Wa Story Istriku

Wa Story Istriku
Part 14


__ADS_3

Hari Kamis menjadi hari yang sangat sibuk bagi Puspa dan Anjar, tidak seperti biasanya. saking sibuknya, mereka lupa berkirim pesan untuk sekedar mengingatkan, sudah makan atau belum.


Anjar yang berada di dalam ruang kerjanya, duduk di kursi kebesarannya, tampak sedang berfikir...


"Ga, tolong loe ke ruanganku sekarang" sambungan melalui telfon kepada sekretarisnya. Tak lama kemudian pintu di ketuk, tampak sosok Dirga berjalan menuju ke mejanya"


"Gimana bos"


"Ga ini Anggaran di cabang Jogja gede banget, sebelum aku ACC coba kirim surveyor ke sana aku tunggu laporannya hari senin"


"Siap" jawab Dirga, O ya Bos, sekalian aku mau diskusikan anak perusahaan kita yang di semarang, aku cek berkasnya sedikit bermasalah. Coba loe cek


Anjar dan Dirga adalah kawan baik, mereka tampak santai jika membicarakan soal pekerjaan, seperti sapaan loe, gue hanya berlaku di saat mereka sedang berdua, tapi tidak jika di depan rekan bisnis, investor maupun klient..


Kini mereka berdua larut dalam pembicaraan tentang perusahaan.


"Sip Ga, nanti sore gue yang ke Semarang, loe urus yang di Jogja..


"Sip ok"sahut Dirga.


...@@@...


Malam harinya, Puspa nampak sendiri di rumah, karena sang suami sempat memberitahu bahwa hari ini ada perjalanan bisnis ke luar kota.


"Dhe, mas ada kerjaan di luar kota, besok sore baru pulang, mas usahakan sebelum makan malam sudah sampai di rumah"


Begitulah kira-kira pesan yang di kirim Anjar kepada sang istri.


Semarang, Banyumanik


"Assalamualaikum"


"Wa'alaikumsalam" Eh nak Anjar" ucap bu Retno yang tak lain adalah ibu kandung Puspa


Anjar segera mencium tangan sang mertua.


"Mari masuk nak, Pak, bapak, lihat siapa yang datang"


Dengan tergopoh bapak keluar dari dalam rumah "Nak Anjar" ucap bapak


"Anjar segera mencium punggung tangan Bapak mertuanya,


"Sendirian saja nak" ayo duduk" perintahnya


"Iya Pak" Ada urusan kerjaan mendadak, jadi maaf tidak ajak Puspa.


Bu Retno yang membawakan minuman untuk sang menantu, ikut menimpali.


"Tapi Puspa sehat kan nak?"


"Alhamdulillah bu sehat"


"Ayo nak di minum dulu"


"Iya bu terimakasih"


"Gimana keadaan keluarga di jakarta"


"Alhamdulillah semua sehat Pak"


Syukurlah kalau begitu, Mau nginep sini kan?"


"Iya pak, rencana bermalam di sini, besok pagi urus kerjaan, sorenya balik jakarta"


Bapak manggut-manggut


"Lebih baik nak Anjar sekarang istirahat, atau mau bersih - bersih dulu, monggo masuk saja ke kamar Puspa, Untung ibu selalu bersihin kamar Puspa, jadi kalau dadakan begini, kamar sudah siap pakai" di ikuti tawa mereka bertiga


"Ibu siapin makan malam ya nak" selesai mandi segeralah ke meja makan.

__ADS_1


"Iya bu terimakasih"


Usai mandi Anjar masih betah di dalam kamar, membuka lemari, dan meraih piyama milik sang istri, lalu menciumnya,


Anjar berniat melakukan vidio call dengan Puspa...


"Assalamualaikum mas"


"Walaikumsalam" lagi apa dhe, sahut Anjar seraya memeluk bantal,


"Mas kok Aku kaya ngga Asing sama bantalnnya, sama kamarnya juga"


"Jawab dulu, lagi apa kamu di rumah?"


"Lagi ngisi Raport anak-anak" Mas di rumah ibu?"


"Iya"


"Iihh kok ngga Ajak-ajak si"


"Mas buru-buru dhe" bentar lagi kamu juga liburan sekolah, nanti mas ajak ke sini, sekalian liburan"


"Gimana kabar ibu sama bapak"


"Kamu ngomong sendiri saja ya sama mereka"


Anjar keluar kamar menuju ruang keluarga di mana ada bapak dan ibu mertuanya.


