
Hari ini tepatnya pukul 9 akan di laksanakan sidang pertama gugatan yang di layangkan oleh Diana untuk sang suami
Agenda pada sidang pertama pemeriksaan gu*gatan adalah perdamaian, ha*kim tidak langsung memutus cerai, melainkan berusaha mendamaikan kedua belah pihak.
Dan ini adalah kesempatan Anjar untuk mengajukan perdamaian.
Setelah melalui perdebatan yang alot, ahirnya ha"kim memutuskan sidang akan di lanjutkan, dua minggu terhitung setelah hari ini.
Gugatan 90 persen akan di kabulkan, karena alasan Diana yang sangat kuat. Bahkan Anjar tidak berani memberitahu keluarga salah satu alasan Diana ingin bercerai, tetapi ada satu alasan yang membuat Anjar menggelengkan kepala. Ia tidak habis pikir kenapa Diana mencantumkan alasan yang tidak masuk akal seperti itu.
"Ini tidak benar Di" gumam Anjar seraya mengemudikan mobilnya"
Jika Ia tidak menemukan Diana dalam waktu dua minggu, maka tamatlah Rumah tangganya.
...🐥🐥🐥🐥🐥...
Setelah mengetahui bahwa menantunya sedang berada di Bali, pak Dhaniswara menghubungi anak temanya yang handal dalam urusan lacak melacak. Tidak membutuhkan waktu lama, keberadaan Diana pun terlacak yang saat ini sedang berada di kabupaten Tabanan. Segera ia menyuruh anak buahnya untuk mencari keberadaan Diana, yang tidak jauh dari area CLV Hotel.
Pak Dhaniswara sengaja membuat Anjar sibuk di perusahaanya, agar dia tidak mencari Diana, apalagi jika Anjar sampai melacak keberadaan Diana, dan mengetahui posisinya, pasti Anjar akan segera bertolak ke Bali.
Anjar pun sudah menceritakan pada keluarga, bahwa, jika dia tidak bisa menghadirkan Diana pada sidang kedua, maka hakim akan melanjutkan perkara yaitu pembuktian, dan putusan hakim, dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Itu artinya gugatan Diana akan segera di kabulkan, dan mereka akan menyandang status mantan
Di situasi berbeda, saat Anjar kalang kabut mencari Diana dan menenangkan si kembar, hingga salah satu anaknya mengalami demam tinggi, di sana Diana justru bersenang-senang dan menikmati liburannya bersama sahabatnya, dan tanpa Diana sadari, ada dua pasang mata yang selalu mengawasi kemana Diana pergi.
Sesekali orang itu mengambil gambar Diana dan temannya saat liburan untuk di kirim kepada pak Dhaniswara. Pak Dhaniswara tidak ingin ada laki-laki yang mengganggunya, sehingga mengirim dua orang untuk melindungi menantunya selama di Bali
...~~~~~~~...
Malam ini adalah malam terahir bagi keduanya berada di Bali, Bella yang harus segera kembali ke singapura, dan Diana entah akan kemana.
"Sekarang giliranmu Di, ayo ceritakan kehidupanmu selama kita berpisah, ucap Bella
"Harus mulai dari mana aku bercerita Bell, hidupku sangat menyedihkan, Aku menikah dengan seorang duda beranak dua"
"Apa kamu tidak ingin membuka ponselmu?"
"Jika aku membuka ponselku, pasti aku akan luluh karena melihat kedua anaku, mereka tidak akan berhenti menelponku, memberiku kabar tentang mereka, dan pasti aku akan kembali ke rumah itu Bell"
"Mungkin setelah mendengar ceritaku, kamu akan mengataiku bod*oh.
__ADS_1
Diana berhenti sejenak
"Aku sudah terima suamiku apa adanya Bell, termasuk anak-anaknya, mencintai mereka dengan tulus. Aku tidak pernah tersinggung dengan sikap maupun ucapannya yang dingin, aku tetap bicara padanya walau dia tidak peduli dan terkesan cuek"
"Walaupun dia mengabaikanku, aku tetap melayaninya. Perhatian-perhatian kecil yang aku berikan bahkan sia-sia. Aku ingin sekali menangis Bell tapi aku tidak tahu harus ku alirkan kemana air mataku. Tidak ada bahu yang bisa buat bersandar"
Diana memejamkan matanya seakan tidak mampu lagi untuk bicara
"Terus Di?"
