
Malam ini Siska berada di rumah mertuanya, sudah dua hari dia menemani bunda Rita, karena Anjar dan ayah mertuanya sedang ada perjalanan bisnis ke Singapura selama tiga hari
"Bund, Aku dan Rafa berniat menjodohkan Anjar dengan seorang dokter muda"
Ucapan Siska membuat bunda menghentikan gerakan memotong sayuran lalu menatapnya
"Siapa dia Sis?" tanya bunda
"Dia Diana bund, seorang dokter muda yang baru akan memulai karirnya, tapi,,,,"
Siska berhenti sejenak
"Tapi Apa sis?"
"Dia gadis yatim piatu bund" ucap Siska lirih
"Oohh"
"Dia baik kok bun, aku dan Rafa sangat mengenalnya, menurut bunda gimana, apa bunda menyetujuinya?"
"Bunda setuju saja Sis, asal Dia mau menerima Azam dan Emyr?" soal status, bunda tidak peduli"
"Bunda mau bantu aku dan Rafa?"
"Bunda akan bantu semampu bunda?"
"Makasih ya bund, tolong sampaikan pada ayah tentang ini, supaya ayah juga mau bujuk Anjar buat menikah lagi
"Tapi sis, apa dia mau menikah dengan Anjar, yang seorang duda punya dua anak?"
"Ya kita usaha dulu bund, coba dekatin mereka berdua, siapa tahu jodoh, aku ingin Azam dan Emyr punya mommy yang sayang sama mereka, aku dan Rafa yakin sama Diana
dia sangat menyayangi anak-anak"
"Namanya cantik?"
Siska tersenyum seraya menganggukan kepala
"Orangnya juga cantik bund, Kalau bunda ok, besok aku suruh Diana mampir ke sini"
"Boleh, tapi bunda tidak yakin apakah Anjar mau atau tidak, selama ini kan bunda sudah sering mengenalkan wanita, dan Anjar selalu menolak" ucap bunda pesimis
"Kita coba sekali lagi bund"
Siska dan bunda memperhatikan Aurell yang sedang bermain kejar-kejaran dengan Azam dan Emyr. Bayi kembar itu tampak menikmati permainan dengan kakak sepupunya.
"Sudah yuk kita bobo sudah malam?" seru Siska
"Tidak mau" jawab Azam dan Emyr, dengan suara lucunya yang sedang belajar berbicara
__ADS_1
"Ya sudah lima menit lagi ya?"
"Ote bunda?" mereka pun melanjutkan permainanya.
Anak Puspa dan Anjar memang memanggil Siska dengan sebutan bunda karena mereka mengikuti Aurell yang kerap memanggilnya bunda, juga pada Rafa, anak kembar itu memanggilnya Ayah. Siska dan Rafa pun menyayangi mereka seperti anaknya sendiri
Malam, saat anak-anak sudah menjelajahi alam mimpi, Siska sempat berkirim pesan dengan Diana
"Di, besok bisa datang ke rumah ibu mertuaku?"
Diana
"Jam berapa mba?"
^^^"Sepulang kita dinas bagaimana?"^^^
Diana
"Ok mba"
Sesaat kemudian, pintu kamar anak-anak terbuka
"Ternyata disini bund?"
"Eh ayah sudah pulang?" ucap Siska
"Yah tadi bunda kirim pesan ke Diana, supaya datang ke rumah ibu besok?"
"Terus, apa kata Diana?"
"Dia bilang ok si yah, niatku supaya bunda ketemu Diana dulu, kalau bunda cocok, kita akan memulai misi kita"
"Ok, nanti ayah bantu sedikit"
...&&&&&&...
Keesokan harinya dua wanita yang berprofesi sebagai dokter, telah menyelesaikan tugasnya hari ini, mereka sedang bersiap-siap untuk pulang, Diana yang menerima undangan untuk mengunjungi ibu mertua Siska, dia sedikit memoles, wajahnya.
Tok,,tok
"Sudah siap Di?" tanya Siska
"Sudah mba, ayo kita jalan"
Mobil mewah milik Siska memasuki kawasan rumah elit di Jakarta, saat sampai di depan rumah mertuanya, seorang satpam membukakan pintu gerbang.
"Assalamualaikum"
"Wa'alaikumsalam bunda" anak kembar itu berlari saling berlomba menghambur ke pelukan Siska
__ADS_1
"Kalian sedang apa, nenek ada di mana?"
"Sholat" jawab mereka bersamaan, dengan gaya bicara khas anak batita
Bi Sumi dan Atin sedang menjaga Azam dan Emyr mereka menyuapi si kembar makan buah.
"Bi sumi, tolong ini bawa ke dalam ya, nanti bisa di masak untuk makan malam" ujar Siska seraya menyerahkan beberapa kantong kresek berisi bahan makanan, "Dan Atin, tolong buatkan teh untuk tamu kita, nanti biar Azam dan Emyr saya yang jaga"
"Ayo Di duduk dulu, ini si kembar, Azam dan Emyr, mereka anak adiku"
"Hay Azam, Emyr?"
"Hae juga aunty" jawab mereka cedal
"Azam sama Emyr tunggu sini ya sama aunty cantik, bunda Siska mau ganti baju dulu"
Para bocah kembar itu mengangguk dengan kebingungan mereka, tidak lama setelah itu, bunda Rita tampak keluar dari kamarnya
"Eh ada tamu" ucapnya
"Selamat sore tante?" sapa Diana seraya mencium punggung tangan bu Rita
"Selamat sore,, cucu nenek lagi main sama aunty cantik ya?"
Si kembar tampak tersenyum ceria
"Ngomong-ngomong ini aunty siapa ya namanya"? tanya bunda Rita dengan nada di buat-buat layaknya anak kecil
"Aunty Diana nenek, jawab Diana tak kalah lucu. mereka tertawa berjamaah
"Ohh jadi ini si kembar yang di critakan sama bang Rafa waktu itu?" kasian sekali, padahal mereka anak-anak yang sangat menggemaskan, aku saja langsung jatuh cinta padanya" Batin Diana
Diana memandang kedua bocah itu dengan tatapan iba
Tidak butuh waktu lama, Diana mampu mengambil hati Azam dan Emyr, karena sejak kecil Diana memang sudah terbiasa menghadapi anak-anak di panti asuhan, Diana sering membantu ibu panti dalam merawat adik-adiknya.
Sudah puas bermain dengan si kembar, sudah makan malam, dan mengobrol dengan bunda Rita, Ternyata Azam yang berada di pangkuan Diana tertidur dengan nyenyaknya, begitu juga dengan Emyr yang tidur di pangkuan Siska.
Diana pamit pulang karena jam sudah menunjukan pukul 9 malam.
"Kalau begitu, saya pamit tante?"
"Hati-hati di jalan ya"
Pak Anan mengantar Diana sampai depan panti.
Di dalam kamar berukuran 4×4, Diana memikirkan bocah kembar itu, dia merasa kasihan dengan Azam dan Emyr.
"Semoga kalian nanti dapat ibu sambung yang baik, yang menyayangi kalian" gumam Diana
__ADS_1