Unlimited Love

Unlimited Love
70. "Selamat datang... "


__ADS_3

Gedung tempat dimana Kai mengadakan pesta ulang tahun Alena sudah di padati dengan para tamu. Sedangkan sang putri utama di acara tersebut masih dalam perjalanan bersama orangtuanya.


Alena dengan semangat turun dari mobil sang ayah menggunakan gaun berwarna merah cerah, dan senada dengan orang tua mereka. Alena di tuntun diantara Kai dan Flova.


Nehra dan Steffa sudah menunggu tepat di depan pintu utama. Nehra dengan semangat menaruh mahkota di kepala Alena. Steffa pun memberikan buket bunga untuknya. Nehra melihat ke belakangnya yang sudah ada penjaga, sang penjaga pintu yang membawa hadiah yang di bawa Nehra. Begitu hadiah tersebut di tangannya, Nehra memberikan kepada Alena. Alena mengoper kepada Flova yang kembali di oper kepada orang suruhan Kai.


Mereka pun masuk. Alena berjalan paling depan dan diikuti oleh Kai berserta Flova di belakangnya dan diikuti oleh Nehra dan Steffa. Alena terpana dengan dekorasi dominan berwarna biru yang merupakan warna kesukaannya.


"Selamat datang..."


Seru seluruh tamu yang menyambutnya dengan kertas yang telah di potong-potong untuk menyambutnya berjalan hingga ke atas panggung.


Semua teman-temanya, guru, para kakek dan nenek beserta dengan rekan Kai memenuhi ruangan tersebut. Tak lupa pula, rekan-rekan Pororo yang sudah memakai kostum juga turut hadir di pesta ulang tahunnya.


Alena memberikan buket bunga kepada Steffa. Ia memeluk satu persatu badut yang ada di pesta nya kemudian, ia berdiri di antara Kai dan Flova dengan senyum sumringah.


Sambutan demi sambutan Nehra ucapkan sebagai pemimpin acara di ulang tahun Alena yang sangat meriah tersebut.


"Selamat ulang tahun.. selamat ulang tahun..."


Nyanyian ulang tahun pun memenuhi ruangan tersebut. Dan usai nyanyian di selesaikan, baru Alena meniup lilin yang menyala di atas kue dominan berwarna biru tersebut.


Potongan pertama kue untuk Kai dan Flova, kemudian ia pun membaginya kepada kedua kakek dan neneknya. Selanjutnya, kue tersebut di berikan kepada Desta dan juga Steffa serta Nehra.


Usai membagikan kue, para tamu undangan di perkenankan untuk memakan jamuan yang di hidangkan. Sesekali ada beberapa tamu yang berpamitan kepada Kai dan Flova.


Tiba-tiba, ketika mereka tengah fokus dengan tamu masing-masing, sebuah mikrofon di ketuk dan membuat para tamu melihat ke atas panggung.


"Alena?" ucap Flova.


Kai dan Flova tertegun melihat Alena yang berani berdiri di atas panggung tanpa ragu.


"Hallo, selamat sore semuanya. Ini dari Alena, putri ayah Kai dan bunda Flova."


Semua tertawa mendengar perkataan Alena yang terdengar menggemaskan di telinga mereka.


"Alena di sini mau menyampaikan terimakasih kepada Ayah dan Bunda. Begitu pun dengan kakek dan nenek Alena. Dan juga kak Nehra dan kak Steffa yang pasti sangat sibuk karena perintah ayah. Benar kan?"


Alena melihat ke arah Nehra dan Steffa tetapi mereka berdua tersenyum dan menggelengkan kepalanya.


"Alena juga mau berterimakasih kepada teman-teman Alena, guru-guru Alena dan juga rekan-rekan ayah yang sudah jauh-jauh dan meluangkan waktunya untuk menyempatkan hadir di ulang tahun Alena. Terimakasih banyak."

__ADS_1


Alena membungkukkan badannya kepada para tamu, semua pun ikut membalasnya sembari membungkuk dengan sopan. Alena kembali berdiri dan melihat ke atas Flova yang berkaca-kaca melihatnya di atas panggung.


"Alena berdiri di sini untuk Ayah dan Bunda, sebagai ucapan terimakasih banyak dari Alena."


