Wa Story Istriku

Wa Story Istriku
Part 11


__ADS_3

Sebenarnya mas mau mengajakku kemana, aku sekedar minta penjelasan, kenapa harus muter-muter" Batinku seraya memakai hijab.


Anjar berniat mengunjungi rumah cantika, untuk menjelaskan tentang Cantika pada istrinya. Saat Anjar sedang menunggu sang istri di teras rumah, Anjar sempat mengirim pesan ke Cantika, bahwa dirinya akan datang ke rumahnya.


Flash back on


Author pov


Cantika adalah gadis yatim piatu, yang tinggal dengan bibinya, ia sering mendapatkan perlakuan kasar dari sang bibi, bahkan tak luput dari pukulan sang bibi. Hingga suatu hari sang bibi terlibat hutang dengan seorang rentenir. Saat sang rentenir menagih ke rumah bibinya, si rentenir melihat Cantika, lalu sang rentenir memberi penawaran kepada bibi Cantika, bahwa hutangnya akan lunas jika bibinya menyerahkan Cantika untuk di peristri. Cantika yang mendengar pembicaraan bibinya memohon agar tidak menyerahkan hidupnya kepada sang rentenir,


"Cantika mohon bi, cantika tidakbmau jadi istri lelaki tua itu, cantika masih sekolah"


"Sebentar lagi kamu akan lulus sekolah Cantika, dan bibi sudah bilang ke pak Basuki agar menikahimu setelah kelulusan" ucap bibi


"Tapi Cantika masih ingin kerja dan kuliah bi, Cantika pengin jadi pramugari"


"Halah mimpimu itu ketinggian, memangnya kuliah tidak butuh biaya"


"Cantika akan kerja untuk biaya kuliah sendiri"


"Pokoknya bibi tidak mau tahu, setuju atau tidak, kamu akan tetap menikah dengan pak Basuki"


Cantika yang saat itu merasa tidak punya siapa-siapa, tidak tahu harus minta tolong ke siapa, ahirnya diapun pasrah dengan keputusan sang bibi.


Seringnya mendapat perlakuan kasar, omelan demi omelan, pukulan demi pukulan, hingga ahirnya mentalnya terganggu, dia menjadi gadis yang pendiam, kadang marah tanpa sebab, kadang menangis sesenggukan, dia merasa sendiri, jiwanya merasa kosong.


Hingga suatu hari ketika Anjar sedang memeriksa sebuah proyek yang tidak jauh dari rumah bibinya Cantika, Anjar melihat Cantika sedang di pukul oleh bibinya, Anjar bergegas menghampirinya, dan menghentikan aksi sang bibi.


"Stop" Ucap Anjar, tega sekali anda menyiksa anak anda sendiri, anda bisa masuk penjara"


Anjar mengira bahwa Cantika adalah anak kandung dari wanita itu.


"Heh siapa kamu?" tanya bibi Cantika "ini urusanku, kamu jangan ikut campur"


"Ini menjadi urusanku jika anda masih tetap memukulnya" pikirkan ini anak kandungmu sendiri"


"Heh jangan sok tahu kamu, dia bukan anak kandungku"


"Anak kandung anda atau bukan, anda tidak berhak memukulnya"


Sesaat kemudian muncul pak Basuki


"Eh Ranti, suruh keponakanmu mengenakan ini saat aku menikahinya. Ucap pak Basuki, sambil melempar bungkusan berisi pakaian ke bu Ranti


"Cantika mohon bi, Cantika tidak mau menikah dengan dia" ucap Cantika memelas


"Kamu mau bibi masuk penjara gara-gara bibi tidak bayar hutang?" Pak Basuki akan melaporkan bibi ke polisi, kamu tau kan bibi tidak punya uang sebanyak itu, untuk bayar hutang"


"Cantika akan kerja bi, Cantika akan bantu bibi bayar hutang-hutang bibi"


"Tidak bisa Cantika, kamu harus menikah denganya"

__ADS_1


"Saya akan bayar hutang anda" ucap Anjar lantang, "Berapa hutang anda?, aku akan melunasinya.


Tak butuh waktu lama Basuki menyahut ucapan Anjar.


"Heh anak muda, hutangnya sangat banyak" ucap pak basuki


"Katakan berapa?


"35 juta"


"Baik, Sekarang saya akan ke bank ambil uang" saya akan kembali setengah jam lagi.


Anjarpun beranjak meninggalkan rumah itu. Sekitar kurang lebih 45 menit, Anjar kembali dan membawa uang sesuai jumlah yang di sebutkan, lalu menyerahkannya kepada rentenir.


"Ini uang 35 juta, silahkan anda hitung" setelah itu pergilah dari sini"


"Tu-tuan anda benar membayar hutang hutangku?" ucap sang bibi.


