
Satu bulan kemudian. Di mana Danan datang bersama kedua orang tua nya ke rumah Nadine untuk mempertemukan kedua orang tua nya dengan keluarga Nadine dan sekaligus untuk melamar Nadine.
"Tuan Dino Sudjatmiko??" gumam Sultan saat mereka berada di rumah tinggal Nadine. Di mana tujuan mereka datang ke sana untuk melamar Nadine.
"Tuan Sultan!? Kalian??" sahut Dino Sudjatmiko dengan mata yang melebar sempurna lantaran terkejut. Dino Sudjatmiko tidak pernah menduga dan mengira bahwasanya orang tua Danan adalah Sultan dan Anita yang sangat dikenal oleh Dino Sudjatmiko. Demikian halnya Sultan dan Anura pun sangat terkejut ketika mengetahui bahwasanya Nadine itu merupakan putri dari Dino Sudjatmiko.
Nadine dan Danan sendiri saling pandang dengan wajah yang bengong melihat reaksi antara orang tua mereka.
"Ayah, sudah mengenal papa nya Danan dan mama nya Danan, yah?" tanya Nadine. Danan pun ikut bertanya kepada papa mama nya.
"Papa mama sudah mengenal ayah Nadine?" ucap Danan pelan.
Kini Dino Sudjatmiko menarik tangan Nadine supaya menjauh dari Danan.
"Ayah?! Ada apa ini?" tanya Nadine semakin tidak mengerti.
"Nadine, masuk ke kamar!? Mulai sekarang, kamu tidak boleh berhubungan lagi dengan Danan. Dan mulai detik ini kalian harus putus hubungan dan tidak ada lagi acara pertunangan maupun pernikahan diantara kamu dengan Danan," ucap Dino Sudjatmiko.
"Tapi kenapa, ayah?! Aku dan Danan saling mencintai," protes Nadine.
"Mila, bawa Nadine masuk ke kamarnya. Aku akan berbicara dengan tuan Sultan beserta keluarganya," ucap Dino Sudjatmiko.
"Tapi, ayah??! Aku harus tahu semua ini. Kenapa ayah tiba-tiba saja tidak mengijinkan aku berhubungan dengan Danan. Padahal sebelumnya ayah sangat setuju dan mendukung hubungan ku dengan Danan," kata Nadine.
"Cukup Nadine! Jangan banyak membantah apa kata ayah! Masuk ke dalam kamar kamu! Cepat Mila, bawa putri kamu ke kamar sekarang juga!?" ucap Dino.
"Baik, mas!?" sahut Mila. Mila si mama tiri Nadine segera mengajak Nadine ke dalam kamarnya. Nadine mau tidak mau mengikuti semua perintah dari ayahnya. Walaupun dalam benaknya saat ini bertanya-tanya kenapa tiba-tiba saja ayahnya berubah pikiran.
"Silahkan duduk, tuan Sultan dan nyonya Anura!" kata Dino Sudjatmiko akhirnya mulai melunak. Sultan dan Anura berusaha tenang dengan segala situasi dan masalah yang terjadi sekarang ini.
"Danan, duduklah!" sambung Dino Sudjatmiko. Kini Sultan dan Anura menarik nafasnya pelan-pelan berusaha tetap tenang.
__ADS_1
"Tuan Dino Sudjatmiko!? Aku pikir kita sudah tua. Apakah kita harus saling dendam dengan masa lalu kita? Jangan lagi putra ku dan putri kamu menjadi korban atas permasalahan masa lalu kita. Mereka sudah saling mencintai. Danan dan Nadine sudah saling berhubungan dan berpacaran lama. Apakah kamu tega membiarkan mereka putus hubungan hanya karena kamu egois dengan menyangkut pautkan masalah masa lalu?" kata Sultan panjang lebar.
Sultan menebak Dino Sudjatmiko tiba-tiba tidak menyetujui hubungan dengan Danan dan Nadine setelah mengetahui bahwa orang tua Danan adalah dirinya. Dimana Sultan dan Dino Sudjatmiko dahulunya pernah saling bermusuhan karena merebutkan Anura.
"Sebenarnya saya sudah melupakan permasalahan itu, tuan Sultan! Lagi pula kita sudah sama sama tua. Namun alasan saya tidak merestui hubungan Danan dengan Nadine sebenarnya bukan permasalahan masa lalu. Namun ini lebih rumit dari apa yang tuan Sultan pikirkan," kata Dino Sudjatmiko.
Anura dan Sultan mengerutkan dahinya mendengar kata-kata Dino Sudjatmiko.
"Maksudnya? Saya tidak paham apa maksud tuan Dino," sahut tuan Sultan.
