Unlimited Love

Unlimited Love
89. Konferensi Pers


__ADS_3

Kai hanya mendengarkan pembicaraan panjang Nehra sepanjang waktu sembari menatap berkas dan bukti-bukti yang ada di depan meja kerjanya.


“Lalu, dimana memori kamera dasbor itu?” tanya Kai.


Nehra hanya menggelengkan kepalanya dan menunduk.


“Ayah tidak memberikannya kepadaku. Kita harus mengumpulkan semua bukti-bukti yang benar-benar akurat.”


Kai pun terdiam sejenak. “Konferensi pers itu tepat di adakan pada hari dimana Alena sedang mengadakan tour sekolah.”


“Jadi kau tidak menghadirinya?”


“Aku akan menghadiri keduanya. Nehra, aku titipkan berkas-berkas ini kepadamu. Aku yakin, Tuan Nuan pasti tidak akan tinggal diam setelah konferensi pers itu terjadi.” ucapnya dengan penuh keyakinan.


*****


Tiba saatnya dimana liburan sekolah Alena berlangsung. Para siswa dan wali murid tengah bersiap menaiki bus masing-masing.


Desta dan Alena terlebih dahulu masuk ke dalam bus dan memilih duduk bersama. Kebetulan ayah Desta sedang dinas ke luar negeri dan ibunya tengah menjaga sang nenek di kampung masa kecilnya. Tugas Flova pun menjadi sangat sibuk karena ia juga harus menjaga dua anak kecil di waktu yang bersamaan.


Desta terlihat murung di saat ia duduk di samping Alena. Desta terus menerus melihat ke arah luar melalui jendela. Alena yang ada di sampingnya pun turut sedih melihatnya. Alena yang bingung pun akhirnya memanggil Flova yang tengah kesulitan mengangkat barang bawaannya dan barang bawaan Desta.


“Bunda?”


“Iya..” jawabnya yang kemudian duduk di kursi belakangnya.


Flova pun menatap Alena yang hanya menunjuk-nunjuk Desta. Flova pun melihat Desta yang hanya menghela nafas panjang. Flova pun lekas berdiri dan duduk di samping Desta sembari memangku Alena.


“Desta...” panggil Flova namun Desta tidak menjawab sama sekali.


Tanpa berfikir panjang pun Flova mengambil handphone nya lalu memberikannya kepada Desta.


“Ini, lihatlah.”


Desta menengok secara perlahan. Matanya terbelalak melihat ibunya yang meneleponnya.


“Hallo Desta.” Panggil sang ibu di seberang.

__ADS_1


“Mama?”


”Hallo sayang, maaf ya mama tidak bisa hadir di sana, karena nenek sedang sakit di sini, dan mama minta maaf karena harus mendadak meninggalkan Desta sendirian.”


“Tidak ma. Tidak apa. Mama jaga nenek dengan baik di sana.”


“Iya sayang. Kamu baik-baik ya sama tante Flova. Jangan nakal juga sama Alena. Dan jangan membuat repot mereka di sana ya. Paham?”


Desta mengangguk dan tersenyum. Alena dan Flova juga turut tersenyum lega melihat Desta sudah tidak murung lagi.


“Sudah ya, berikan handphone nya ke tante Flova, mama mau bicara.”


Desta pun menurutinya. Flova menerima handphonenya dan beralih berbicara dengan mama Desta.


“Flova, titip Desta ya. Maaf apabila merepotkanmu.”


“Tidak sama sekali bu, Jangan kahawatir.”


“Terimakasih sekali lagi. Saya harus tutup telepon, saya perlu membawa ibu ke rumah sakit.”


“Baiklah, saya doakan semoga ibu anda lekas pulih kembali.”


“Terimakasih mama Flova.” Ucapnya yang hanya di jawab anggukan bahagia oleh Flova.


*****


Kai tengah bersiap untuk menghadiri acara konferensi pers yang di adakan oleh tuan Nuan. Begitu Kai sampai di gedung, putri Tuan Nuan langsung saja menggandeng lengan Kai dengan manja. Takut hal itu akan menyakiti hati Flova, Kai pun langsung menyingkirkan tangan Manda dan meninggalkannya begitu saja. Melihat sang putri tampak kesal, Nuan pun mendekatinya dan menenangkannya.


“Tenang saja, Kai pasti tidak akan pernah gegabah dalam membuat keputusan.” Ucapnya.


Kai pun langsung naik ke atas panggung dan disambut tepuk tangan yang meriah oleh para tamu dan juga media. Kai melihat sekeliling dan tersenyum miring sembari memegang microfon.


