Unlimited Love

Unlimited Love
92. Tour Sekolah


__ADS_3

Dengan pakaian putih dan celana jeans di lengkapi dengan kacamata hitam, membuat tamu tak di undang tersebut terlihat gagah dan berani. Ia secara perlahan berjalan mendekati Flova sembari melepas kacamatanya.


“Ayah, masih belum terlambat bukan?” ucap Kai.


Flova tersenyum malu melihatnya, hingga seorang guru pun datang menghampirinya dan menepuk bahunya.


“Jangan sok keren di depan anak-anak. Duduklah, kau mewakili wali Desta, duduklah bersamanya.” Ucap Kevin yang hendak di bantah oleh Kai dengan mengangkat tangannya. “Tidak perlu protes di sini. Ini bukan kantormu dan peranmu di sini hanya orang tua/wali.”


Kevin langsung kembali ke tempat duduknya. Kai mengerucutkan bibirnya kecewa karena tak sesuai dengan apa yang di harapkannya.


“Om Kevin, aku mau duduk sama ayah.”


Kevin mengiyakan permintaan Alena. Flova pun mengalah duduk bersama dengan Desta. Kai hanya bisa pasrah dan menuruti perintah yang ada.


“Tidak apa ayah, duduk bersamaku sama saja duduk dengan bunda bukan?” ucap Alena. “Tentu saja, lagipula putri ayah sama cantiknya dengan bunda.” Jawabnya sembari mencubit gemas pipi Alena.


Sesampainya di tempat tour, para orang tua wali di persilahkan untuk menata barang bawaan mereka di sebuah penginapan yang sudah sekolah persiapkan. Dan tepat di belakang penginapan tersebut terdapat sebuah lapangan yang luas dan akan di gunakan untuk kegiatan anak-anak nantinya.


Satu penginapan berisikan 4-5 keluarga dengan masing-masing kamar berisikan 4 anggota. Kebetulan anggota keluarga Flova tepat berisikan 4 orang. Mereka memilih kamar paling atas agar bisa melihat pemandangan di sekitar penginapan.


Usai 1 jam istirahat, semua para murid dan wali mereka bergegas menuju ke lapangan atas perintah dari sang guru. Mereka di perintahkan untuk menyiapkan sebuah panggung sederhana dan juga tempat bermain anak-anak untuk persiapan lomba bersama serta dekorasi luar ruangan untuk menambah kemeriahan acara yang mereka adakan untuk esok hari.


“Alena..” panggil seseorang.


Flova dan Kai yang turut mendengarnya pun lantas melihat ke sumber suara yang tak lain adalah Nehra dan juga Steffa yang turut hadir di sana.


“Kak Nehra? Kak Steffa? Kalian kok ada di sini?” Ucapnya bingung. “Alena tidak terkejut kakak di sini?” tanya Steffa yang kecewa karena tidak di sambut dengan gembira. “Yeay.. Kak Steffa datang bersama kak Nehra.” Ucap Desta tiba-tiba. “Lama tidak bertemu Desta. Apa kabarmu?” tanya Nehra. “Aku baik kak. Guru sedang memberikan tugas kepada kami untuk membuat dekorasi bersama untuk acara nanti malam dan esok hari. Kakak bersamaku ya.. secara kan, mama dan papa Desta tidak di sini.” Pinta Desta dengan tatapan memelas.


Nehra dan Steffa saling memandang dan mengangguk untuk menyetujui permintaan Desta. Selanjutnya mereka juga mendirikan bererapa tenda untuk ajang kontes desain tenda tercantik bersama-sama. Karena tak mau kalah, Kai dan Flova juga turut mendekorasi tenda yang akan mereka buat.


Hingga malam hari tiba, para murid beserta wali mereka turut makan malam bersama di halaman yang sudah tertata dengan sangat cantik. Usai makan malam, tiba-tiba para murid di perintahkan untuk maju ke depan tepat berjejer rapi di depan panggung dekorasi. Para murid menyanyikan beberapa lagu. Para orang tua pun duduk di depan panggung untuk melihat tampilan anak-anak mereka. Kai melihat ke arah Flova yang tengah memandang Alena dengan tatapan bangganya. Kai pun mengelus pundak Flova dan membuatnya tersenyum.

__ADS_1


Selesai bernyanyi, Alena masih tetap berdiri di atas panggung. Seluruh wali murid dan juga siswa yang lain nampak bingung, terkecuali dengan Kevin. Kevin memberikan microfon kepada Alena dan mengangkat tangannya untuk memberikan semangat. Alena nampak gugup, tetapi dia segera menghela nafas panjang dan menatap lurus ke depan tepat kepada Kai dan Flova.


“Hallo semuanya, nama saya Alena. Saya di sini ingin menyanyikan sebuah lagu untuk bunda.”


Suara nyanyian Alena sangat halus terdengar di telinga. Flova menitikkan air mata mendengarkan suara merdu Alena. Semua orang tertegun melihatnya. Kevin pun juga turut bangga kepada Alena.


FLASHBACK ON


Setelah mendengar akan ada liburan yang di adakan oleh sekolah, Alena bergegas menemui Kevin. Kevin yang tengah berbicara dengan anak lain di taman bermain pun menyambut dengan hangat kedatangan Alena.


“Alena, ada apa kemari?” “Kak, di tour sekolah nanti, ada apa saja ya kak?” “Akan ada lomba-lomba juga pesta nantinya. Nanti Alena akan bersenang-senang di sana. Memangnya kenapa?” tanya Kevin. “Aku ingin membuat ayah dan bunda bangga. Kak, bantu aku tampil di sana, bagaimana?”