"Saya sulit untuk mengatakan nya. Tapi saya harus jujur mengatakan ini semua nya. Bagaimana kalau kita berbicara empat mata terlebih dahulu tuan Sultan," kata Dino Sudjatmiko.
"Kenapa? Istri ku dan Danan bukan siapa-siapa bagi saya. Lebih baik tuan Dino mengatakan dan mengutarakan semua nya di sini saja. Lagipula supaya Danan juga mengetahui alasannya kenapa tuan Dino jadi berubah pikiran untuk merestui hubungan Danan dengan Nadine," ucap Sultan.
Cukup lama Dino terdiam. Dia sangat takut untuk menyampaikan kebenaran nya. Dimana dulu, dialah yang menyuruh seseorang untuk membawa lari atau menculik Nadine saat masih bayi merah. Jika dirinya mengatakan kebenarannya, apakah Sultan dan Anura mau memaafkan dirinya. Dan ditambah Dino akan kehilangan Nadine. Dimana dirinya sudah sangat menyayangi Nadine seperti anaknya sendiri. Karena sejak bayi dirinya lah yang membesarkan Nadine sampai dirinya memutuskan bersembunyi dan pindah ke luar negeri.
"Saya akan mengatakan kebenarannya, tuan Sultan. Apapun resikonya, saya sudah siap menanggung nya. Saya sudah cukup tua. Saya tidak ingin menyembunyikan kebenaran ini," ucap Dino Sudjatmiko.
"Nadine sebenarnya bukanlah putri kandung saya. Nadine adalah bayi merah yang sudah kami culik saat masih di rumah sakit dua puluh tahun yang lalu," kata Dino Sudjatmiko.
"Apa?" Danan, Sultan dan Anura tentu saja terkejut mendengar pengakuan dari Dino.
"Katakan, siapa orang tua Nadine!?" tanya Sultan dengan menggertak gigi nya.
"Kak Dino!!? Siapa ibu kandung Nadine?" sahut Anura mulai merasa sesak dada nya.
"Om, dimana orang tua kandung Nadine, om?" tanya Danan ikut bertanya-tanya.
"Nadine sejatinya adalah putri anda tuan Sultan!?" ucap Dino Sudjatmiko.
"Apa??!" Danan, Sultan dan Anura tentu saja dibuat syok. Di balik pintu kamar Nadine, Nadine dan Mila ikut mencuri dengar semua pengakuan dari Dino, ayahnya.
__ADS_1
"Kurang ajar kamu Dino!? Ternyata kamulah yang menculik putri kami!?" kata Sultan yang dengan amarah dan emosi nya memukul muka Dino tanpa ampun.
Dino tanpa perlawanan membiarkan Sultan melampiaskan kekesalannya. Dimana bertahun-tahun Sultan beserta keluarga nya mencari putri nya yang hilang ternyata putri nya telah diculik dan disembunyikan oleh Dino dan dibawa kabur ke luar negeri.
"Papa, cukup!?" Danan berusaha menghentikan papa nya memukuli Dino. Anura menangis antara tangis bahagia karena bisa menemukan putrinya yang hilang.
"Sekarang aku tahu, kenapa aku dan Nadine tidak boleh menikah dan meneruskan hubungan ini. Ternyata Nadine adalah adik ku. Tapi kenapa?? Kenapa aku harus jatuh cinta pada adikku sendiri??" ucap Danan yang kini menunduk kepalanya lantaran merasakan kesedihan itu.
"Danan, sayang!? Kamu pasti bisa memupus perasaan itu. Nadine adalah adik kamu. Kalian tidak boleh berhubungan dan menjalin kasih antara pria dan wanita," ucap Anura seraya mengusap bahu Danan yang berguncang karena menangis.
Sedangkan di dalam kamar Nadine juga tidak kalah menangis dan bersedih dengan kenyataan dan kebenaran itu. Ternyata Danan adalah kakak kandung nya.
"Aku tidak percaya!!? Om Dino sudah membohongi kita, pa ma!? Nadine bukan putri papa mama yang hilang," ucap Danan yang berusaha menolak kenyataan itu.
"Tidak, Danan! Om berkata jujur. Demi Tuhan, Nadine adalah adik kamu. Dia adalah putri dari tuan Sultan dengan nyonya Anura," kata Dino.
*****
Waktu akan mengobati hati kita yang kecewa. Waktu akan membantu kita melewati kesedihan dan memupus rasa cinta. Demikian halnya waktu lah yang akan mengantarkan kita ketemu dengan kebahagiaan kita. Iya, suatu saat nanti kita akan menemukan takdir kita. Seseorang yang akan mendampingi kita sampai maut memisahkan kita.
T
A
M
A
T
⭐⭐⭐⭐⭐
__ADS_1