Unlimited Love

Unlimited Love
40. "Siapa yang memasak nasi goreng ini?"


__ADS_3

Seorang anak kecil berjalan di sebuah tempat asing. Di sebuah ruangan yang terang dan terlihat beberapa kotak kardus yang masih rapi berjejeran di rak yang tinggi dan besar di sepanjang ruangan yang ia lewati.


Ia berjalan-jalan hingga sampai di sebuah pintu yang terbuka dengan lebar. Ia mengintip ke dalam secara perlahan. Anak kecil tersebut berdiri di depan pintu yang berhembus udara yang sangat dingin.


"Hallo.." teriak anak kecil tersebut sembari melihat ke kanan dan kirinya.


Ia meneguk salivanya, perlahan masuk dengan ragu ke dalam ruangan yang cukup dingin tersebut. Ia masuk begitu saja dan melihat kotak-kotak seperti wadah sesuatu berjejeran dengan rapi.


Ia terus masuk dan tak sadar pintu tertutup ketika ia kembali untuk keluar dari ruangan dingin tersebut. Ia mencoba untuk membukanya namun tidak mungkin anak kecil berumur 8 tahun itu mampu menarik pintu yang terbuat dari stainless tersebut.


"Toloong... Tolong...." Teriaknya ketakutan namun, tidak ada seorangpun yang ada di luar ruangan tersebut.


"Hiks.. tolong aku... Tolong ..."


Anak itu terus meminta tolong sembari menangis ketakutan. Merasa pintu itu sangat dingin ia pun melepaskannya dan hanya berteriak dari dalam.


"Hallo, apa ada yang mendengar ku? Aku mohon.. tolong aku....hiks.. tolong..."


Tak ada yang datang selama setengah jam dan ruangan semakin dingin. Anak tersebut semakin lemas dan hampir pingsan. Ia duduk di samping pintu keluar sembari memeluk kakinya untuk mencoba menghangatkan dirinya. Dia tidak henti-hentinya berteriak. Ia mencoba kembali berdiri, dan menggedor gedor pintu yang dingin. Hingga beberapa saat, tiba-tiba ia lemas dan pingsan.


*****


"Hah.. hah.. hah.. mimpi apa lagi itu?"


Flova terbangun dari tidurnya. Ia pun menyalakan lampu utama dan melihat jam dinding yang menunjukkan pukul 05.40 pagi. Ia mengusap lengannya sembari bergidik kedinginan.


"Huuh.. Kenapa dingin sekali? Sepertinya tadi malam sudah aku kecilkan suhu AC-nya."


Ia pun mengambil remote control AC dan mematikan AC di dalam kamarnya. Ia langsung bangun dan meninggalkan kamarnya.


Di hari Minggu ini, ia bangun lebih awal karena Kai mengadakan liburan bersama dengan keluarga Desta sesuai dengan perjanjian yang Kai dan Tuan Luiz sepakati sebelumnya.


Mereka sepakat untuk pergi ke Dufan bersama. Flova dengan sepakat bersama nyonya Giana pun memutuskan untuk membawa desert ringan untuk dimakan bersama.


Flova dengan semangat di dapur di bantu dengan ibu Surti menyiapkan sarapan serta membuat kue untuk bekal yang akan ia bawa nanti. Sarapan yang pagi ini dia buat hanyalah nasi goreng dengan tambahan telur dadar di atasnya.

__ADS_1


Hanya butuh waktu setengah jam ia menggorengnya dengan bantuan bi Surti, sehingga sarapan yang ia buat cepat terselesaikan.


Flova lekas naik ke kamar Alena untuk membangunkannya. Alena yang enggan untuk bangun pun akhirnya Flova gendong. Ia membawanya terlebih dahulu dan masuk ke kamar Kai yang sudah duduk di tepi ranjang.


"Oh.. kau sudah bangun. Turunlah, sarapan sudah siap."


Kai mengangguk dan menyusulnya keluar. Alena membuka lebar kedua tangannya kepada Kai dan meminumnya untuk beralih gendongan. Kai yang paham pun langsung menerima Alena dan memutuskan untuk turun bersama.


Sarapan sudah di sajikan di piring mereka masing-masing. Kai mendudukkan Alena di tempatnya seperti biasa dan terletak dekat di sampingnya, baru Flova di paling pinggir.


Kai langsung melahap makanan yang ada di depannya. Ia sempat berhenti sejenak saat akan mengunyah nasi goreng yang sedang di makannya. Matanya pun juga ikut terbelalak ketika nasi goreng itu menyentuh lidahnya. Alena yang melihat Kai terdiam menepuk lengan Kai untuk membangunkannya dari lamunannya.


