Tuan Muda Yang Tampan

Tuan Muda Yang Tampan
Kepergian Bella #2


__ADS_3

"Aku mencari tahu mengenai apa benar kau akan pergi, ternyata benar hari ini kau akan berangkat. Kenapa kau berbohong?"


Bella terdiam, Billy dan Tita sedikit menyingkir mereka takut mengganggu pembicaraan Bella.


"Aku aku..." Bella gugup.


"Apa kau takut aku tidak peduli padamu?"


Bella terdiam, ia menahan air matanya yang akan menetes.


"Kemarin sangat menyenangkan, aku belum sempat mengucapkan terima kasih padamu" kata Panda lagi.


Bella tersenyum menahan sesak di dadanya, air mata sudah membanjiri pelupuk matanya.


"Ini aku berikan kau jimat keberuntungan, aku mendapatkannya dari nona muda, tapi sepertinya kau lebih membutuhkannya" Bella menerima pemberian Panda, air matanya jatuh mengenai jimat itu.


"Apakah kau menangis?" Panda menunduk ingin melihat wajah Bella yang dari tadi menunduk. Bella hanya menggeleng, ia takut suaranya terdengar parau karna menangis.


"Sudah jangan menangis, aku meminta ijin kepada tuan muda untuk menemanimu hari ini sampai kau naik pesawat" Panda tersenyum.


Bella mengangkat wajahnya, air mata sudah membanjiri wajahnya. Panda mengusap air mata Bella dan mencubit pipi sahabatnya itu. Tanpa pikir panjang Bella langsung memeluk Panda.


"Terima kasih sudah datang" Ia memeluk Panda dengan erat.


♥️♥️♥️


Lilo memberitahu Nana bahwa Bella akan berangkat hari ini, Nana sangat terkejut dan ingin menyusul Bella ke Bandara. Namun Lilo melarangnya. Akhirnya Nana hanya menelpon Bella.


"Kenapa kau berbohong padaku?" tanya Nana dengan nada lembut kepada Bella.


"Aku takut nanti menjadi ragu bila kau datang menemuiku disini Kak" Bella menjawab dengan suara parau, Panda duduk disebelahnya.


"Padahal aku sangat ingin bertemu denganmu sebelum kau berangkat" ucap Nana agak sedikit merengek.


"Maafkan aku kak, aku sudah membohongimu" Isak Bella.

__ADS_1


"Tidak apa-apa Bella, aku hanya mengkhawatirkan mu saja. Apakah disana kakakmu menemanimu?"


"Iya Kak, ada Kak Billy dan Kak Tita disini mengantarku. Dan Panda juga datang" Ucap Bella malu-malu.


"Syukurlah dia sudah datang" Nana menghela napas lega.


"Iya kak"


"Oke, kau ngobrol-ngobrol saja dulu dengannya ya. Aku tak mau mengganggumu Hihihi" Nana terkekeh.


"Sampai jumpa lagi Kak Nana"


"Ya sampai jumpa lagi, muaaah"


Nana menutup telponnya, kekhawatirannya menghilang setelah tahu ada Panda disamping Bella.


♥️♥️♥️


Billy penasaran dengan Panda, ia menghampiri Bella yang sedang duduk berdampingan dengan Panda. Mereka hanya diam saja.


"Ya, nama saya Panda tuan" Billy mengernyitkan keningnya, ia menatap Panda dengan heran.


"Apakah Bella yang memberimu nama itu?"


"Kakak, jangan bertanya begitu" Bella mulai paham maksud kakaknya, wajahnya memerah.


"Kau diam saja, biarkan aku bertanya padanya" Billy tak henti menatap Panda, Panda biasa saja tidak merasa risih dan aneh.


"Apakah dia ini Panda ketigamu atau dia Panda yang asli atau dia adalah Panda yang membuatmu memberikan nama Panda kepada kucing dan bonekamu atau..." Bella melotot kearah Billy. Billy masih cuek saja.


"Baiklah, katakan padaku bagaimana bisa kucing dan boneka itu bernama sama denganmu?" Billy bertanya lagi, Bella semakin melotot ke arah Billy. Billy mengabaikan Bella.


"Kucing? Apa maksudnya?" Panda bertanya heran.


"Ya, kuciing hmmppp...." Bella menutup paksa mulut Kakaknya, ia menarik tangan Kakaknya menjauh dari Panda.

__ADS_1


"Jangan bertanya yang aneh-aneh Kak" bisik Bella dengan kesal atas kecomelan Kakaknya.


"Aku hanya memastikan dia adalah manusia, bukan jelmaan kucing kecil dirumah" Billy menjawab enteng.


"Kakak!!" Bella mencubit perut Kakaknya.


♥️♥️♥️


Waktu keberangkatan Bella sudah tiba, ia memeluk Tita dan Billy. Panda hanya diam saja sambil melihat Bella berpamitan dengan kedua Kakaknya.


"Aku pergi ya" ucap Bella sambil tersenyum kepada Panda. Panda hanya mengangguk.


"Jagalah dirimu baik-baik disana, bila ada apa-apa kau bisa menelponku" ucap Panda membuat pipi Bella memerah.


"Apa kau akan datang untuk menemuiku bila aku menghubungimu?"


"Tergantung, bila tuan muda mengijinkan" Bella cemberut.


"Panda, aku sangat menyukaimu. Jangan bimbang dengan hatimu sendiri, bila kau menyukai nona muda itu menikahlah dengannya, aku sebagai sahabatmu akan mendoakan kebahagiaanmu" tutur Bella, ia memang sudah menyiapkan kata-kata itu untuk Panda.


"Ya, aku akan memikirkannya bila tidak sedang sibuk" jawab Panda datar.


"Panda, menundukkan. Aku ingin membisikan sesuatu padamu"


Panda mengikuti keinginan Bella, ia menunduk mendekatkan telinganya ke arah Bella.


Cupp...♥️


Bella mengambil kesempatan mencium pipi Panda, ia langsung membalikan badannya dan pergi meninggalkan Panda sambil melambaikan tangannya.


Panda memegang pipinya yang telah dicium oleh Bella lalu tersenyum tipis.


"Bila kita berjumpa lagi aku ingin kau sudah memantapkan hati mu Panda" Teriak Bella.


Panda hanya membalas Bella dengan lambaian tangannya.

__ADS_1


"Ya aku akan segera memastikannya" ucap Panda dalam hati.


__ADS_2