
Meeting bertemu dengan klien berlangsung satu jam lamanya. Hingga tepat di saat ia selesai meeting, teleponnya berbunyi. Dan tanpa penuh banyak melihat siapa yang menelepon ia langsung mengangkatnya.
"Hallo Kai, aku mau memberitahukan bahwa..." ucap orang di seberang yang tak lain adalah Nehra.
"Kenapa? Ada apa Nehra? Apa Alena membuat masalah?" tanya Kai.
"Bukan begitu, masalahnya.." Nehra menghentikan ucapannya lagi dan membuat Kai bingung sembari memeriksa ponselnya.
"Katakan Nehra!"
"Alena hilang." ucap Nehra dengan takut.
"Apa! Kirim lokasi kamu berada sekarang juga."
Kai langsung saja mematikan teleponnya dan beralih menelepon Flova sembari berjalan terburu-buru menuju ke parkiran dimana mobilnya berada.
"Hallo, Kai. Ada yang perlu aku bantu di kantor?" tanya Flova di seberang.
"Alena hilang." jawab Kai tanpa banyak basa basi.
"Apa! Alena menghilang?!"
"Iya, kau dimana sekarang? Aku akan menjemputmu."
"Baiklah, jemput aku di tempat penampungan hewan blok C."
Kai lantas saja mematikan teleponnya dan melesat dengan cepat menggunakan mobilnya menuju dimana Flova berada.
hingga melewati beberapa menit Kai pun akhirnya sampai di tempat penampungan di mana Flova berada. Kai juga kaget di saat ia melihat Kevin berada di samping Flova.
"Itu Kai, aku harus pergi."
"Telfon aku jika butuh bantuan."
Flova mengangguk mengiyakan, Flova pun lekas masuk ke dalam mobil Kai dan segera meninggalkan tempat tersebut.
"Kenapa Alena bisa hilang? sebenarnya di mana Nehra dan Steffa membawa Alena?"
"Dari lokasi yang Nehra kirim kepadaku, mereka bertiga berada di sebuah taman hutan."
"Taman hutan? Kenapa mereka membawa Alena ke sana, hutan memang bagus untuk mengenalkan wisata alam kepada anak-anak, tetapi setidaknya mereka harus hati-hati saat membawanya ke sana." Celoteh Flova yang sedang marah bercampur panik.
"Sudahlah, dia pasti baik-baik saja. Dia pasti sedang bermain petak umpet, dan mereka tidak bisa menemukannya. Tenanglah."
Kai berusaha menenangkan Flova yang tengah panik.
__ADS_1
Tak butuh waktu lama, mereka pun sampai di taman hutan dimana Nehra dan Steffa berada. Kai dan Flova bergegas ke arah mereka berdua yang berdiri sembari melihat sekeliling.
"Belum ketemu?" tanya Kai langsung kepada Nehra.
"Belum, kalian berdua lekaslah cari ke sana terlebih dahulu, kami akan mencari ke sebelah sini."
Kai dan Flova mengangguk setuju dengan ucapan Nehra. Mereka hendak pergi, namun Steffa mencegahnya.
"Sebentar, maaf Kai, kamu bawa mobil yang waktu itu sempet di bawa liburan bersama kan? Sepertinya KTP ku tertinggal, bolehkah aku mengambilnya sebentar. Dan, aku akan langsung mencari Alena setelah itu." ucap Steffa yang sedikit takut.
"Hm.. baiklah. Ini kunci mobilnya."
Steffa tersenyum miring begitu kunci tersebut sudah ada di tangannya.
"Kamu tidak apa sendirian?" tanya Nehra.
"Tidak apa, kamu lanjutkan saja cari Alena." jawab Steffa dengan yakin.
Nehra mengangguk, dan dengan segera mereka langsung berpencar. Kai dan Flova mencari di sepanjang jalan dan di sekitar belakang semak semak yang tinggi.
"Alena...." teriak Flova.
"Alena!! Kamu dimana!" teriak Kai.
Mereka terus berteriak memanggil nama Alena secara bergantian. Mereka berdua juga bertanya kepada pengunjung serta penjaga di area tersebut, namun tidak ada yang melihat Alena.
"Bagaimana, berhasil kak?" ucap Alena yang turun dari mobil Nehra.
"Berhasil dong. Baiklah, sekarang kita pulang, tinggalkan baju ayah dan bunda kamu di sini. Cepat.." ucap Nehra.
