Wa Story Istriku

Wa Story Istriku
Part 20


__ADS_3

"Puspa... teriak ibu girang


Suami istri itu lalu mencium tangan sang ibu takzim.


Bapak mana bu?"tanya Puspa


"Mbokya tanyakan kabar ibu dulu, nduk?"


"Ibu sehat?"


"Eh bantuin dulu tuh suamimu?"


"Yah ibu giliran di tanya malah ngga jawab"


"Tidak apa-apa bu, menantu ibu ini masih kuat" sahut Anjar.


"Kalian bersih-bersih dulu terus makan,


bapak lagi ada pengajian di rumah kyai Ahmad"


"Biasanya pulang jam berapa bu?" tanya Puspa


"Sebelum jam 12 pasti sudah pulang"


"Kalian nda usah tunggu bapak, kalian nanti selesai makan langsung istirahat, kalian pasti cape"


Puspa menyusul suaminya yang sudah masuk kamar terlebih dulu.


Selesai mandi Puspa dan Anjar, bergegas keduanya melangkahkan kaki ke meja makan, karena sang ibu berkali-kali menyuruhnya makan.


"Kalian tuh makan dulu, jangan tidur dengan perut kosong" nasehat ibu.


"iya bu", jawab Puspa


"Kangen banget bu sama masakan ibu"


"Ya sudah makan yang banyak" ibu mau solat isya dulu"


"Mas mau nambah lagi?"


"Dikit aja sayang"


Sembari ngobrol mereka menghabiskan makan malam, lalu bersama-sama membereskan meja makan, Puspa yang mencuci piring, dan Anjar yang tampak mengelap meja. Tidak di sadari oleh sepasang suami istri, bahwa sang ibu sedang menyaksikan pemandangan yang membahagiakan.


"Semoga pernikahan kalian sakinah, mawadah, warohmah" dan segera di beri kepercayaan menimang bayi" batin Bu Retno seraya menghapus buliran bening yang meluncur di pipinya


"Kalian kok malah repot-repot bersihin dapur si?"


"Tidak apa-apa bu" sahut Anjar, Cuma kaya gini sambil merem juga selesai" sambungnya lagi.


"Ya sudah, kalian istirahat nda usah tunggu bapak pulang. Bapak pulangnya malam.


"Mas aku ke kamar ibu dulu ya",


"Jangan lama-lama sayang"


"Kalau lama kenapa sayang?" tanya Puspa


"Temenin tidur lah"


"Hari-hari juga di temenin?Mas tidur saja, besok harus bangun pagi loh"


"Hmm"


Saat ini Puspa sedang ngobrol dengan ibunya. tak terasa sudah lewat pukul 10 malam


"Nduk sana ke kamar, kasian suamimu"


"Nanti bu, masih kangen sama ibu"


"Ya besok kan masih ada waktu"


"Bentar lagi deh bu"

__ADS_1


Tiba-tiba terdengar suara deheman Anjar


"Ada apa mas?"


"Bikinin mas kopi dong sayang"


"Tuh sana bikinin suamimu kopi" ucap ibu, habis itu langsung istirahat, ibu juga mau tidur, ngobrolnya di lanjut besok"


"Iya bu"


Anjar menggandeng tangan Puspa lalu mengarahkannya berjalan menuju kamar


"Loh mas kok ke kamar, katanya mau kopi"


"Ngga jadi sayang"


"Mas mau di temenin tidur" mas ngga bisa tidur"


"haisstt dasar modus"


Dan akhirnya, Anjar tertidur di pelukan Puspa


Pagi-pagi sekali Anjar sudah di jemput oleh pak Anan, supirnya Ayah.


Anjar segera pamit kepada Pak Ilham dan bu Retno.


"Pak bu Anjar ke Jakarta dulu"


"Hati-hati nak Anjar"


"Mas pulang dulu dhe, lima hari lagi mas jemput"


"Iya mas, mas Hati-hati" kalau sudah sampai kabarin"


"Iya sayang" mengecup kening istrinya


"Ada ibu sama bapak kok" ucap Puspa


Bapak dan ibu mertuanya hanya tersenyum.


...@@@@...


Mobil dengan kecepatan sedang, membelah jalanan kota, Anjar yang tidak bersemangat pulang kerumah, karena tidak ada sang istri, melajukan mobilnya ke arah kediaman orang tuanya.


Baru tiga hari tidak tidur bersama sang istri rasanya seperti makan sayur yang tanpa garam.


"Masih dua hari lagi" gumamnya


Sesampainya di rumah orang tuanya, Anjar beranjak ke kamar, bahkan Anjar tidak menyadari, bahwa di ruang keluarga ada bunda dan ayahnya.


