
Samar-samar mendengar suara adzan
Diana melirik jam di atas nakas.
Dia memindai pandangannya pada sosok lelaki yang berada di sampingnya, sesaat, lalu beranjak ke kamar mandi.
Dia memberanikan diri membangunkan suaminya yang masih terbuai dalam mimpinya
"Mas" panggil Diana lembut
Anjar menggeliat, menatap seseorang yang sudah membangunkannya, seorang wanita cantik yang sudah mengenakan mukena, berdiri di samping tempat tidur, mengingatkan Anjar akan istrinya. Karena cahaya lampu yang menyilaukan, Anjar menyipitkan kedua matanya
"Ada apa?"
"Sudah Adzan subuh, apa mas mau mengimamiku sholat?"
"Tunggu sebentar" sahut Anjar seraya bangun dari tempat tidur
Perasaan gugup menyelimuti Diana seketika, saat Anjar mengulurkan tangan setelah selesai sholat.
Diana meraih tangan kekar nan lembut itu untuk di cium.
Dia melipat mukenanya, melangkahkan kaki berniat pergi ke dapur, saat akan menuruni tangga, terdengar suara salah satu anak kembar memanggil Diana
"Mami" panggil Emyr. Jauh-jauh hari, Azam dan Emyr memang sudah di latih oleh bunda dan Siska untuk memanggil Diana dengan sebutan mami,
Hati Diana trenyuh mendengar panggilan bocah usia dua tahun
Gegas Diana menghampiri Emyr, dengan cepat ia menggendongnya
"Emyr sudah bangun?"
"Pup mami, pup"
Diana memindai pandangan ke arah diaper
"Ok anak mami, kita ke kamar mandi yuk"
Diana berjalan menuju kamar si kembar, saat membuka pintu, tampak di sana masih ada bu Retno dan Azam yang masih tidur nyenyak, Diana mengurungkan niatnya lalu menutup pintunya kembali, dan berjalan memasuki kamarnya yang berada di sebelah kamar anak-anak.
Anjar yang duduk di meja kerja saat sedang mengecek pekerjaanya melalui laptop, seketika menatap Diana
"Emyr, sudah bangun, sini sama papi"
"Dia pup mas, sebentar aku bersihkan dulu"
__ADS_1
Diana membawanya berjalan menuju kamar mandi.
Usai membersihkan pup Emyr, Diana menghampiri Anjar yang masih duduk di tempat yang sama
"Mas bisa tolong pegang Emyr sebentar, aku ambil diaper dulu di kamar anak-anak"
"Di lemari itu ada diaper dan celana serta baju anak-anak, kamu bisa ambil di situ tanpa harus ke kamar mereka" ucap Anjar "Sini sayang sama papi dulu"
Diana memindahkan Emyr ke pangkuan Anjar
Anjar memang menyediakan sebuah lemari kecil khusus untuk baju-baju si kembar di kamarnya, itu untuk memudahkannya supaya tidak perlu keluar kamar.
"Emyr pakai celana dulu ya" ucap Diana
Saat Diana sedang memakaikan celana pada Emyr, terdengar tangisan Azam, Anjar dan Diana saling menatap. bergegas Diana memasuki kamar anaknya
"Nak, maaf ibu tidur terlalu nyenyak, apa Emyr ada di kamarmu" tanya bu Retno
"Iya bu, dia ada di kamar sama mas Anjar, sini bu biar Azam aku yang urus"
"Ya sudah, ibu ke toilet dulu" lalu menyerahkan Azam ke tangan Diana
Diana melakukan hal yang sama pada Azam, membawanya ke kamar mandi, yang berada di kamarnya, lalu mengganti diaper dengan yang baru.
"Loh sayang kok sudah bangun, sini sama nenek"
Azam tampak menolak dengan uluran tangan sang nenek, ia semakin menenggelamkan kepalanya di leher Diana
"Tidak apa-apa bun,
Tin susu anak-anak ada dimana?"
"biar saya saja yang bikin non"
"Tidak apa, biar aku yang buat" sahut Diana
Diana membuat dua botol susu yang masing-masing untuk Azam dan Emyr
"Apa Emyr sama papinya Di?" tanya Siska
"Iya mba dia di atas sama mas Anjar"
...:::::::::::::::...
Sore harinya, pak Ilham beserta keluarga berpamitan kepada keluarga Dhaniswara
__ADS_1
"Kami sekeluarga pamit pak Aziz, Terimakasih untuk semuanya"
"Sama-sama pak Ilham" jawab ayah
"Nak Anjar, bapak pamit, kapan-kapan ajak istri dan anakmu ke Semarang, nginep di rumah bapak"
"Insya Allah pak"
"Mas aku balik ke semarang dulu?" pamit Akbar adik laki-laki Puspa
"Hati-hati mengendarai mobil Bar, kabari mas kalau sudah sampai"
"Siap mas" jawab Akbar
Mobil pajero sport milik pak Ilham berjalan menjauh dari rumah orang tua Anjar, Kini giliran Rafa dan Siska pamit
"Ayah, Bunda kita juga pulang dulu ya" ucap Rafa
"Balik dulu ya Di, Ucap Siska seraya berpelukan dengan Diana "Semoga cepat dapat momongan"
Ucapan Siska di amini oleh Ayah dan Bunda
"Hati-hati kalian" sahut Bunda
...@@@@...
Karena seharian asik bermain dengan mami Diana, Azam dan Emyr yang biasanya belum tidur, malam ini sebelum jam sembilan mereka sudah terlelap. Diana masih betah berada di kamar anak-anak sambungnya. Rasanya enggan untuk kembali ke kamar milik Anjar, yang sekarang juga menjadi kamarnya, saat sedang mengusap kepala anak-anak secara bergantian, tiba-tiba pintu terbuka
"Apa sudah tidur?" tanya Anjar
Diana segera bangun dan memberikan tempat untuk Anjar yang akan mengucapkan selmat tidur untuk si kembar
"Sudah mas"
"Selamat bobo nak" mami Puspa menyayangimu, kalimat itu di bisikan pada telinga kedua anaknya, lalu mencium keningnya bergantian
"Biarkan mereka tidur"
"Iya" jawab Diana
Anjar dan Diana lalu keluar dari kamar Azam dan Emyr
Malam kedua setelah pernikahannya, mereka masih tidur dengan saling membelakangi. Menyisakan lampu meja, yang hanya memancarkan cahaya temaram. Tidak ada obrolan maupun aktivitas layaknya pengantin baru pada umumnya.
Bersambung
__ADS_1