Wa Story Istriku

Wa Story Istriku
Part 31


__ADS_3

Sesampainya di rumah, mereka menuju meja makan untuk makan siang, sebelumnya Puspa sudah menyuruh bi Sumi untuk memasak.


Selesai makan, mereka masuk ke kamar masing-masing untuk beristirahat.


Puspa menunjukan kamar yang dulu di tempatinya, untuk istirahat Akbar selama menginap di sini.


"Akbar ini kamarmu, yang itu kamar emba, seraya menunjuk kamar depanya. Kalau butuh sesuatu panggil emba saja"


"Iya mba"


"Nah sekarang kamu istirahat, mba masuk kamar dulu"


"Makasih mba"


Saat di kamar Anjar terlihat sedang sibuk dengan laptopnya.


"Mas ngga istirahat dulu?" tanya Puspa


"Kerjaan kantor banyak banget sayang"


Puspa tidak ingin mengganggu sang suami dia menyibukan diri, mengoreksi hasil ulangan anak muridnya, hingga dia tertidur


Anjar yang melihat kondisi istrinya, seketika membereskan beberapa kertas di atas pangkuannya, lalu memindainya ke lantai.


Saat Anjar hendak membetulkan posisi tidur Puspa agar lebih nyaman, Puspa pun terbangun


"Mas"


"Udah ngga usah bangun sayang, ngga apa-apa kalau mau tidur siang"


Tapi karena Puspa sudah terlanjur bangun, Anjar menaruh bantal di kepala ranjang untuk bersender Puspa supaya lebih nyaman


"Mas, bisa ngga mas jangan pegang laptop dulu"


"Memangnya kenapa?"


"Memangnya kamu ngga kangen sama aku?"


Anjar mengulum senyum, gemas dengan tingkah istrinya, seraya memindai laptopnya ke atas nakas lalu memeluk tubuh istrinya dari samping masih dalam posisi duduk


"Apa ada masalah?"


"Ngga ada mas, aku ngga suka saja, dua hari ngga ketemu, pulang sampai rumah yang di pegang laptop"


"Maaf, Ok gimana anak papi?" sambil mengelus perut Puspa yang masih rata"


"Besok harus cek ke dokter papi" jawab Puspa yang suaranya di buat-buat seperti anak kecil


"Ok besok papi temani ke dokter, apa sudah buat janji sama dokternya sayang?"


"Aku sudah hubungi mba Siska, katanya besok jam 9 langsung saja cari dokter Hanum mba Siska yang sudah buatkan janji"


"Ok besok papi anter ya sayang" masih dengan sambil mengusap perut Puspa


"Mas"


"Hem"


"Kemarin pencarian Akbar ngga ada kendala kan?"


"Ngga ada sayang"


"Terus kapan rencana ke alamat tempat tinggal Tika?"


"Coba nanti kamu tanya sama bapak dhe, kapan mau jemput si Tika, nanti Akbar yang akan nganterin kita kesana"


"Akbar tahu alamatnya?"


Anjar mengangguk "dulu katanya Akbar pernah tinggal di sana"

__ADS_1


...#########...


Pagi harinya, Anjar sudah siap mengantar istrinya ke dokter untuk cek kandungan, seraya menunggu Puspa yang masih bersiap, Anjar menghubungi Dirga melalui ponselnya.


"Hallo bos"


"Ga, nanti meeting jam berapa mulai?"


"Setelah makan siang bos, kenapa?"


"Pagi ini gue telat ke kantor, mau nganterin Puspa cek kandungan, bisa handel kerjaan gue dulu kan"


"Bisa banget" kemarin sudah gue kirim ke email loe, loe udah cek kan?"


"Sudah"


"Ok siapin diri loe buat presentasi di meeting siang nanti"


"Ok siap" jawab Anjar


Anjar mengarahkan pandangannya ke Puspa yang sedang menuruni anak tangga.


"Hati-hati Dhe"


"Iya" jawab Puspa "Pak Puspa ke dokter dulu ya, nanti sebelum makan siang Puspa sudah sampai rumah kok"


"Iya nak Hati-hati" sahut pak Ilham


"Akbar, mba pergi dulu sebentar, kalau pengin makan sesuatu, ada cemilan di kulkas, di lemari juga ada, tanya saja sama bi Sumi, ngga usah sungkan, ini rumahmu juga"


"Iya mba makasih"


Puspa berangkat Pak


"Assalamualaikum"


Di Rumah sakit, Puspa tidak perlu mengantri karena sebelumnya sudah membuat janji terlebih dulu dengan sang dokter.


