
Anjar, Puspa, bunda, Rafa, dan Siska, mereka duduk di ruang tunggu depan ICU
Anjar heran kenapa istrinya tiba-tiba menyenderkan kepala di pundaknya. apalagi ini di tempat umum, biasanya dia akan malu.
"Dhe"
"hemm"
"Kamu kenapa?"
"Ngga kenapa-kenapa mas"
"Ini tempat umum lho dhe, biasanya kamu suka protes"
"Di sini bau obat mas"
"Ini kan rumah sakit dhe, jelas bau obatlah"
Hening tak ada jawaban dari Puspa
"Mas"
"Hemm"
"Kepalaku pusing"
Anjar memindai tatapannya ke wajah Puspa
"Dhe, kamu pucet sekali?" apa kamu sakit?"
"Aku cuma pusing karena bau obat mas,perutku juga sedikit mual"
"Dhe" Dhe" seraya menepuk pipi Puspa
"Dhe kamu kenapa?"
Anjar yang panik, seketika memanggil kakak iparnya, yang seorang dokter
"Mba Siska" Siska yang sedang melamun seketika kaget, begitupun dengan bunda dan Rafa.
"Ada apa njar?" tanya Siska,
"Puspa mba"
"Ya ampun ada apa dengan Puspa?" ucap Rafa "cepat bawa ke IGD"
Bergegas Anjar mengangkat tubuh Puspa lalu berlari menuju ruang IGD.
"Anjar, tunggu di luar mba akan memeriksanya" ujar Siska.
Anjar pun menurut. bunda yang panik, juga tidak bisa menyembunyikan kekhawatirannya.
Setelah menunggu hampir 15 menit, Siska keluar dengan senyum bahagia.
"Mba, gimana Puspa? tanya Anjar
"Selamat uncle, bentar lagi jadi ayah"
Seakan tak percaya dengan ucapan kakak iparnya, Anjar menanyakannya kembali,
"Maksud mba Siska, Puspa hamil mba?"
"Siska menganggukan kepalanya, seraya mengulum senyum
Di sini bunda tidak bisa berkata apa-apa, bunda hanya bisa meneteskan air mata di pelukan Anjar, di saat mendapatkan kabar baik seperti ini, tapi justru sang nenek sedang berjuang di ruang ICU.
"Bun aku mau jadi Ayah"
Bunda masih menangis bahagia di pelukan Anjar. Anjar melepaskan pelukan Sang bunda, dan segera memasuki ruang IGD, baru 3 langkah, mba Siska memanggilnya,
"Anjar, biarkan Puspa istirahat, sekarang dia masih tidur, dia sangat lelah"
"Aku tidak akan mengganggunya mba, aku hanya ingin menemaninya"
Saat Siska membawa ibunya ke ruangan nenek, terlihat ayah yang baru saja keluar dari ruang ICU. Bergegas Bunda menghampiri ayah.
"Yah, kita akan punya cucu lagi?"
"Maksud bunda?" tanya ayah dengan dahi mengernyit
"Puspa hamil, Anjar akan jadi Ayah"
Ayah terkejut mendengar ucapan bunda
__ADS_1
"Apa itu benar bund?"
"Iya yah barusan Siska yang memeriksanya"
Ayah memindai wajah Siska, lalu menganggukan kepalanya...
"Ayah, bunda, kalian pulanglah, malam ini aku dan Siska yang akan menjaga nenek" ujar Rafa yang juga seorang dokter.
"Baiklah Ayah dan bunda akan pulang, titip nenek ya, kabarin ayah kalau terjadi sesuatu pada nenek"
"Baik yah" jawab Rafa
Ayah dan bunda meninggalkan Rumah sakit setelah menengok Puspa yang masih tertidur di ruang IGD
"Bund, Nanti pasti Anak gadis kita akan rewel, kalau tidak ada ayah dan bundanya, Ayah mau suruh Anjar jemput Aurell, biar Aurell malam ini tidur sama Uncle dan aunty nya"
"Terserah ayah saja" suruh teh ema juga ikut yah, biar bisa bantu Puspa ngurus Aurell"
"Iya" jawab Rafa
IGD (Instalasi Gawat Darurat)
"Ehem...."
"Eh abang, ada apa bang?"
"Tidak ada apa-apa"
"Aunty, gimana kondisinya sekarang, apa masih pusing?"
"Engga bang, sudah agak baikan" jawab Puspa
"Kalian boleh pulang sekarang, istirahatlah di rumah, nanti abang sama mba Siska yang jaga nenek"
"Ya bang, niatnya juga kita akan pulang, kasian Puspa"
"Tapi Njar, kalian mampir ke rumah abang ya, jemput Aurell, bawa ke rumah kalian, Takutnya Aurell rewel tengah malam, suruh teh Ema ikut juga"
"Iya bang" sahut Anjar
Anjar sudah sampai di depan rumah kakaknya, seorang Satpam membukakan pintu gerbang untuknya
Sebelum turun dari mobil, Anjar menyuruh Puspa untuk masuk ke rumah Kakaknya
"Mas ngga masuk?"
