Wa Story Istriku

Wa Story Istriku
part 25


__ADS_3

baca pelan pelan ya... ini masih eps ke beberapa tahun silam


Pagi ini tepatnya pukul 10, bu Retno sudah berada di sekitar rumah Arum, saat ini dia tengah mengawasi sang suami bersama wanita simpanannya.


hampir satu jam, bu Retno tak memindai pandangannya dari rumah yang di huni oleh suaminya, tiba-tiba pintu terbuka, menampilkan pak ilham yang menggendong putri kecil mereka dan juga Arum yang bergelayut manja di lengan suaminya, terlihat Arum mencium punggung tangan pak Ilham, di ikuti oleh gadis kecil itu, dan sebelum melangkahkan kakinya, pak ilham tampak mencium perut rata Arum. Sungguh pemandangan itu membuat bu Retno berdecak kesal.


Beberapa saat kemudian, Pak Ilham mengendarai mobilnya keluar dari balik gerbang


"Aku akan datangi wani**ta itu" batin bu Retno


tok,, tok,, tok


"Mas kenapa ba,,," Arum menghentikan ucapannya. Dia berfikir bahwa suaminya lah yang mengetuk pintu.


"Maaf, mba mau cari siapa?"


"Apa boleh saya masuk" ucap bu Retno


"Tapi maaf ada keperluan apa?"


"Saya Retno, istrinya mas Ilham?"


Arum tampak kaget dengan kedatangan istri sah dari suami sirinya, memang selama ini, Arum tahu bahwa suaminya sudah beristri, tapi baru kali ini Arum bertemu dan melihat wajahnya.


"Masuklah mba", silakan duduk"


"Saya tidak akan berbasa-basi, tolong kamu tinggalkan suami saya, saya kasih waktu 3 hari, jika kamu tidak meninggalkannya, maka saya akan melaporkanmu ke polisi, karena kamu sudah menikahi suami saya tanpa sepengetahuan istri sahnya, dan saya pastikan kamu akan mendapatkan sanksi sosial karena kamu telah merebut suami orang"


Mendengar ucapan dari bu Retno, Arum merasa ketakutan, dia ingat betul sewaktu di usir dari rumah orang tuanya, banyak tetangga, teman, bahkan saudara mengucilkannya.


"Ini ada uang, untuk bekal kamu, pergi dari hidup suamiku" bu Retno menyerahkan sebuah amplop yang isinya 50 juta


"Pastikan suamiku tidak tahu tentang ini, pergilah sejauh mungkin, saya kasih waktu 3 hari"


"Dan ingat, rumah yang kamu tempati ini adalah rumah ku"


Selesai sudah urusan bu Retno. Dia harus segera kembali ke rumah sebelum suaminya pulang.


Di rumah bu Arum terlihat gelisah, ia memperhatikan pak Ilham yang sedang bermain dengan sang putri, mendapati wajah istrinya, yang terlihat tidak seperti biasanya, pak Ilham mendekati istrinya.


"De Arum, kamu kenapa?" Mas lihat dari tadi diam, ada masalah apa?"


"Tidak ada masalah apa-apa mas, mas besok kan mau pulang, sedih saja, penginnya di temenin saat hamil, gitu saja si mas"


pak Ilham tampak tersenyum dan mengelus kepala sang istri


"Kan mas tiap satu minggu sekali datang, di sini juga kadang nginep sampai 3 hari"


"Iya si mas"


"Ya sudah mas akan pulang lusa saja"


"Tidak usah mas, nanti istri mas nungguin"


"Benar tidak apa-apa"


"Benar mas" mas besok pulang saja"


...""""""""""...

__ADS_1


Saat pak Ilham kembali lagi ke rumah istri keduanya, pak Ilham tidak mendapati istri beserta anaknya, pak Ilham hanya menemukan selembar kertas dengan tulisan tangan Arum


"Maafkan aku mas, aku harus pergi. Tolong jangan mencariku, aku akan baik-baik saja, aku akan merawat anak kita dan calon anak kita"


Selamat tinggal


Arumi


"Seminggu yang lalu, saat pak Ilham berpamitan untuk kembali ke rumah istri pertama, Arum segera mengemasi barang-barang miliknya, lalu pergi meninggalkan rumah itu.


Pak Ilham tidak tahu kenapa istrinya pergi, karena selama ini pak Ilham merasa tidak ada masalah


"Mas harus mencarimu kemana lagi dhe,


Maafkan mas yang tidak bisa melindungimu,


Kembalilah, akan ku kenalkan kamu pada Retno sebagai istri ke dua mas"


Pak Ilham benar-benar putus asa, pencariannya selama ini sia-sia. Mungkin pak Ilham harus mengikhlaskanya, Pak Ilham berharap mereka baik-baik saja dan hidup bahagia.