"Pak Bu, ini janinnya ada dua lho, selamat ya bayinya Insya Allah kembar" Ucap sang dokter


"Apa dok, kembar?" tanya Anjar


"Iya pak, detak jantungnya ada dua itu berarti kembar, di sini juga terlihat ada dua janin yang tumbuh" ucap dokter seraya mengarahkan ke layar monitor


Mendengar itu, Puspa merasa senang, campur haru, tidak menyangka dia akan di karuniai anak dua sekaligus, rasa bahagia juga di rasakan oleh Anjar.


"Saya beri vitamin, dan obat ya bu, dan bapak tolong jangan biarkan istrinya terlalu stres, beri perhatian lebih, dan kalau mau nengokin harus pelan-pelan saja" ucap dokter seraya tersenyum


Anjar tersenyum kikuk mendengar ucapan dokter.


"Terimakasih dok, kami permisi"


"Ya silakan" sahut dokter Hanum


Usai memeriksa kandungannya, Anjar melajukan mobilnya ke sebuah mall, Anjar berniat membelikan ponsel untuk adik iparnya,


"Ada yang mau di beli mas?"


"Mas mau beli handphone buat Akbar dhe, dia kan belum ada HP"


"Ya sudah mas biar aku saja yang beli"


"Ngga usah, mas yang akan beliin, kamu tinggal pilihkan saja sayang"


Saat sudah berada di counter HP, sebuah handphone keluaran terbaru telah di pilih oleh Puspa.


"Makasih ya mas, sudah perhatian sama adiku"


"Aku kan cinta sama kamu sayang, itu artinya aku juga harus mencintai keluargamu kan?"

__ADS_1


"Semoga rezekimu, urusanmu, selalu lancar mas, semoga perusahaanmu semakin sukses"


Anjar mengamini doa sang istri, seraya terus berjalan menuju parkiran.


"Sayang nanti mas antar kamu sampai depan gerbang saja ya, mas ngga ikut masuk, mas buru-buru mau langsung ke kantor"


"Iya mas"


Anjar kembali fokus mengemudikan mobilnya, hingga sampai di depan gerbang rumahnya.


Sebelum turun, Puspa meraih tangan sang suami mencium punggung tangannya.


"Mas hati-hati ya?"


"iya sayang" jawab Anjar lalu mengecup kening Puspa


Dengan senyum bahagia, Puspa melangkahkan kaki memasuki rumahnya, Puspa semakin senang saat di dalam rumah ada Bapak dan adiknya yang sedang terlibat obrolan ringan.


"Assalamualaikum pak"


"walaikumsalam nak", Anjar mana?"


"Mas Anjar langsung ke kantor pak, tadi nganter sampai depan gerbang, Pak kata dokter, janin Puspa kembar"


"Apa?"


"Iya pak, ada dua?" ucap Puspa seraya tersenyum


"Alhamdulillah"ucap Bapak


"Wah mau dapat dua keponakan sekaligus dong mba"


"Iya akbar"


"Semoga lancar sampai lahiran mba?"


Ucapan Akbar di aminkan pak Ilham dan Puspa secara bersamaan


"Oo ya bar, ini emba ada titipan dari mas Anjar, buat kamu" Puspa menyerahkan goddie bag pada Akbar


"Apa ini mba?"


"Itu handphone baru, kamu kan belum ada HP, jadi tadi mas Anjar sama emba mampir beli itu"


"Makasih mba, nanti aku akan ngucapin makasih juga sama mas Anjar"


Puspa tersenyum senang


"Gunakan ponselmu dengan baik ya, di situ sudah ada no bapak, no mas Anjar, dan no emba"


"Iya mba, makasih sekali lagi mba"


Pak Ilham merasa bahagia dan bersyukur tentunya, memiliki anak sebaik Puspa dan Akbar, bahkan mempunyai menantu pun sebaik Anjar. Pak Ilham berharap anak pertama dari istri keduanya juga memiliki rasa sayang seperti Puspa dan Akbar.


"Tika... bapak akan segera bertemu denganmu nak, dulu kamu suka sekali main sama bapak" Pak Ilham membatin


"Pak kapan kita mencari alamat Tika?"


Ucapan Puspa membuyarkan lamunan pak Ilham


"Apa nanti sore saja nak, kita coba datangin alamat itu?"


"Ya sudah pak nanti selepas makan siang saja?"


Akbar, kamu tahu kan alamat mba Tika?"


"Insya Allah masih hafal mba"


"Ok nanti siang kita ke sana?"

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2