“Selamat pagi semuanya. Perkenalkan saya Kai Balang Pradipta, CEO perusahaan X. Kehadiran saya di sini adalah untuk menyampaikan beberapa hal yang penting. Seperti yang anda semua tau, saya sudah menikah beberapa bulan yang lalu. Dan ada beberapa topik hangat mengenai istri saya. Dan perlu saya tegaskan di sini bahwa istri saya juga bukan seorang janda. Sampai di sini, ada pertanyaan lain?” ucap Kai.


“Bisa anda jelaskan, ada hubungan darah apa antara istri anda dan anaknya?” tanya salah satu media.


“Anak itu adalah anak dari CEO perusahaan RNB, 15 tahun yang lalu. Media pasti masih ingat tentang kejadian kecelakaan itu.” Ucapnya dan membuat para tamu dan media heboh.

__ADS_1


Tuan Nuan langsung panik sembari menggenggam tangannya. Ia langsung mengeluarkan handphone nya dan menghubungi salah satu media bawahannya.


“Cepat tanyakan semua yang sudah tertulis di kertas.”


Pesan itu langsung masuk ke media yang ia tuju dan menyetujuinya.


“Perlu anda ketahui bahwa..” ucap Kai yang seketika terpotong.


“Ada rumor lago bahwa anda menikahi Nona Flova karena sebuah kontrak, bisa jelaskan kepada kami?” tanya media perintahan Nuan yang membuat Nuan tersenyum miring.


Kai langsung melirik ke arah Nuan. Ia pun menghela nafas panjang dan mengangguk. “Iya benar.”


Jawaban Kai membuat Seluruh ruangan konferensi pers menjadi ricuh seketika.


“Tetapi, itu hanya sebuah permainan kami saja.” Ucapnya yang membuat ruangan kembali tenang.


“Kami sudah resmi menikah dan sudah terdata secara hukum. Dan kami juga tidak lagi memiliki kontrak itu, dan kami mengubah kontrak kami untuk hidup bersama hingga akhir hayat kami. Dan saya membawa bukti itu.”


Kai langsung mengeluarkan buku nikahnya dan di tunjukkannya kepada media. Dengan cepat media pun memotretnya. Di rasa cukup, Kai pun kembali menyimpan buku nikahnya. Ia memegang microfon lagi dan tersenyum miring.


“Mungkin penjelasan itu cukup bagi kalian semua. Dan penjelasan saya di sini cukup sampai di sini.”


“Tuan Kai, bukankah beberapa hari yang lalu ada sebuah Rumor mengenai istri anda dan juga putri tuan Nuan. Bagaimana tanggapan anda mengenai hal itu?” tanya salah satu media lagi tepat pada saat Kai akan turun.


“Itu tentu saja karena kesengajaan hingga membuat istri saya cedera. Dan yah, setelah di pikir-pikir tidak ada permintaan maaf sekalipun dari pihak nona Manda. Video itu pun juga sudah jelas bahwa nona Manda yang menyakitinya terlebih dahulu. Dan seharusnya konferensi ini di tujukan untuk nona Manda. Benar bukan? Cukup sekian.”


Kai hendak turun dari panggung, namun terlebih dahulu di susul oleh Nuan yang sudah di landa amarah. Nuan segera naik ke atas panggung dan mengambil microfon yang masih tersedia.


“Tunggu tuan Kai. Saya di sini akan menunjukkan sesuatu hal kepada media semua atas kejadian 15 tahun yang lalu. Silahkan putar videonya.”


Sebuah layar putih di turunkan dan lansung memutar sebuah video setelah operasi danur dan dara.Terlihat Kai dengan jelas dari arah CCTV yang menunduk dan merasa bersalah atas operasi keduanya kala itu. Terlihat pula ia memegang pergelangan tangannya yang mengalir darah.


“Perlu media dan warga yang menonton ini ketahui bahwa operasi yang di lakukan anak dan menantu dari atasan saya yang terhormat pada saat itu adalah Tuan Kai. Setelah ia lulus, ia memang di beri gelar dengan sarjana kedokteran terbaik pada usia mudanya, namun ia gagal saat menolong temannya sendiri, karena apa? Karena itu rencana pembunuhannya kepada sahabatnya sendiri. Benar tuan Kai?” ucapnya sembari melilrik ke arah Kai.


Kai hanya diam sembari menatap nya dengan tajam. Semua media juga menyorotinya kembali karena ungkapan Nuan.


“Dan anda bertanggung jawab dengan mengakhiri kedokteran anda pada saat itu karena tangan anda sudah tidak berfungsi dengan baik karena kecelakaan itu. Benar bukan?”

__ADS_1


Tanya nya sembari melihat Kai dengan senyuman puasnya.


//**//


__ADS_2