktunya makan siang, yuk kita keluar untuk makan"


Bella dan Nana memang sedikit akrab dibandingkan dengan teman-teman Nana yang lain. Bella adalah anak baru dikantor Nana, baru 6 bulan bekerja.


"Ka Nana mau makan apa?"


"Kita makan Bebek peking waktu itu yuk, aku akan mentraktir kamu hari ini"


"Kenapa ka Nana mau traktir aku?"


"Ya karna kau tidak bisa hadir dipesta pernikahanku, padahal disana banyak sekali makanan enak"


"Apakah benar suami ka Nana sangat tampan?


Buukk


Terdengar suara barang jatuh dari belakang Nana dan Bella.


"Pernikahan? Suami? Apa benar kau sudah menikah Nana?"


"Miko...?"


*** 123 ***


Lilo keluar dari mobilnya, ia sudah kembali dari Kota F dan masuk ke kantornya dikota tempat ia tinggal.


"Semua sudah beres, kita bisa mulai mengatur strategi pemasaran produk terbaru kita tuan muda" Panda memulai pembicaraan.


"Apakah ada meeting hari ini?"


"Ada meeting bersama perusahaan JB group dan BPA group siang ini tuan, namun untuk perusahaan JB group sudah di handle oleh para manager"

__ADS_1


"Baik, aku akan bersiap untuk meeting dengan BPA group. Dimana kita akan bertemu dengan mereka?"


"Di restauran Duck Queen tuan muda"


"Baik, siapkan mobil. Kita akan segera ke sana"


Panda menyetir mobil dengan hati-hati, dan berhenti didepan sebuah restauran. Panda melihat Nana sedang makan di sana dengan seorang wanita.


"Mungkin nona muda sedang makan siang dengan teman kantornya" pikir Panda.


Lilo masuk ke dalam restauran itu dan menuju ruang private yang memang dipesan khusus untuk meeting. Lilo tidak menyadari Nana ada di sana.


"Selamat datang tuan Lilo, perkenalkan saya Miko Wijaya dari group BPA"


Lilo dan Miko saling menundukan kepalanya.


"Saya dengar tuan Lilo baru pulang dari Kota F"


"Ya benar, gudang diperusahaan saya terbakar dan ada beberapa hal yang harus di selesaikan disana"


"Baik, bagaimana bila kita mulai meetingnya"


Lilo mengangguk dan mereka berada dalam perbincangan yang sangat serius.


*** 123 ***


"Kenapa aku semangat sekali" Nana bergumam,


"Ya sudah lah anggap saja ini hadiah dariku untuknya yang sudah bekerja keras" Nana membuat alasan untuk dirinya sendiri.


Cekreeekkk


Pintu kamar terbuka, Lilo masuk ke dalam.


"Selamat datang" Nana menyambut Lilo dengan senyuman termanisnya.


Lilo diam saja, ia langsung merebahkan dirinya di sofa.


"Apa kau ingin langsung mandi?" Lilo mengangguk. Nana segera menyiapkan air mandi untuk suaminya.


"Aku bahkan lupa sudah memiliki istri" Lilo bergumam dalam hati.

__ADS_1


"Air mandi sudah siap" Lilo beranjak dari tempat ia duduk, menuju kamar mandi.


"Tolong gosokan punggungku"


Nana terhenyak sebentar.


"Kau bisa menggosokan punggungku?!!" Lilo mengeraskan suaranya.


"Eeeh iya aku bisa"


Nana menunggu Lilo masuk kedalam bathup,Nana memberanikan diri masuk ke dalam kamar mandi. Ia menutup pandangannya dengan telapak tangan menuju belakang Lilo.


Lilo memposisikan punggungnya tegak agar Nana mudah untuk menggosoknya, Nana menggosok punggung Lilo perlahan-lahan. Dilihatnya tengkuk Lilo yang jenjang, Nana jadi ingin membelainya. Nana terbuai dan membelai tengkuk Lilo.


"Kau ingin menggodaku sekarang?" Lilo membangunkan Nana dari khayalannya.


"Tentu saja tidak, kau ini sangat besar kepala!!! " Nana bangun dari duduknya, karena kesal dan malu dia cepat-cepat berjalan menuju pintu keluar namun ia terpeleset dan...


Byuuuuur...


*** 123 ***


"Bagaimana Nana bisa menikah secepat itu? Bahkan aku tidak sampai sebulan berada di Negara x" Miko memikirkan pembicaraan Nana dengannya tadi siang.


* Flashback siang tadi *


"Pernikahan? Suami? Apa benar kau sudah menikah Nana?"


"Miko?"


"Kenapa kau tidak mengatakannya padaku?"


"Ma maafkan aku Miko tapi pernikahanku memang sedikit terburu-buru karna ibuku yang menginginkannya"


"Tapi aku..." Miko menghentikan perkataannya, Miko belum sempat mengutarakan perasaannya pada Nana sahabatnya semenjak kecil.


Miko dan Nana berteman karena mereka tinggal dilingkungan yang sama. Miko pindah saat SMA dan masih menjaga komunikasi dengan Nana. Namun karna Miko berada di Kota G yang cukup jauh dari kediaman Nana saat itu maka Nana belum sempat memperkenalkanya dengan dua sahabatnya Amel dan Kinan. Sebelum ke negara x Miko sempat menghubungi Nana, namun mereka lost contact saat Miko ada di negara x.


"Miko, ayok kita makan bersama. Aku akan mentraktir mu, sebagai ucapan maaf tidak mengundangmu ke acara pernikahanku"


"Maaf Nana aku tidak bisa, aku akan meeting bersama kolegaku disini. Kau tidak mengganti nomormu kan? Nanti aku akan menghubungi mu"

__ADS_1


"Oke aku tunggu yaa, aku masuk duluan"


__ADS_2