"Ayah, kenapa diam seperti itu?"


"Ini sangat enak. Siapa yang memasak nasi goreng ini?" Tanya Kai sembari melihat bi Surti.


"Nona Flova yang memasak tuan." Jawab bi Surti.


Orang yang di sebutkan bi Surti langsung di tatap oleh Kai, namun sang pelaku yang memasak nasi goreng tersebut hanya membuang wajahnya cuek dan tetap menikmati sarapannya.


"Kenapa ayah melihat bunda seperti itu?"


"Benar, walaupun hanya nasi goreng, tetapi ini adalah nasi goreng yang paling istimewa. Benar kan ayah?"


Kai mengangguk dan menikmati nasi goreng tersebut hingga habis tak tersisa. Alena yang melihatnya pun tak percaya ia begitu cepat menghabiskan nasi goreng buatannya.


"Mulai besok dan seterusnya buatkan sarapan nasi goreng lagi untuk kita semua. Jangan sampai kau menolaknya. Setelah ini kita harus bersiap untuk pergi ke Dufan."


Alena dan Flova mengangguk. Alena dengan cepat mengunyah dan memakan nasi goreng yang masih ada di piringnya. Selepasnya, Flova langsung membantu Alena bersiap.


Usai mereka bertiga siap, mereka langsung turun ke bawah. Kai menaruh kue Flova dengan baik di kursi belakang serta beberapa camilan ringan lainnya yang Kai letakkan di bagasi mobil bagian belakangnya.


Tak lama, keluarga Desta pun mampir untuk menghampiri mereka yang akan segera berangkat. Ibu Desta lebih dulu turun dan melihat kekaguman keluarga Alena yang menggunakan baju seragam berwarna hitam dan terdapat logo singkatan "Kalva" yang berarti Kai, Alena dan Flova terdapat di dada sebelah kanan mereka.


"Wah.. wah.. kalian sangat kompak sekali." Puji ibu Desta.

__ADS_1


"Terimakasih Bu. Ini semua permintaan Alena. Saya bahkan tidak tau kapan dia menyiapkannya." Jawab Flova.


Alena yang mendengarnya pun hanya tersenyum sembari mengingat kejadian lima hari yang lalu.


Flashback On


"Kak Nehra, aku pengen bikin baju keluarga khusus untuk keluarga Alena. Kakak bis bantu membuatkannya kan?" Pinta Alena di saat Nehra bermain dengannya di ruang bermain kantor Kai.


"Tentu saja, memangnya untuk apa?"


"Kami akan pergi liburan dengan keluarga Desta, om bantu bikinkan bajunya yah. Nanti Alena kasih tau papa buat bayar bajunya nanti setelah baju itu jadi, bagaimana?"


"Baiklah, demi Alena kakak akan buatkan."


Nehra mengetuk hidung Alena pelan sembari terkekeh dan kembali melanjutkan permainan menyusun balok bersama dengannya.


FLASHBACK OFF


Alena tersenyum mengingat hal tersebut sembari pakaian yang sangat cocok untuk mereka pakai hari ini. Seseorang juga datang ke kediaman Kai dengan baju santai. Dua orang tersebut membuat semua orang kebingungan.


"Kalian juga datang?" Tanya Flova dengan tatapan senang.


"Yah, kalau bukan demi Alena dan Desta sebenarnya aku enggan untuk datang, tetapi karena permohonan mereka aku datang ke sini bersama pria playboy ini." Ucapnya ketus sembari memelototi Nehra.


Nehra hanya tersenyum dan kemudian mengeluarkan kamera yang ia bawa di dalam tasnya.


"Yaps.. kami di tunjuk ke sini oleh nona muda Alena dan tuan mudan Desta untuk memotret kebersamaan kalian di lokasi yang akan kalian kunjungi, dan tentu saja ada tagihannya. Benar Alena?"


Alena mengangguk di saat Nehra menunjuknya. Flova hanya menepuk jidatnya dan mengusap wajahnya kasar.


"Baiklah, aku sudah tau semuanya. Lebih baik kita berangkat agar tidak membuang-buang waktu di sini." Jawab Kai dan diangguki oleh semua orang di sana.


"Papa, aku naik mobil bersama Alena ya."


"Kalau begitu, nona Flova dan Tuan Nehra bisa naik mobil kami saja, agar tidak terlalu banyak kendaraan yang harus kita bawa." Jawab papa Desta dan diangguki setuju oleh mereka.

__ADS_1


Dan merekapun lekas berangkat dari kediaman Kai langsung menuju ke lokasi utama dan satu-satunya yang akan mereka datangi hari itu juga.


//**//


__ADS_2