Unlimited Love

Unlimited Love
55. "Kenapa bunda tidak ikut, Grandma?"


__ADS_3

Sampailah mereka di rumah sakit Pradipta. Tentu saja Alena langsung di tangani oleh sang dokter. Luka di perban dengan rapi oleh sang dokter, ditemani oleh Flova, Kai dan juga Joanna.


"Bagaimana dengan lukanya dok?" tanya Kai.


"Mungkin pak Kai juga sudah mengetahuinya. Ini merupakan luka luar dan hanya luka ringan. Jadi, kalian tidak perlu khawatir." jawab sang dokter sembari mengikat perban di lengan Alena.


"Syukurlah, hanya luka ringan saja." ucap Joanna.


"Baiklah, kalau begitu, saya langsung permisi, Karena ada pasien lain yang menunggu."


Semua yang ada di ruangan tersebut mengangguk. Joanna hanya diam di tempat. Alena yang melihatnya dengan tatapan berbinar, mendekatinya.


"Grandma, tidak apa-apa?" tanya Alena.


Joanna yang tadinya hanya memalingkan wajahnya pun, akhirnya melihatnya. Rasa aneh yang tak terbendung untuk memeluknya tiba-tiba membuat Kai dan Flova kaget melihat Joanna yang memeluk tubuh kecil Alena.


"Grandma tidak apa-apa. Baguslah kamu juga hanya luka kecil. Sebagai gantinya, kamu sering-sering main ke rumah Grandma ya, Grandma akan rawat kamu sampai sembuh."


Alena mengangguk dan tersenyum. Joanna pun membalas senyumannya sembari mengelus pipinya.


"Tapi, hanya kamu dan ayah Kai saja cukup." lanjut perkataan Joanna sembari melirik sinis Flova.


"Kenapa bunda tidak ikut, Grandma?" tanya Alena.


"Bunda kamu pasti sibuk, kapan-kapan mainlah ke rumah Grandma ya.." ajak Joanna.


Kai dan Flova saling memandang satu sama lain dengan tatapan bingung. Orang yang selama ini membenci kedatangan gadis kecil yang cantik, kini tiba-tiba menjadi luluh akibat karena satu kejadian.


Alena di tempat tersebut hanya bisa mengangguk. Alena pun tiba-tiba memeluk Joanna dengan erat. Joanna pun turut membalas pelukannya tanpa ragu. Kai juga dibuat tersenyum kecil dengan pemandangan indah tersebut. Namun, di sisi lain hatinya ia merasa kasihan kepada Flova yang hanya bisa tersenyum sembari tertunduk.


"Ayo, sekarang kita pulang. Kami akan mengantar ibu terlebih dahulu."


Joanna mengangguk dan menuntun tangan Alena. Kai dan Flova pun berjalan beriringan di belakang mereka berdua.


Usai mengantarkan Joanna, Flova berkali-kali menghela nafas panjang. Kai yang sedang menyetir pun akhirnya menghentikan mobilnya tepat di cafe Bright. Flova melihat sekelilingnya dan melihat ke arah Kai dengan bingung.


"Kenapa kita berhenti?"


"Sepertinya pikiran kamu berkecamuk. Sebaiknya, kita menenangkannya sembari minum kopi."

__ADS_1


Flova mengangguk setuju, mereka bertiga pun langsung duduk di tempat yang kosong. Flova melihat sekelilingnya seperti mencari seseorang, hingga tiba-tiba Maudi datang menawarkan pesanan.


"Kak Flova, lama tidak bertemu." sapa Maudi.


"Iya... Maudi, aku mau kopi Cappuccino 2 dan susu coklat satu ya." ucap Flova.


"Iya, baik kak."


Maudi pun mencatat pesanan yang diminta Flova.


"Hanya itu saja kak? Tidak ada tambahan lain?" tanya Maudi lagi.


"Kurasa cukup. Oh iya, Steffa dimana? Sepertinya aku tidak melihatnya di sini?"


"Loh, memangnya kakak tidak tau? Kak Steffa sudah tidak bekerja di sini. Dia bekerja di kantor Nehra sekarang." jawab Maudi.


Flova membelalakkan matanya terkejut."Sudah berapa lama?"


"Sudah sekitar satu Minggu yang lalu kak. Oiya ,pesanan kakak hampir lupa. Akan aku buatkan terlebih dahulu ya kak."


Flova mengangguk dan melamun. Kai yang menyadarinya pun menepuk pundaknya.


"Tidak perlu bengong. Atau, setelah ini kita mampir terlebih dahulu ke rumah Steffa?"