"Engga, kamu saja, mas mau ngobrol sebentar sama pak Sodik"
"Aurell"
"Aunty" teriak Aurell
"Aurell udah makan malam?"
"Udah aunty"
"Aurell mau ikut aunty bobo di rumah aunty?"
"Mau aunty"
"Ya udah, sekarang siap-siap yuk" bawa baju sekolah Aurell"
"Udah di siapin aunty, sama teh Ema? jawab Aurell dengan suaranya yang imut
"Udah di siapin ya teh?" tanya Puspa
"Sudah bu" siap berangkat"
"Ancle ada di mana aunty" tanya Aurell
"Tu dia unclenya Aurell"
Anjar bergegas lari ketika melihat Puspa menggendong Aurell. Sampai saat ini Puspa belum tahu bahwa dirinya sedang berbadan dua.
"Sayang sayang, sini Aurell gendong uncle" langsung merebut Aurell dari gendongan Puspa
"Tidak apa-apa mas, aku bisa kok"
"Tidak boleh, mulai sekarang kamu jangan angkat yang berat-berat"
"Uncle, Aurel berat ya? tanya Aurell, berati Aurell udah gede dong"
"Iya dong, Aurell udah gede, bentar lagi kan masuk TK Nol besar.
__ADS_1
Mereka sudah berada di dalam mobil, Aurell yang duduk di pangkuan Puspa, dan teh Ema yang duduk di kursi penumpang bagian belakang. Kemudian Anjar melajukan mobilnya ke rumah makan.
"Teh Ema sudah makan?" tanya Anjar.
"Sudah pak" jawabnya
"Dhe kamu pengin makan apa?
Puspa yang tengah asyik bermain tepuk-tepuk dengan Aurell tidak mendengar pertanyaan sang suami, Lalu anjar menoel lengan Puspa"
"Mau makan apa?"
"Apa aja terserah mas yang penting di bawa pulang"
###
Malam semakin larut, tapi Aurell masih ingin bermain-main dengan unclenya.
Puspa keluar meninggalkan kamar, mencari keberadaan Teh Ema"
"Teh, teh Ema tidur saja ya, biar Aurell bobo sama saya"
"Iya bu" jawab teh Ema.
"loh, sudah tidur"
"Sstttt" jawab Anjar seraya menempelkan jarinya di mulut "baru mau tidur"
"Ooo maaf", jawab Puspa lirih
Aurell sudah tidur terlelap.
Anjar menatap Puspa yang sedang duduk menghadap cermin, dan megoleskan sesuatu ke wajahnya. Itu sudah Rutinitas Puspa sebelum tidur" Anjar bahkan pernah memprotesnya saat sedang mencumbunya, ada sedikit rasa pahit.
"Sayang kalau sudah selesai, cepat kemari" ucap Anjar
"Bentar lagi mas"
5 Menit berlalu, Puspa merebahkan badannya di samping Aurell memeluk tubuh Aurell.
"Kamu di tengah saja dhe"
"Nanti Aurell bisa jatuh mas"
"Bawah kasih bantal dong sayang" Puspa pun menuruti perkataan Anjar"
Kini Puspa sudah berada di tengah, membelakangi suaminya dan memeluk Aurell.
Dari Arah belakang, Anjar memeluk Puspa, seraya mengelus perut rata Puspa
"Sayang, jangan nakal di dalam sana ya, jangan buat mami mu nangis?"
Sepersekian detik Puspa berbalik menghadap Anjar
"Mas, mas ngomong Apa si?"
Anjar hanya meringis, sambil berbisik
"Di dalam perutmu ada bayi, kamu harus menjaganya, jangan angkat yang berat-berat, jangan terlalu cape, dan jangan telat makan"
"Mas serius??"
"Hemm" sekarang tidurlah, bayiku di dalam pasti lelah" ucap Anjar
Puspa yang bahagia mendengar kehamilannya, seketika mencium kening Anjar
"Aku mau punya bayi" dengan suara sedikit berteriak
"pelan-pelan dhe nanti Aurell bangun"
Puspa yang hendak beranjak, di tahan oleh Anjar
"Eitss mau kemana?"
"Telfon bapak sama ibu mas"
"Besok saja, mereka pasti sudah tidur sekarang"
"Belum mas, Bapak sama ibu pasti belum tidur"
"Kalau mas bilang besok ya besok saja" ujar Anjar, ingat nasehat bapak, harus nurut sama suami, Sekarang tidur pejamkan matamu
Bersambung
__ADS_1