Kevin berfikir sejenak dan menyetujuinya. Mulai pada saat itu Alena berlatih keras menyanyi usai kelas selesai, dan terkadang pergi bersama Kevin sekedar untuk latihan.


FLASHBACK OFF


Latihan keras Alena terbayar dengan tampilannya yang luar biasa. Dan tepuk tangan yang meriah pun menjadi penutup dimana Alena menyelesaikan nyanyiannya dengan baik. Lantas, Flova pun melebarkan tangannya untuk memeluk Alena. Alena langsung berlari ke arahnya. Seluruh penonton pun kembali bertepuk tangan. Kai yang juga ikut terharu, ikut bergabung memeluk mereka berdua.


“Aku sayang ayah dan bunda.” Ucap Alena. “Kami juga sayang kamu.” Jawab Flova.


...*****...


Esok harinya para keluarga menyelesaikan acara liburan sekolah yang mereka adakan. Kai dan Flova memenangkan beberapa perlombaan, sebagai wali orang tua Desta, Nehra dan Steffa juga memenangkan beberapa perlombaan.


Tak terasa waktu sudah mulai petang lagi, sebagai acara penutup, para guru memberikan penghargaan khusus kepada peserta lomba.


“Baik, sebagai penutup di sini. Saya akan memberikan satu piala utama pada perlombaan tahun ini. Yaitu penghargaan keluarga terharmonis di tahun ini. Penghargaan tahun ini, akan di berikan kepada....” ucap sang guru yang sengaja di potongnya.


Mendengar hal itu, Desta dan Alena sangat antusias mendengarnya. Jantung mereka sama-sama berdetak sangat kencang.


“Selamat kepada..... Keluarga Alena!!” Teriak sang guru.

__ADS_1


Kai dan Flova saling melihat tak percaya. Alena yang sangat senang pun lantas menarik mereka berdua menuju ke panggung yang tidak bisa di bilang besar tersebut. Kai dan Flova pun mengangguk mengikuti Alena. Alena yang sangat senang langsung saja mengambil piala dari tangan sang guru dan berdiri sembari tersenyum manis di depan Kai dan Flova.


Kai dan Flova menerima microfon yang di berikan oleh sang guru tersebut. Kai melihat Flova dan Alena yang tengah tersenyum dan membuatnya juga turut tersenyum. Ia pun tanpa ragu melihat ke depan dan mulai berbicara.


“Terimakasih sangat saya ucapkan kepada guru yang memberikan penilaian pengharagaan terbaik ini. Penghargaan yang sangat unik dan sangat berharga bagi kami. Dan, ini juga menunjukkan kepada kami bahwa kami bisa bertahan hingga seratus hari ini. Dan, kami terima penghargaan ini juga sebagai hadiah hari ulang tahun pernikahan kami yang baru seratus hari. Melewati seratus hari dengan penuh banyak hal yang harus kami lewati bersama. Mengingat lambang di piala ini akan menunjukkan bahwa kami bisa bertahan untuk selamanya. Terimakasih banyak..” ucapnya sembari membungkuk.


Semua orang yang berada di sana pun memberikan tepuk tangan yang meriah. Nehra dan Steffa yang tengah memangku Desta juga turut bertepuk tangan dengan gembira.Flova menatap Kai bangga dan menggandeng tangannya dengan erat.


“Seratus hari yang tidak biasa bersamamu. Seratus hari yang kamu dan aku perjuangkan bersama memang tidak terasa sia-sia. Melewati malam-malam yang kelam bersama dan berakhir bahagia bersama, aku, kamu dan Alena, dengan cinta yang tak terbatas.”


Malam itu pun langit dihiasi penuh dengan kembang api. Kai melihat ke arah langit, begitu pun juga dengan Alena dan Flova. Bersama-sama menikmati indahnya malam yang sangat indah bertabur bintang sekaligus bertabur kembang api berbentuk cinta.


...*****...


Kai, Flova dan juga Alena mengunjungi pemakaman orang tua Alena usai Flova menyelesaikan wisudanya. Kai meletakkan foto keluarga kecilnya di samping kendi tempat wadah abu kakaknya.


“Kami sudah bersama dan hidup kami pun bahagia. Kalian berbahagialah di sana. Kami di sini juga akan menjaga Alena dengan baik. ” Ucap Kai.


Flova tersenyum sembari menggandeng tangan Kai, begitupun juga Alena. Mereka saling menatap foto di dalam lemari dengan perasaan bahagia.


Keluarga kecil tersebut, kemudian pergi bersepeda bersama di taman yang sering mereka kunjungi. Di susul dengan Nehra dan juga Steffa. Saling berpapasan dan bersepeda bersama.


“Alena!”


Teriakan tidak asing bagi Alena terdengar di telinganya. Alena melihat ke sumber suara yang tak lain adalah Desta. Desta bersama keluarganya mengadakan piknik kecil di taman tersebut.


“Ayo, sini..”


Dengan cepat, Alena mengayuh sepedanya untuk menghampiri Desta.


“Kenapa diam saja? Ayo bergabunglah.”

__ADS_1


Kai, Flova, Nehra dan Steffa saling memandang satu sama lain dan turut bergabung bersama dengan keluarga Desta yang tengah piknik bersama.


TAMAT


__ADS_2