Wa Story Istriku

Wa Story Istriku
Part 12


__ADS_3

Cantika kaget mendengar pengakuan Anjar


Dia semakin tidak terima, Justru ia bertekad akan membuat Anjar jatuh cinta padanya..


"A-apa? mas su-sudah punya istri??"


"Iya, aku sudah punya istri"


"Aku mau walau jadi istri kedua,kok" ucap Cantika


"hhhhh gadis ini benar-benar tidak sopan" Lagi lagi Anjar membatin


"Maaf Cantika aku tidak bisa, walaupun hubungan kami di awali dengan perjodohan, tapi lambat laun kami saling menerima, aku tidak mau menghianati istriku" hubungan kami baru akan di mulai"


"Apa mas Anjar mencintai Istri mas Anjar?"


Anjar mengangguk "tentu saja"


"Mas Anjar bisa mencintai istrinya, nanti mas Anjar juga lambat laun, pasti akan bisa mencintaiku"


"Maaf Cantika, aku tidak menyukaimu"


"Tapi mas Anjar kenapa selalu baik ke aku"


"Aku hanya menolongmu, sebagai sesama manusia" tolong jangan salah paham dengan kebaikanku Cantika. Anjar memegang tangan Cantika, Semangatlah, dan raih cita-citamu.


"Maaf Cantika, aku masih ada kerjaan, aku akan mengantarmu pulang"


"Mas Anjar, boleh aku menggandeng tanganmu"


"Baiklah, Ayo ku antar pulang"


Flash back of


Pov Cantika


Mas Anjar mau datang, Aku harus tampil cantik di depan mas Anjar, mumpung bibi sedang pulang ke Semarang, Jadi aku bisa bebas, tidak ada yang akan menggangguku dengan mas Anjar nanti. Dan aku akan membuat mas Anjar terpesona padaku. Ya aku akan memakai lingerie ini.


Setelah memoles wajahnya, dengan make up, dari pantulan cermin, Cantika memindai penampilanya, dari atas ke bawah.


"perfect" ucap Cantika


Sebenernya Cantika adalah gadis yang baik, Cantik, dan juga pintar, tapi karena perlakuan dari bibinya, Cantika seolah mengalami trauma dan depresi. Tak berapa lama suara ketukan pintu menggema..


Assalamualaikum, ucap seseorang di balik pintu


"Pasti itu mas Anjar" Gumanku


"Walaikumsa--laam" Sontak Anjar berbalik ketika melihat sosok wanita di balik pintu.


"Cepat ganti bajumu Cantika" ucap mas Anjar


"Mm-mas Anjar" ucapku terbata aku melihat sosok mas Anjar datang bersama wanita. "Apa ini istrinya mas Anjar" batinku


"Mba, emba ganti baju dulu ya, yang agak tertutup" silahkan mba Cantika, kita tunggu di sini" ucap wanita itu yang ku taksir adalah istri mas Anjar.

__ADS_1


"I-iya" jawabku gugup


Beberapa saat kemudian


"Mari masuk, mas, mba"


"Tadi kami lewat sini Cantika, jadi aku ajak istriku kesini, ngomong-ngomong dimana bibimu?" tanya mas Anjar


"Bibi sedang pulang ke Semarang mas"


"Cantika lain kali jangan memakai kostum seperti tadi saat menerima tamu, itu namanya tidak sopan, nanti kalau yang datang tamu jahat, pas banget bibimu tidak ada di rumah, itu bisa membahayakan dirimu sendiri.


"Iya maaf"


"Oo ya Cantika, ini istriku, puspa namanya"


"Wanita itu mengulurkan tangannya hendak berjabat tangan denganku"


"Puspa"


"Cantika" Sahutku seraya menerima uluran tangannya.


"Cantika, ini ada bingkisan dari istriku"


"Terimakasih mas,mba"


"Aku malu, aku kira mas Anjar akan datang sendiri, ternyata malah sama istrinya" batinku


"Mba Cantika selain tinggal sama bibinya, ada siapa lagi di rumah?"


"Kamu punya adik cantika?"tanya mas Anjar


"iya mas" bibi tidak mau nampung kita berdua, jadi adiku di bawa pamanku tinggal bersamanya.


