Unlimited Love

Unlimited Love
90. Fakta di konferensi pers


__ADS_3

Kai hanya diam sembari menatap nya dengan tajam. Semua media juga menyorotinya kembali karena ungkapan Nuan.


“Dan anda bertanggung jawab dengan mengakhiri kedokteran anda pada saat itu karena tangan anda sudah tidak berfungsi dengan baik karena kecelakaan itu. Benar bukan?”


Tanya nya sembari melihat Kai dengan senyuman puasnya. Kai pun menundukkan kepalanya dan menatap Nuan sembari tersenyum miring. Ia pun naik ke atas panggung, dan berdiri tepat di samping Nuan.


“Benar, saya yang melakukan operasi itu. Dan perlu anda ketahui, pada saat kecelakaan itu terjadi, saya yang menemukan mobil tersebut terguling tepat di tengah jalan. Pada saat itu juga hujan sangat lebat. Dan, hal yang pertama saya lakuakan sebagai seorang dokter adalah menyelamatkan anak kecil dan seorang gadis remaja yang masih hidup. Memang kesalahan saya pada saat itu karena saya memecahkan kaca dan membuat pergelangan tangan saya terluka. Tetapi, akan sangat bersalah jika saya tidak melakukan apapun pada saat itu, sehingga saya memilih untuk mengorbankan pergelangan tangan saya demi dua nyawa yang masih bisa saya selamatkan.” Jelas Kai.


Kai pun menatap balik Nuan dengan senyum miring khasnya. Dia pun memberikan isyarat kepada Nehra untuk mengambil alih server laptop yang Nuan sambungkan dengan proyektor.


“Perlu media ketahui, saya akan mengungkap beberapa hal yang akan lebih membuat anda semua terkejut.”


Kai mengangguk ke arah Nehra. Nehra pun mulai memutar video yang sudah ia dan Kai persiapkan sebelumnya. Video yang pertama muncul ialah ketika Kai berusaha membobol kaca mobil yang di kendarai oleh Danur 15 tahun yang lalu.


“Perlu anda semua ketahui bahwa konferensi pers ini hanya rekayasa. Dan saya akan mengungkap beberapa hal di balik adanya konferensi pers mendadak ini.”


Kai mengeluarkan handphonenya dan memutar suara rekaman dimana Nuan pernah mengancam Kai agar meminta maaf atas hal yang bukan kesalahannya maupun kesalahan Flova. Semua media pun di buat terkejut setelah mendengar rekaman tersebut. Nuan hanya bisa diam, dan terlihat Manda amat sangat panik dan takut dengan apa yang di lihatnya saat ini.


Di saat yang bersamaan, beberapa aparat kepolisian juga datang. Mereka langsung naik ke atas panggung dan menujukkan surat di depan mata Nuan. Media pun langsung mengambil momen menegangkan tersebut.


“Anda kami tahan atas tuduhan pembunuhan berencana dan pencurian saham Tuan Nelson yang anda lakukan 15 tahun yang lalu.”


Nuan hanya bisa diam dan pasrah. Tangannya langsung saja di borgol oleh petugas pada saat itu. Manda pun turut histeris, namun ia juga turut di bawa oleh petugas kepolisian atas kasus penyerangan. Sebagian media menyoroti mereka berdua, dan sebagian lagi masih diam di tempat.


“Tuan Kai, apa masih ada kejutan lain lagi?” tanya media lain.

__ADS_1


Kai tersenyum miring mendengar pertanyaan salah satu media yang bisa membaca situasi.


“Iya benar, masih ada kejutan lain.”


Tak lama kemudian, seseorang dengan setelan jas berwarna hitam diiringi oleh Carron dan Berlin melangkah dengan gagah dan bersinar. Orang itu tak lain adalah Tuan Nelson. Dengan wajahnya yang sudah sedikit keriput tersenyum lebar melihat ke arah media. Dengan bangganya ia menatap menantunya, yakni Kai di atas panggung.


“Tidak sia-sia ayah mu menjagamu dan merawatmu hingga saat ini. Tidak sia-sia pula kau menikah dengan putri kesayanganku.” Ucapnya sembari memegang kedua pundak Kai.


Nelson pun melihat ke arah media dengan gagah dan berani dan menatap kedua rekannya dengan senyum yang sumringah.


“Selamat pagi. Terimakasih saya ucapkan kepada awak media yang hadir di sini. Saya sangat bangga melihat menantu saya sangat pemberani di sini. Ah iya... Maaf, saya belum memperkenalkan diri. Saya Nelson Mahartono pemegang saham RNB. Dan kembalinya saya di sini juga untuk mengumumkan sebuah hal.” Ucapnya yang kemudian menatap Kai.


“Saya akan tetap menjadi orang biasa, dan perusahaan RNB akan saya berikan kepada Kai Balang Pradipta. Dengan syarat, untuk tetap tidak lupa kepada mertuanya agar selalu makan makanan yang sehat dengan hasil yang kau dapatkan nantinya.”