"Oke uangnya pas, hai Ranti, beruntung sekali kamu, sekarang hutangmu lunas" kata pak Basuki seraya berlalu.


"Terimakasih tuan, sudah melunasi hutangku"


"Saya tidak menjamin keponakan anda akan aman setelah ini, jadi silahkan buat pernyataan, bahwa anda tidak akan berhutang, Jika anda melakukannya lagi anda akan saya laporkan ke polisi dan akan saya tuntut"


Mendengar ucapan Anjar, bu Ranti merasa takut, hingga ahirnya dia menyetujui syarat dari Anjar, dan menandatangani surat pernyataan itu.


"Kau aman sekarang, jika bibimu berulah lagi segera laporkan ke polisi, di surat pernyataan ada no ponselku. Simpan baik-baik surat pernyataan ini" ucap Anjar panjang lebar, "saya permisi Assalamualaikum


"Ya hallo..."


"Hallo mas" Suara di sebrang telfon


"Iya siapa ini?"


"Aku Cantika, waktu itu mas menolongku dan bibiku membayar hutang"


"Ohh, Apa bibimu berulah lagi?" tanya anjar


"Tidak"


"Syukurlah,, ya sudah maaf saya sedang sibuk"


"Mas, tunggu" Ucap Cantika


"Ada apa"


"Kalau boleh tahu, nama mas siapa?


"Anjar"


"Saya Cantika, sekali lagi terimakasih sudah menolong kami mas Anjar"

__ADS_1


"Sama - sama".


Sejak saat itu, Cantika sering menghubungi ponsel Anjar, entah menelfon ataupun mengirim pesan, Anjar hanya membalas seperlunya. Hingga ahirnya, Cantika mengatakan bahwa dia mencintai Anjar, Namun Anjar menolaknya, Anjar sama sekali tidak tertarik dengan Cantika, dia merasa hanya sebatas menolongnya sebagai bentuk perikemanusiaan. lagi pula Anjar sudah menikah. Anjar hanya menganggap dia adalah gadis labil yang sedang mengalami pubertas..


Semenjak di tolak, Cantika justru semakin sering menghubungi Anjar, dia meminta Anjar mengunjunginya setiap hari, dengan alasan bibinya masih suka menyiksanya.


Karena Anjar merasa kasihan, apalagi Cantika bercerita bahwa dia adalah anak yatim piatu, Anjar semakin tidak tega. Dan Anjar berjanji akan sering mengunjunginya. Agar bibinya tidak melakukan kekerasan lagi terhadap Cantika


Seringnya Anjar datang mengunjungi Cantika, menambah rasa kagum terhadap Anjar. rasa ingin memiliki pun semakin besar.


Suatu ketika Cantika mengirim pesan ke Anjar, bahwa dia ingin menemui Anjar. Anjar sempat menolaknya, tapi Cantika berkata bahwa ini sangat penting, menyangkut hidupnya, hingga ahirnya Anjar menemuinya di sebuah restauran.


Di sebuah Restauran


Cantika sedang menunggu Anjar, tidak lama kemudian Anjar datang.


"Aku tidak punya banyak waktu, jadi cepat katakan ada apa?"


"Aku berusaha melupakan mas Anjar tapi aku tidak bisa, Aku mencintaimu mas"


Anjar sempat kaget, dia tidak menyangka kalau Cantika senekad itu


"Cantika, itu bukan cinta, itu obsesi" Anjar nampak santai menghadapi Cantika


"Tidak mas, aku beneran cinta sama mas Anjar" ucapnya lagi


"Kamu itu masih gadis 18 tahun, masa depanmu masih panjang, kamu punya banyak kesempatan untuk meraih cita-citamu, dan mencari laki-laki yang lebih baik lagi"


"Tidak ada yang lebih baik dari mas Anjar"


"Ada... Banyak..."


"Tapi mas Anjar yang terbaik bagiku"


"Sekali lagi dengar baik-baik, kamu ini cantik, di luar sana masih banyak laki-laki baik yang bisa kamu pilih" kamu juga masih sangat muda, raihlah cita-citamu terlebih dulu" Nasehat Anjar panjang lebar.


"Tapi aku cuma mau mas Anjar, agar mas Anjar bisa terus melindungiku"


"Aku masih bisa melindungimu, kamu jangan khawatir, kau bisa Anggap aku sebagai kakakmu,


"Tapi aku mau mas Anjar melindungiku sebagai suamiku"


"gadis ini benar-benar sedang mengalami depresi" batin Anjar.


"Aku ini sudah punya istri" ucap Anjar


Cantika kaget mendengar pengakuan Anjar


Dia semakin tidak terima, Justru ia bertekad akan membuat Anjar jatuh cinta padanya.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2