Alena melirik ke arah kanan dan menunjuk ke seseorang yang memegang sound music di acara tersebut.


"Paman, mainkan musiknya."


Musik pun mulai di mainkan sesuai dengan arahan Alena. Lampu perlahan mulai redup dan hanya bersinar tepat di atas panggung tersebut.


"Satu-satu~


daun-daun~


Berguguran tinggalkan tangkainya


Satu-satu burung kecil


Berterbangan tinggalkan sarangnya


Jauh, jauh, tinggi


Andaikan aku punya sayap


'Ku 'kan terbang jauh


Mengelilingi angkasa


'Kan kuajak ayah bundaku


Terbang bersamaku


Melihat indahnya dunia."


Flova tersenyum sembari meneteskan air matanya mendengar putri kecilnya bernyanyi dengan indah di atas panggung. Alena yang menyanyikan lagu berjudul 'Andai aku punya sayap' berhasil membuat siapapun yang menonton terharu dan bangga dengan sikap percaya dirinya tersebut.


Hingga lagu sudah di selesaikan, semua tamu yang hadir pun turut bertepuk tangan. Kai yang tau Flova sedang terharu pun memeluknya dan mengusap air matanya.


Alena pun turun dari panggung dan menghampiri Kai dan Flova. Mereka berdua menyamakan tingginya dengan Alena dan saling mengelus rambutnya.


"Alena sayang ayah dan bunda. Janji, kita tetap bersama. Ok.."

__ADS_1


Flova mengangguk dan langsung memeluk putrinya. Kai pun turut memeluk mereka berdua. Semua orang bertepuk tangan menyaksikan momen penuh haru tersebut.


Kevin dan Joanna yang hadir juga bertepuk tangan dengan bahagia. Tetapi, Kevin masih belum bisa merelakan semua itu. Masih terselip harapan bagi dirinya untuk mendekati Flova.


Flova, Kai dan Alena pun melepaskan pelukan mereka dan bersama-sama mencium kepala Alena.


...*****...


Usai acara ulang tahun berakhir, Flova mengajak Kai untuk keluar sebentar sebelum pulang ke rumah dan sebelum waktu malam. Beruntung acara tersebut di adakan pukul setengah 3 sore dan berakhir tepat di pukul 4 sore.


"Sebenarnya kita kemana?"


"Belok kiri sekarang." ucap Flova.


Kai sempat bingung dengan arahan Flova, karena mereka berhenti di tempat peristirahatan terakhir di sebuah gedung khusus untuk menyimpan abu kremasi.


Kai yang turun bingung dan hanya melihat ke arah Alena dan Flova yang masing-masing membawa buket kecil di tangan mereka.


"Ada apa di sini?"


"Mari kita masuk, dan aku akan menceritakannya di dalam."


Kai mengangguk. Flova berjalan di sampingnya sembari menuntun Alena. Alena yang mendapati Kai berjalan dengan lambat pun menarik tangannya agar jalannya menyamakan langkah Flova.


Hingga mereka tiba di sebuah ruangan dimana itu merupakan tempat tujuan Flova datang ke pemakaman tersebut. Kai sedikit tercengang dengan foto yang ada di depan dua guci keramik yang tersimpan rapi di dalam lemari kaca. Foto yang nampak tidak asing baginya.


Flova menunduk dan membuka lemari tersebut, ia meletakkan buket bunga kecil begitu pun dengan Alena yang di bantu oleh Flova untuk meletakkan buket bunganya di sebelah guci cantik ibunya.


"Si-siapa mereka?" tanya Kai ragu.


Flova tersenyum melihat ke arah Alena, Alena pun turut tersenyum ke arahnya.


"Ini mama dan papa Alena ayah." jawab Alena.


"Siapa nama mereka?" tanya Kai lagi.


"Bukankah terlihat jelas di sana. Danur dan Dara. Apa kau tidak melihatnya?"


Kai membelalakkan matanya kaget mendengar kenyataan bahwa itu adalah foto orang yang ia kenal dan teman baiknya dahulu. Kai menatap Flova dan Alena yang hanya diam melihatnya sembari tersenyum.


//**//

__ADS_1


__ADS_2