“Ayah, ini milik ayahm sudah sepatutnya...”


“Tidak..tidak.. tidak. Usia ayah sudah cukup tua. Ayah juga sudah sering lupa menyimpan sebuah benda yang penting. Kamulah yang sangat pantas memegang perusahaan itu, dan memang sudah niat ayah untuk memberikannya padamu. Terlebih lagi, jika Danur masih ada di sini, aku akan membaginya untuk kalian berdua. Tetapi sekarang, Danur pun sudah tidak ada. Jadi, kau layak menggantikannya. Ayah harap kau bisa mengurusnya.” Ucapnya sembari memegang tanngannya dengan kuat.


Kai tidak mampu berkata apa-apa. Lantas, ia langsung membungkuk di hadapannya dengan begitu tulus. Nelson yang sudah tidak tahan langsung mengelus punggungnya dan membuatnya berdiri tegak. Nelson pun tidak ragu untuk memeluknya.


“Kedepannya, jaga Flova dan Alena dengan baik. Jika keadaan perusahaan memburuk di masa depan, ingatlah untuk tidak menyerah, selayaknya dengan apa yang kau perjuangkan untuk saat ini.”


“Tentu ayah, terimakasih banyak.”


Konferensi pers pun di tutup dengan penuh haru dan hal yang menggembirakan. Semua media dan tamu pun merayakannya bersama sekalligus menyambut Nelson yang sudah kembali.

__ADS_1


*****


Flova yang menonton konferensi pers itu merasa lega dan bisa tersenyum dengan lebar. Desta dan Alena yang meliahtnya juga turut melihat Flova yang tengah tersenyum sendiri sedari ia melihatnya.


“Bunda, apa bunda tau?” ucap Alena.


Flova pun melihat ke arahnya.


“Ekspresi bunda seperti sedang menonton adegan film. Awalnya bunda sedih, tegang, dan sekarang bunda menangis sambil tersenyum.” Ucap Alena. “Itu karena ayahmu sangat hebat saat. Tante Flova pasti sangat kagum kepada ayah kamu. Dia bisa memanggil polisi di konferensi pers itu. Sudah begitu, ia mendapat gelar yang besar dari kakekmu. Tentu saja tante Flova pasti sangat menghayati konferensi pers itu.” Timpal Desta. “Tentu saja, ayahku memang sangat hebat. Aku beruntung bisa bertemu dengan ayah lagi, jika tidak, pasti ia sudah menjadi ayah orang lain.” Jawab Alena. “Ayahku juga tidak kalah hebatnya kok. Ayahku punya kantor di berbagai negara. Ayahku juga pasti terkenal.” Ucap Desta tak mau kalah. “Ayahku ada dua, kamu Cuma punya satu. Mleww..” ucap Alena sembari menjulurkan lidahnya. “Aku tidak pernah melihat ayahmu yang satunya.” “Papa sudah ada di surga bersama mama. Dan sekaranga aku punya ayah dan bunda yang menjagaku sini.”jawab Alena “Syurga? Dimana surga?” “Iya yah, Dimana surga bunda?” tanya Alena.


Flova yang mendengarkan perdebatan dua anak kecil tersebut hanya bisa tertawa gemas mendengarnya. Lantas ia pun menujuk ke arah langit.


“Langit?” tanya Nehra.


Flova mengangguk dan merangkul Desta serta mengelus Alena. Ia tersenyum dan menghela nafas sejenak.


“Banyak orang yang mengatakan bahwa surga itu ada di langit. Keberadaanya sangat teramat jauh di atas sana. Hanya orang-orang yang terpilih yang dapat ke sana. Tetapi, orang-orang yang sudah di sana masih bersama kita, hanya saja kita yang tidak bisa melihat keberadaanya.” “Dimana itu tante?” tanya Desta.”


Flova memeganga tangannya di dada Alena. Alena dan Desta memperhatikan dengan bingung.


“Papa dan mama Alena ada di hatinya. Namun jiwanya sudah ada di atas sana. Alena hanya bisa menyimpannya di dalam hatinya. Dan di situlah papa dan mama Alena berada.” “Iya benar. Di hati Alena pun sudah ada ayah dan bunda. Yang menjadi istimewa, ayah dan bunda akan selalu bersamaku. Dan membuatku bahagia. Benar kan bunda?”


Flova pun tersenyum lebar dan mengangguki perkatannya. Desta hanya mengangguk-angguk dan tersenyum menanggapi perkataan mereka berdua. Tepat saat lampu merah berhenti, seseorang masuk ke dalam bus dan membuat semua orang heboh. Karena penasaran, Desta, Alena dan Flova pun melihatnya membuat mata mereka terbelalak dengan lebar akan kehadirannya di dalam bus.


//**//

__ADS_1


__ADS_2