"Pak bu, ini Puspa mau ngomong"


"Puspa telfon"


"Iya Pak"seraya menyerahkan ponselnya ke bapak.


"Nak Anjar makan dulu, Ayo ibu sudah siapin"


Jika di rumah Anjar di layani oleh sang istri, kini dia di layani oleh sang ibu mertua.


"Iya bu"


Di ruang keluarga Puspa yang sedang bicara melalui telfon.


"Bapak sama ibu gimana kabarnya?"


"Kami sehat nduk"


"Kamu gimana di situ"


"Baik juga bu"


"Kamu di situ yang nurut ya sama suami, layani suami dengan baik dan lembut" Nasehat ibu pada Puspa.


"Iya bu"


"Ngomong-ngomong udah ada isinya belum di perut"


"Belum bu, Doain Puspa terus ya, biar cepet kasih cucu ke bapak sama ibu.


Panggilan telfon pun berahir.


Setelah berbincang sebentar dengan sang mertua, Anjar pamit untuk beristirahat..


"Dhe, mas istirahat dulu ya, mas cape" sebuah


pesan di kirim ke ponsel istrinya.


...●●●...


Keesokan harinya, seperti biasa Puspa berangkat ke sekolah dengan menaiki kendaraan maticnya.

__ADS_1


Saat jam istirahat, Puspa yang sedang duduk dimeja kerjanya, terdengar suara nada dering di ponselnya.


Cantika is calling...


Puspa segera menekan tombol hijau


"Assalamualaikum"


"Walaikumsalam" jawab seseorang di sebrang telpon.


"Maaf ada perlu apa?"


"hmmm mba Puspa, bisakan kita bertemu hari ini?"


"Apa ada yang penting, mba cantika?"


"Sebenernya ada yang ingin aku sampaikan mba"


"Baiklah kita bertemu, di delta cafe, selepas dzuhur"


"Baik mba"


Di delta cafe terlihat sosok Cantika yang sedang menunggu di sebuah meja no 5. bergegas Puspa menghampirinya.


"Selamat siang mba Cantika?"


"Selamat siang juga mba Puspa, silakan duduk mba"


"Terimakasih"


"Mba ini sudah aku pesenin jus jeruk" maaf kalau mba kurang suka"


"Apa yang mau di omongin mba?" tanya Puspa


"Begini hemmm,, Aku mencintai mas Anjar sama seperti mba Puspa mencintainya"


"Apa Maksud mba Cantika?" Puspa menatap lekat Cantika


"Aku mau mba Puspa mengijinkan Mas Anjar menikahiku"


Plakkk... satu tamparan mendarat di pipi kiri Cantika.


"Berani sekali kamu merendahkan saya, perlu kamu ketahui, Mas Anjar tidak pernah mencintaimu" ucap Puspa dengan bibir bergetar.


"Kenapa kamu menampar ku?" Asal kamu tahu juga, mas Anjar sangat perhatian padaku, dia sangat baik dalam memperlakukanku"


"Memperlakukanmu yang seperti apa maksudmu?"


"Aku tahu kamu di jodohkan sama mas Anjar, jadi belum tentu mas Anjar mencintaimu


"Anak ini semakin berani, bahkan dia tanpa segan bicara tidak sopan di depanku" batin Puspa.


"Apa kamu yakin mas Anjar mencintaimu, ungkapan cinta mas Anjar kepadamu, apa kamu mempercayainya??


"Ungkapan cinta?, mas Anjar memang belum pernah mengungkapkan cinta di depanku" batinnya lagi.


"Dia baik sama kamu, mas Anjar juga baik sama aku" lanjut Cantika


"Sungguh bibirku mendadak kelu, ucapan Cantika bagaikan petir untuku" Lagi-lagi Puspa membatin


"Suamiku baik kepadamu hanya karena dia peduli dengan sesama manusia" ucap Puspa seraya meninggalkan cafe.


Di sepanjang perjalanan, Puspa tak henti-hentinya memikirkan ucapan Cantika.


"Apa perhatian mas Anjar hanya demi ikatan pernikahan, selama ini mas Anjar tidak pernah mengatakan cinta padaku? gumam Puspa


"Perhatian yang seperti apa yang di berikan mas Anjar pada Cantika?"


Apa yang sudah mas Anjar lakukan sampai Cantika senekad itu?"

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2