Wa Story Istriku

Wa Story Istriku
55


__ADS_3

Tahap revisi


"Mami"


Panggilan Emyr membuyarkan lamunanku


"Iya mami janji" Entahlah janji macam apa ini, padahal sebentar lagi mas Anjar akan membuangku, tapi aku malah berjanji pada anak-anaknya


Ceklek pintu terbuka


"Di,,bunda bawakan makanan untukmu, sebentar lagi waktumu ke rumah sakit kan? tadi mba Siska nelpon bunda, katanya malam ini suruh bawa cemilan yang banyak buat ngemil di rumah sakit"


Aku sampai lupa malam ini ada tugas jaga malam


"bunda kenapa repot-repot?"


"Tidak sayang, bunda tidak merasa repot, Azam sama Emyr ikut nenek yuk, kita mewarnai gajah di bawah sama mba Atin"


"Ayo" sahut si kembar seraya turun dari kasur


"Pelan-pelan sayang" ucapku


"Mami jangan pelgi lagi" ucap Emyr seraya berlari ke arah neneknya.


"Anjar nanti kamu antar Diana ke rumah sakit, ayah sama bunda akan menunggumu. Kita makan malam sama-sama setelah kamu mengantarkan istrimu"


"Tidak perlu menungguku bun, bunda sama ayah duluan saja"


"Tidak apa-apa Njar" ucap bunda lalu menggandeng tangan cucunya meninggalkan kamar kami.


Aku mulai menyendokkan nasi, ku lirik mas Anjar sedang menatapku. Tatapan mengintimidasi, dengan melipat kedua tangan di dada dan menyenderkan punggungnya di kursi kerjanya.


Aku merasa gugup di perhatikan oleh mas Anjar


Hening, tidak ada suara selain dentingan sendok yang ku ciptakan


"Dari mana saja kamu?" tanya mas Anjar membuatku menghentikan aktivitasku

__ADS_1


"A-ku, dari rumah teman mas"


"Teman yang mana?, kenapa sampai basah kuyup?"


Aku diam tidak tahu lagi harus menjawab apa.


"Lain kali, jangan matikan ponselmu"


Selesai makan, ku bawa bekas piringku ke dapur,


"Kamu dari mana saja Di?" tanya bunda saat sudah di dapur


"Dari rumah teman bun, tadi ada nenek-nenek kehujanan, jadi aku memberikan payungku untuknya" dustaku


"Oh, Anjar tidak memarahimu kan?


"Tidak bu, Aku ke atas dulu bun mau siap-siap"


"Iya" sahut bunda


Kenapa mas Anjar sangat betah di dalam kamar, padahal aku mau ganti baju


Ku raih setelan batik, seragam yang di berikan kepada para dokter dari rumah sakit, ku langkahkan kakiku memasuki kamar mandi.


Saat sudah mengganti bajuku, mas Anjar masih di posisi yang sama


Ku dudukan tubuhku di depan meja rias, sedikit memoles wajah dengan bedak dan lipstik pada bibirku. Pandanganku bertemu dengan mas Anjar melalui pantulan cermin, saat ini aku menyadari mas Anjar sedang menatapku, membuatku gugup dan salah tingkah.


Memakai heels 7 cm, lalu ku raih tas di meja kerja mas Anjar. Tiba-tiba saja tasku ada di sana, entah siapa yang sudah memindahkannya.


"Sudah siap?" tanyanya


"Sudah"


"Kamu pamit dulu pada Azam dan Emyr, tunggu di bawah, aku ambil jaketku dulu"


Tidak ada obrolan di dalam mobil, aku merasa bosan dengan situasi seperti ini, ku cari ponselku di dalam tas

__ADS_1


"Kosong, Dimana ponselku" Batinku


"Cari apa kamu?" tanya mas Anjar


"Ponselku ketinggalan mas"


Tiba-tiba mas Anjar menyodorkan ponselku yang ia ambil dari saku jaketnya


"Kenapa ada sama mas?"


"Tadi tergeletak di meja, jadi ku bawakan" jawabnya


"Perasaan aku belum mengeluarkan ponselku dari dalam tas semenjak dari makam. "Apa mas Anjar berbohong? jangan-jangan dia yang sudah mengambilnya dari dalam tas. Tunggu, apa mas Anjar membuka galeryku yang isinya kebanyakan photo dia sedang tidur terlelap, sedang makan, sedang bersenda gurau dengan anak-anak, yang sudah ku ambil secara diam-diam" Batinku


"Mati aku"


"Siapa yang mati? sela mas Anjar


"A-anu mas ponsel mati"


"Masa?" tadi sudah aku isi daya"


"Baru kali ini mas Anjar banyak bicara" Batinku lagi


Ku buka ponselnya, ku pilih menu gallery


"Kenapa cuma ada photo mas Anjar dan anak-anak?" photoku bersama bang Rafa dan teman- teman terutama teman laki-laki kok tidak ada?"


"Ada apa denganmu? tanya mas Anjar


"Ti-tidak ada apa-apa mas"


Akhirnya sampai juga di rumah sakit, aku sedikit lega. Ku raih tangan mas Anjar, lalu ku cium punggung tangannya. Walaupun aku sedang kesal padanya tetap saja ku lakukan. Aku ingat kalau aku masih istrinya.


Tanpa banyak berkata, ku buka pintu mobil dan keluar dari mobilku. Ya mas Anjar mengantarku menggunakan mobilku.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2