Kau tahu aku sebatang kara Bell, aku menikah berharap dapat keluarga dan di cintai oleh suamiku, tapi tidak.
Aku bahkan rela tampil bak wanita malam, tetap saja dia tidak tertarik, dan ahirnya, aku tahu bahwa dia memilikinya yang lebih dariku, lebih cantik dariku, lebih seksi dariku.
Sakit sekali rasanya melihat suamiku keluar dari hotel bersaman wanita lain, masih pagi mereka sudah keluar dari sana, lalu ngapain kalau bukan bermalam bersama
Andai saja aku masih punya orang tua, mungkin saat ini aku sedang berada di pangkuannya. Kamu datang di waktu yang tepat Bell, kalau tidak, pasti aku akan sendiri"
"Apa rencanamu Di, besok kita akan berpisah?"
"Entahlah bell, aku tidak punya tujuan, Pulang ke rumah mertua itu tidak mungkin, aku sudah mengajukan gugatan, dan sidang sudah di laksanakan dua hari lalu, pulang ke panti, aku belum punya jawaban jika bu Milah bertanya. Tapi kemana lagi pulangnya anak yatim piatu sepertiku kalau bukan ke panti asuhan. Aku tidak punya siapa-siapa"
"Tapi kamu besok juga harus kembali kan?"
"Kamu harus kuat Di?"
"Aku selalu kuat Bell, siapa lagi yang menguatkanku kecuali diriku sendiri, ayah dan ibuku sudah lama tiada, aku sudah kebal dengan kehidupan yang keras seperti ini.
"Bell"
"Hemm" sahutnya
"Sampai kapan tawaranmu berlaku?"
"Tawaran yang mana Di?"
"Tawaranmu merekomendasikanku untuk bekerja di rumah sakit tempatmu bekerja?"
"Tawaran untukmu tidak akan pernah berakhir, kapanpun kamu akan menyusulku ke singapura, aku akan menyambutmu, kamu bebas memilih apartemen yang kamu mau Di, Suamiku pengusaha property"
__ADS_1
"Mungkin setelah urusan perceraianku selesai"
"Lalu besok kamu akan kemana?"
"Aku akan ke Bandung dulu Bell, mobilku masih disana, terus ke rumah mertuaku mengembalikan mobil itu, dan mengemasi barang-barangku yang masih ada di rumahnya.
"Ngomong-ngomong sudah pesan tiket belum Bell?"
"Belum Di, aku akan pesan sekarang"
Sudah pukul 10 lewat waktu Bali, tapi mata Diana belum terpejam, Ia berharap besok saat pulang ke rumah mertuanya, dia tidak bertemu Azam dan Emyr,
"Maafin mami ya, mami harus pergi, mami tidak bisa menemani kalian lagi, kalian harus jadi anak baik, jadi anak sholeh, selalu doain mami Puspa, dan papi Anjar".
"Mami selalu berdoa buat kalian, semoga nanti ada mami yang lebih baik dari mami Diana"
"Kalian akan selalu ada di hati mami, sampai kapanpun"
"Maaf kalau mami mengingkari janji yang sudah mami buat"
"Mami selalu merindukan kalian"
Keesokan harinya, Diana sudah bersiap meninggalkan Bali. Dia akan menyelesaikan urusannya terlebih dulu, meminta maaf pada mertua dan ibu panti, lalu akan meninggalkan Indonesia menyusul sahabatnya menetap di Singapura
Sebuah pesawat akan bertolak dari bandara Ngurah Rai menuju Singapura, dan satu pesawat lainya menuju Bandung.
Diana yang akan lebih dulu terbang meninggalkan Bali, lalu 2 jam kemudian Sahabatnya yang akan kembali ke Singapura
"Sampai jumpa Bell, jangan pernah putus kontak ya?"
"Tidak akan Di, Hati-hati, aku selalu" merindukamu"
Mereka berpisah saling berpelukan
"Bye"
"Bye Di"
BERSAMBUNG
__ADS_1