Alena yang sedari tadi diam, lantas saja meraih tangan Flova dan mengelusnya.


"Bunda, kenapa bunda sering melamun setelah keluar dari rumah sakit itu?" tanya Alena.


"Tidak apa-apa sayang. Bunda hanya rindu kak Steffa. Kita akan mampir nanti ya."


Alena hanya bisa tersenyum karena kepalanya di elus oleh Flova sembari tersenyum kecil. Kai yang melihatnya hanya bisa menyangga dagunya.


"Sepertinya, Flova menyembunyikan sesuatu." pikirnya.


Usai menikmati kopi di cafe Bright , kini merekapun beralih ke rumah Steffa. Seperti setiap pertemuan para wanita yang sudah tidak lama bertemu, saling memeluk satu sama lain.


"Kenapa kamu tidak bilang, kamu sudah tidak lagi bekerja di cafe Bright?" ucap Flova langsung usai memeluk Steffa sembari berjalan masuk ke dalam rumah.


"Maaf Flova, bukan maksudku untuk tidak memberitahu mu, tetapi memang keadaan yang membuatku terus tidak bisa bercerita kepadamu."

__ADS_1


"Sudahlah, tidak apa-apa. Yang terpenting sekarang kamu tetap bekerja."


Steffa mengangguk dan tersenyum kepadanya. Seketika pandangannya berubah menjadi bingung karena melihat lengan Alena yang di perban.


"Alena, tangan kamu kenapa?" tanya Steffa sembari mengangkat lengan Alena perlahan.


"Tadi Alena terjatuh karena menolong ibu Kai yang hampir di patuk ular." jawab Flova.


"Benarkah? Kenapa kamu melakukan hal itu hm..." Steffa kaget dan langsung meraih ke dua pipi Alena dengan lembut dan mengusapnya.


"Em.. ini hanya luka kecil Kak. Dari pada nanti Grandma terluka lebih parah, lebih baik aku berkorban sedikit untuknya." jawab Alena.


"Tetapi itu juga berbahaya bagi kamu Alena, sayang. Beruntung ini hanya luka kecil, apabila kepala kamu terbentur batu atau apapun itu yang sekiranya membuat luka kamu lebih besar, itu sangat-sangat berbahaya. Sebelum kamu menolong, pastikan kamu itu akan baik-baik saja ya. Jangan sampai kamu juga ikut terluka. Mengerti?" ucap Steffa sembari mengelus kedua pipi Alena.


"Iya Kak, lain kali Alena akan berhati-hati." jawab Alena.


"Oiya Kai, besok hari Sabtu, Alena libur. Bolehkah aku menginap di sini hingga hari Minggu?" tanya Flova.


"Hm.. tentu saja boleh. Dengan syarat...." Kai sengaja men-jeda perkataannya agar mereka kebingungan.


"Syarat apa?" tanya Flova yang menjadi di buat penasaran.


"Aku akan ikut kemanapun istriku pergi dan kemanapun istriku tinggal." jawab Kai.


Steffa di buat menganga dengan ungkapan yang keluar dari mulut Kai. Flova pun hanya bisa diam dengan perkataan Kai.


"Tetapi bunda, Grandma memintaku untuk menginap di rumahnya. Katanya dia akan merawat ku. Aku juga ingin bertemu dengan Grandpa, ayah. Bolehkah kita menginap di sana?" pinta Alena.


Flova bingung kali ini. Dia tidak mungkin pernah di terima oleh ibu Kai. Flova memaklumi kini Joanna luluh kepadanya karena ia telah menyelamatkan nyawa Joanna. Dan, Alena hanya anak kecil yang tidak tau apapun. Itu yang di pikirannya saat ini.


"Hm.. baiklah. Kamu menginap lah di rumah Grandma. Bunda akan menginap di sini bersama kak Steffa."


"Bunda harus ikut bersama kami. Kita menginap sama-sama di rumah Grandma." pinta Alena sembari memelas kepadanya.


Flova hanya diam, Steffa mengerti keadaan Flova yang bimbang untuk saat ini.


"Sebaiknya, kamu ikut saja dulu ke rumah mama. Kita akan tau nanti setelah sudah sampai di sana." ucap Kai yang sedari tadi hanya diam.


"Iya Flova. Lebih baik cobalah terlebih dahulu. Untuk Alena."

__ADS_1


Flova melihat Steffa dan tersenyum kecut ke padanya. Terpaksa mengangguki keadaan yang membuatnya bimbang dan memilih untuk menjalaninya sebelum memulainya.


//**//


__ADS_2