Setelah kepergian Arum, pak Ilham menjadi orang yang sangat pendiam, dia akan berbicara seperlunya dengan bu Retno, waktunya di habiskan untuk bekerja dan bermain dengan Puspa.


Bu Retno menyadari perubahan sikap suaminya, dia sangat menyesal sudah melakukan itu terhadap Arum, apalagi Arum yang saat itu sedang mengandung anak ke dua dari suaminya.


Hingga suatu malam bu Retno berkata jujur pada suaminya


"Pak, ibu mau bicara"


"Besok saja bu, bapak cape"


"Bapak cukup mendengarkan saja"


"Sebelumnya ibu minta maaf pak?", ibu sudah nda kuat dengan sikap bapak yang sering mendiamkan ibu"


"Itu hanya perasaan ibu saja" bapak tidak merasa mendiamkan ibu kok"


"Tidak pak, bapak sudah berubah sekarang"


"Ibu ngomong apa?" sini bu tidur di pelukan bapak"


Bu Retno merasa bahagia, mendengar ucapan suaminya, bu Retno segera naik ke tempat tidur dan berbaring memeluk pak Ilham.


"Maaf, kalau bapak sudah mendiamkan ibu?"


"Pak, maafkan ibu, ibu sudah jahat sama bapak dan istri ke dua bapak"


Seketika pak Ilham melepaskan pelukan istrinya


"Ibu tahu tentang itu"


Bu Retno mengangguk


"Ibu yang sudah membuat istri bapak meninggalkan bapak"


"Maksud ibu apa?"


"Ibu mendatangi rumahnya di Solo tempat bapak menyembunyikan istri bapak"


Pak Ilham mengambil nafas panjang dan menghembuskannya perlahan

__ADS_1


"Maafin ibu pak" ibu menyesal, harusnya ibu minta penjelasan ke bapak, maaf pak?"


"Perbuatan ibu memang salah" seharusnya ibu membicarakannya pada bapak" Arum tidak salah bu, bapak yang salah"


"Saat itu bapak sedang mabuk, bapak tidak sadar telah memghamilinya, hingga membuat arum di usir oleh orang tuanya" dan ahirnya bapak menikahinya secara siri"


"Maafin ibu pak?"


"Sudahlah bu, lupakan saja, Arum sudah pergi entah kemana, bapak sudah mencarinya tapi nihil, nda ketemu, Bapak putus asa bu, sekarang bapak berusaha melupakannya"


"Kalau bapak mau mencarinya lagi, silakan pak, bawa dia kesini, ibu akan terima dia sebagai madu ibu"


"Tidak bu, bapak sudah bersalah sama ibu, bapak sudah menghianati ibu, maafin bapak bu"


"Ibu juga minta maaf pak"


Pak Ilham dan bu Retno saling berpelukan


Ini menjadi rahasia mereka berdua, bahkan mereka tidak berniat menceritakan pada Puspa yang masih berusia 8 tahun hingga sekarang. Puspa masih belum tahu apa yang terjadi pada orang tuanya.


Sejak saat itu hubungan pak Ilham dan bu Retno semakin membaik. Mereka saling memaafkan, dan menjalani hidup harmonis seperti sebelum kehadiran Arum, sampai sekarang.


Flash back of


"Pak, kok bapak nda pulang buat sarapan si, katanya cuma mau nyiram saja, kok malah bengong sendiri di sini, ni ibu bawa sarapan, sekarang bapak makan dulu, sudah jam 9" ucap bu Retno mengagetkan pak Ilham


"Iya bu maaf, udaranya sangat sejuk, jadi bapak ke enaken bu, anginnya juga sepoi-sepoi"


"Ya sudah ni bapak makan"


"Bu" panggil pak Ilham saat sedang menikmati sarapan buatan bu Retno


"Ada apa pak"


"Bapaknya Arum meninggal dunia hari ini"


Bu Retno menghentikan aktifitasnya


"Bapak tahu dari mana"


"Tadi pak Bambang crita, Bapak ingin bersilaturrahmi apa ibu mengizinkan?"


Bu Retno menatap suaminya


"Kalau bapak ingin menemui Arum, ibu ijinin juga pak"


"Sebenarnya bukan Arum yang ingin bapak temui bu, tapi anak-anak bapak"


"Bapak ingin lihat seperti apa putri bapak sekarang, ingin tahu anak kedua bapak dari Arum. Laki-laki atau perempuan bu"


"Temui dia pak, pasti sekarang mereka sedang berkumpul di rumahnya" bapak boleh pergi, ibu ijinin"


"Makasih ya bu?"


Bu Retno menganggukan kepala


Ada sedikit tidak rela di hati bu Retno, bahwa suaminya akan menemui istri sirinya, tapi dia lebih percaya pada suaminya. Suaminya hanya ingin menemui darah dagingnya.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2