"Anjar" ucap bunda


"Eh bunda, kirain tudak ada orang di sini"


Bundanya sudah tahu kalau menantunya sedang tidak ada di rumah.


"Sudah makan?"


"Belum bun"


" Makan dulu, bunda siapin ya"


"Nanti saja bund, aku mau mandi dulu"


"Oh ya sudah buruan mandi" selesai mandi langsung turun.


^^^Puspa, suamimu terlihat menyedihkan😅"^^^


Pesan bunda untuk Puspa, yang saat ini sedang berbalas pesan dengan menantu kesayanganya.


Puspa


"Kenapa bund?"

__ADS_1


^^^"Dia pulang ke rumah bunda, katanya ngga ada kamu ngga asyik"^^^


Semarang


Banyak orang yang bilang bahwa tinggal di desa itu sangatlah membosankan. tetapi tidak dengan Puspa, justru ia menikmati suasana desa tempat tinggalnya.


Sawah yang membentang luas, pegunungan yang terlihat asri, dan udara yang lebih segar membuat Puspa nyaman tak ingin beranjak dari sini.


Berbeda dengan kota, jalanan yang di penuhi kemacetan, keramaian dan carut marut kehidupan di kota membuat pikiran rentan terhadap stres.


Hari ini Puspa membantu sang Ayah memanen tomat, sawi hijau, cabai dan sayuran lainnya.


Sebagai petani sayur, adalah mata pencaharian Pak Ilham. Ayah Puspa.


"Bapak, kalau cape istirahat pak, kan sudah ada paman joko yang bantuin"


"Bapak kalau kelamaan istirahat malah jadi sakit nduk"Kapan suamimu jemput kamu?"


"Insya Allah hari Jum'at Pak"


"Ingat selalu pesan bapak nduk, Jangan pernah tinggalkan sholat lima waktu, selalu layani suami dengan baik, termasuk patuh, dan lagi jangan mengeraskan suara di hadapan suami" nasehat bapak panjang lebar.


"Iya pak, Puspa selalu ingat nasehat dari bapak"


bapak juga harus selalu jaga kesehatan,


"Bapak selalu jaga kesehatan, kamu tidak perlu cemas"


"Pekerjaan kamu gimana nduk"


"Alhamdulillah lancar pak"


"Apa suamimu nda ngelarang kamu buat berhenti kerja?"


"Sudah si pak, tapi Puspa tidak mau, Puspa masih pengin mengajar"


Apa suamimu nda keberatan kalau kamu masih kerja?


"Tidak pak"


"Tapi kamu jangan mengabaikan suamimu", Jangan biarkan pekerjaanmu membuatmu lalai dengan tugas seorang istri"


"Iya Pak"


Puspa tidak menyia-nyiakan waktu selama di kampung halamannya, waktu yang hanya lima hari ia pergunakan untuk melepas rindu kepada orang tuanya, berbincang-bicang serta merawat orang tuanya. ia benar-benar menikmati liburan ahir tahun ini, berbeda dengan tahun lalu. Dan hari ini, Puspa akan kembali kerumah suaminya, melanjutkan aktifitasnya sebagai guru, yang sebentar lagi mulai masuk tahun ajaran baru.


Seraya mengusap lengan sang Ayah, seakan berat bagi Puspa meninggalkan orang tuanya.


"Bapak sama ibu selalu jaga kesehatan ya, kalau ada apa-apa langsung hubungi Puspa,


"Kamu nda usah khawatir nduk, kami tidak sendiri di sini, ada pamanmu, bibimu, mereka semua ngumpul di sini, ucap Ibu, justru kami khawatir sama kamu, Kamu baik-baik di sana, Patuh sama suami, dan mertua,


"Iya Bu"


Kemudian Puspa berpamitan kepada sanak saudara yang lainnya.


"Kami pulang dulu pak bu, ucap Anjar seraya mencium tangan kedua mertuanya.


"Hati-hati di jalan nak" sahut Pak ilham, kalau sudah sampai kabarin ibu sama bapak. Sampaikan juga salam kami pada Ayah dan bundamu"


"Iya pak"


"Kami permisi" Assalamualaikum


"Walaikumsalam, jawab ibu dan bapak bersamaan dengan keluarga yang lain


Mereka sama-sama melambaikan tangan kepada orang tua dan saudara yang lainnya. Puspa dan Anjar siap menempuh perjalanan Semarang-Jakarta


Mobil melaju hingga lenyap dari pandangan kedua orang tua Puspa..


Sampai jumpa kota Semarang...


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2