"hemmm mba, tadi mba Cantika bilang, bibinya sedang pulang ke Semarang, Apa bibimu dari Semarang" tanya istrinya mas Anjar


"Iya mba, bibi dan almarhum ibuku Asli semarang"


"Aku juga dari Semarang, mba cantika Semarangnya mana? tanyanya lagi


"Aku belum pernah ke Semarang, tapi kata bibi neneku di Banyumanik..


"Loh ko sama" Aku juga dari Banyumanik.


Kebetulan sekali ya,


"Sejak kapan bibimu ke Semarang? kali ini mas Anjar yang bertanya.


"Sudah dua hari mas, katanya besok kembali ke jakarta lagi"


"Terus, kamu sendirian di rumah"


"Iya mas"


"Kamu hati-hati ya, selalu kunci pintu, Jangan menerima tamu, dengan memakai kostum seperti tadi"

__ADS_1


"Iya mas" Perhatian kecil seperti ini yang membuatku cinta sama kamu mas Anjar" Batinku


"Mba Cantika, kerja Atau kuliah?" tanya puspa


"Kerja mba"


"Kalau boleh tahu kerja di mana?"


"Di Restauran"


"Oo ya Cantika, kamu kalau kirim pesen ke aku, istriku suka jelous lho"


"Mas Anjar seperti sedang menggoda istrinya, ku lihat istrinya tersipu malu, dan seketika mencubit lembut lengan mas Anjar"


"Kau tahu Cantika, dia ini menantu kesayangan bundaku" istriku juga baik, kamu bisa curhat ke dia, kamu boleh manganggapnya kakak, sama sepertiku yang menganggapmu adik.


"Mas" sahut istrinya mas Anjar


"Mas Anjar benar benar membuatku cemburu"


Setelah ngobrol lama, ahirnya mereka pamit pulang,


"Kalau gitu kami pamit dulu ya Cantika"


"Iya mas, terimakasih buat bingkisanya, terimakasih juga buat mba puspa sudah berkenan datang ke rumah bibiku.


"Sama-sama Cantika" ucap mba Puspa.


Assalamu'alaikum


"Walaiukumsalam, jawabku seraya membungkuk.


"Setelah kepergian mereka, aku semakin iri dengan puspa" Dia benar-benar cantik, wanita yang lemah lembut, pantas saja mas Anjar tidak mau menduakannya, aku lihat mas Anjar sangat mencintai istrinya, beruntung sekali kau Puspa" gerutuku.


"Mas Anjar benar-benar pria idaman, Aku semakin ingin merebutnya dari Puspa"


"Aku akan pura-pura baik sama mba Puspa, nanti aku akan bujuk mba Puspa supaya mas Anjar mau berpoligami, dan seharusnya dia setuju untuk di madu, dia kan wanita sholehah


"Yaa, aku harus bersikap baik pada mba Puspa" Aku akan minta no ponsel mba Puspa ke mas Anjar..


...-----------------------------------...


Setelah berkunjung ke rumah Cantika, pasangan suami istri itu, kini akan menuju ke rumah makan.


Melajukan kendaraanya dengan kecepatan sedang, membelah jalanan yang lenggang, Anjar Tersenyum lega, dengan sesekali pandanganya melirik ke arah sang istri, dan sejenak ke arah spion. Di dalam mobil, Tangan kiri Anjar meraih tangan kanan istrinya, menyatukan jari-jari mereka, menggenggamnya erat, satu tangan lainnya fokus memegang kemudi, dengan tatapan lurus ke depan. Anjar seolah mengisyaratkan, bahwa Puspa adalah satu-satunya wanita yang di cintai olehnya. Kemudian Anjar mengajak istrinya untuk makan siang di Restauran.


Karena masalah ini, mereka telah melewatkan jam makan siang. Anjar berharap istrinya tidak lagi salah paham dan cemburu setelah ini. Anjar juga berharap semoga Cantika bisa mengerti, dan tidak lagi mengganggunya.


Tanpa Ada obrolan di antara mereka, mobil terus melaju, hingga ahirnya mereka sampai di tempat tujuan, memarkirkan kendaraan di halaman Restaurant.


Memilih menu yang mereka inginkan.


Gurame bakar soas tiram, cah kangkung, Stik sapi, dan sayap ayam goreng, yang merupakan makanan kesukaan sang istri, sudah dipilihnya


Seraya menunggu pesanan siap, Anjar tidak henti-hentinya menatap Puspa sambil mengulum senyum, dan sesekali mengedipkan matanya, membuat Puspa mengerucutkan bibirnya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2