Alena tertawa dan mengangguki perkataannya. Usai menurunkan koper, merekapun lekas berkumpul kembali.
"Sudah beres, sekarang kita pulang, dan Alena telepon ayah dan bunda oke. Steffa, kamu bawa mobil Kai." ucap Nehra.
Steffa melambungkan kunci mobil Kai dan berkata. "Siap."
Beralih kepada Kai dan Flova yang tidak lelah berusaha terus mencari Alena. Hingga , telepon Kai yang berbunyi, membuat ia langsung mengangkat teleponnya.
"Hallo, bagaimana Nehra, Alena sudah ketemu?"
Steffa di sampingnya memperhatikan telepon Kai, sembari mengatur nafasnya.
"Hallo ayah, maaf ya, sudah merepotkan." ucap Alena di seberang membuat Kai membelalakkan matanya.
"Alena? Ini kamu? Kamu dimana?" tanya Kai.
__ADS_1
Mendengar nama Alena disebut, lantas saja flova langsung merebut handphone Kai.
"Hallo, Alena.. Sayang, kamu dimana, ayah dan bunda khawatir." ucap Flova.
"Loud speaker aktifkan, aku ingin mendengarnya." timpal Kai.
Flova menurutinya dan memilih memegang handphone tersebut sembari mendengarkan.
"Alena sudah bersama kak Nehra, sekarang hanya tinggal ayah dan bunda di sana. Kami akan pulang. Ayah dan bunda bersenang-senanglah. Maaf ya, Alena membuat khawatir ayah dan bunda. Alena tutup ya, selamat akhir pekan ayah dan bunda."
Telepon langsung di tutup oleh Alena. Kai dan Flova saling bertatapan tak percaya mendengar pernyataan Alena. Dengan segera, merekapun berlari menuju ke parkiran, namun yang ada hanyalah dua koper besar dan satu kantong kresek berisi makanan di atas koper tersebut.Kai dan Flova bersamaan saling menghela nafas panjang, sembari meraih koper tersebut.
"Siapa yang mengajari Alena hal seperti ini?" tanya Kai sembari menunjuk-nunjuk koper yang ada di sampingnya.
"Tentu saja bukan aku, ini pasti rencana mereka bertiga." jawab Flova.
Kai menghela nafas panjang sembari mengusap wajahnya kasar. Ia pun mendorong koper milik Flova dan menenteng satu kresek besar dan menggeret kopernya sendiri.
"Sudahlah, lebih baik kita cari taksi dan pulang." ucap Kai.
Flova mengangguk, namun tepat di atas kopernya yang berdiri, terdapat satu amplop. Ia pun dengan segera membukanya. Kai hanya memperhatikan dengan bingung.
Begitu Flova mengeluarkan isinya, ia kaget melihat isi dari amplop tersebut dan tak lain adalah tiket menginap di hotel yang tersedia di taman hutan tersebut. Flova menunjukkan tiket tersebut dengan panik. Kai pun mengambilnya dari tangannya dan lagi-lagi hanya menghela nafas panjang.
"Mereka sudah merencanakan dengan baik rupanya. Ya sudah, kalau begitu kita lakukan saja apa yang Alena mau." ucap Kai.
Flova langsung membelalakkan matanya.
"Menginap di sini? Tidak, tidak. Lebih baik kita pulang." tolak Flova.
Kai dengan sengaja meraih pinggangnya sehingga membuat Flova dekat dengan dirinya.
"Sepertinya anak kita tau bahwa hubungan orang tuanya ini sedang tidak baik-baik saja. Kamu tidak mau sampai Alena kecewa bukan?"
Kai menatapnya lekat, dan dengan cepat, Flova mendorong tubuh besar Kai dan lekas menjauhinya.
"Jauhi aku, huh.. baiklah. Ini hanya untuk Alena."
Flova pun menggeret kopernya masuk kembali ke dalam taman hutan tersebut. Mereka menunjukkan tiket menginap kepada sang petugas dan langsung di arahkan dimana terdapat hotel yang menjadi fasilitas di area tersebut.
Di sisi lain, Alena dan Nehra saling menepuk telapak tangan satu sama lain dan tertawa bersama.
"Rencana kita berhasil. Mereka pasti akan semakin dekat." ucap Nehra.
"Benar, rencana kak Steffa benar-benar jitu." jawab Alena.
__ADS_1
"Ehm.. tentu saja. Percayalah kepada kakak, semua pasti ada caranya." ucap Steffa yang tersambung telepon dengan Alena dan Nehra.
//**//