
Matahari pagi mulai menampakan sinarnya,
Terdengar suara gemercik air dari kamar mandi, Puspa tahu bahwa suaminya sedang mandi.
Beberapa menit kemudian, Puspa bangkit membuka tirai jendela kamar. Tiba-tiba pintu kamar mandi terbuka, menampilkan sosok suaminya yang baru selesai mandi. bertelanjang dada dengan handuk berwarna putih yang melilit di perut, dan rambut setengah basah. .
"Sudah bangun" ucap Anjar
Seraya menganggukan kepala, Puspa berjalan mendekati lemari, meraih kemeja, dan celana panjang yang tergantung di lemari,
"Sini Aku bantu pakaikan" ucap Puspa
"Tumben dhe, biasanya pagi-pagi sekali kamu sudah berada di dapur"
"Ya makannya mumpung aku belum kedapur, sahut Puspa seraya mengancingkan baju satu persatu" Hari ini aku ijin tidak masuk sekolah, jadi aku akan di rumah seharian.
"Kenapa tidak ke sekolah?
"Entahlah aku malas sekali, rasanya juga tidak rela di tinggal mas ke kantor"
"Apa kamu sakit?"Kalau sakit, mas antar ke dokter"
"Tidak mas, aku kan tadi bilang cuma malas saja" hari ini mas terlihat seksi?"
"Kamu memujiku, atau merayuku?"
"Aku tidak pandai merayu mas, eh tapi selama jadi istri mas, aku tidak pernah di rayu ataupun di puji"
"Mas tidak suka memuji ataupun merayu, mas lebih suka menunjukan dengan sikap, perhatian yang tersirat"
"Ya pantas saja Cantika salah paham, sekali-kali kan tidak apa di ungkapin?"
"Kamu mau mas merayumu" baiklah mas akan belajar dulu"
"Belajar apa?" tanya Puspa,
"Merayu"
"Tidak usah, aku lebih suka mas apa adanya. jadilah dirimu sendiri, cintai aku dengan caramu yang katanya tersirat itu.
"Tapi giliran tidak di ungkapin dengan kata-kata kamunya protes"
"Pagi ini sarapan roti ya?" Nanti siang aku kirim makan siang ke kantor mas" ucap puspa tanpa menimpali ucapan suaminya. "aku akan turun menyiapkan sarapan"
"Tunggu" ucap Anjar lembut dengan kedua tangannya memegang pinggang Istrinya
"Apa?"Sahut Puspa tak kalah lembut seraya melingkarkan tangan di pinggang sang suami
Seketika Anjar memegang dagu puspa, Kamu baru bangun tidur saja sudah cantik, apalagi kalau sudah mandi, pasti makin cantik"
"Gombalanmu terdengar sangat kaku"bisik Puspa, yang langsung beranjak keluar kamar.
Puspa mengantar suaminya sampai ke depan rumah
Hal yang selalu di lakukan setiap kali sang suami akan berangkat kerja
Mencium punggung tangan sang suami, lalu di balas kecupan di bagian kening oleh suaminya.
__ADS_1
"Mas hati-hati"
"Ok istriku, Assalamualaikum"
Sesaat setelah kepergian suaminya, Puspa kembali ke dapur untuk membereskan piring bekas suaminya sarapan, lalu mengeluarkan berbagai bahan makanan untuk di masak. Saat sedang mencuci sayuran, sebuah notif pesan masuk ke ponselnya
Cantika
"aku kehabisan uang, bisakah kamu mentransfer untuku"
..."Ok"...
Balas Puspa singkat. Puspa sudah mulai mentransfer sejumlah uang pada Cantika untuk keperluan pendidikannya.. Puspa juga selalu memantau perkembangan pendidikan pramugari Cantika.
Jam di dinding menunjukan puku 11:40, Puspa segera bersiap untuk mengantar makanan ke kantor sang suami.
Ia akan mengendarai mobil yang di berikan Ayah mertuanya sebagai hadiah saat ulang tahun pernikahannya yang pertama..
Ini kali kedua Puspa memakai mobilnya. ia jarang sekali memakainya, karena lebih suka mengendarai motor maticnya.
Puspa melajukan mobilnya dengan penuh kehati-hatian hingga ia tiba di kantor sang suami.
Berjalan melewati meja resepsionis, Puspa melangkahkan kakinya menuju ruangan Anjar.
Anjar sudah tahu bahwa istrinya sudah tiba di kantor, dan saat ini Anjar sedang menunggunya.
Setelah mengetuk pintu, memutar knop pintu lalu membukanya
"Boleh aku masuk" seraya tersenyum menatap suaminya yang sedang duduk di kursi singgasananya.
"Masuk saja sayang, ucap Anjar yang masih fokus menatap layar dengan jari tangan menari di atas keyboard
"Sebentar lagi sayang,
Sesaat kemudian "Save file, exit, selesai" gumam Anjar lalu menutup laptop.
Anjar berjalan menuju sofa mendekati Puspa yang sedang menyiapkan makanan.
"Masak apa sayang?"
"Macem-macem sayang"
"Mas baru denger macem-macem bisa di masak" sahut Anjar
"Kalau aku jadi ayah, aku tidak akan nunjuk putranya ini sebagai direktur" benar kata bunda sewaktu di bandara"
Seketika Anjar mengingat ingat perkataan bundanya saat di bandara
"Kamu ngatain suamimu b*doh juga sayang?"
"Maaf keceplosan?" ucap Puspa seraya mengulum senyum " tadi sebelum aku kesini, mampir dulu ke ruangan ayah juga, nganterin makan siang ke ayah"
"Tapi bunda juga biasa kirim makan siang kok dhe, Pak anan biasanya yang antar"
"Aku sebelumnya sudah memberitahu bunda"
"Ooh"
__ADS_1
*******
"Mas nanti pulang jam berapa?
"Akan mas usahain pulang cepet"
"Ya sudah aku pulang dulu,
"Sayang, sini cium dulu"
Puspa menurut begitu saja, karena ia pun rindu dengan kecupan sang suami, cumbuan itu bagaikan candu bagi keduanya "Aku tunggu di kamar tidur nanti malam sayang" ucap Puspa genit
Mendengar kamar tidur, seakan Anjar ingin memutar jam menjadi jam pulang kantor
Baru setengah perjalanan Puspa mendengar dering Ponselnya berbunyi, lalu dengan segera menepikan mobilnya
"Mas Anjar" gumam Puspa lalu menggeser tombol hijau
"Hallo mas?"
"Dhe, sudah sampai mana?"
"Sampai taman kota mas, ada apa?
"Kamu puter balik Dhe, kerumah sakit, nenek jatuh di kamar mandi. Kata bunda mereka sedang di jalan menuju rumah sakit, mas sama ayah juga mau langsung berangkat, nanti ketemu di sana
"Iya mas"
Saat di rumah sakit, Puspa setengah berlari menuju IGD, terlihat di sana ada sang suami, ayah, bunda, dan juga Mba Siska yang kebetulan sedang piket hari ini. Mereka berdiri dengan raut cemas, Puspa melangkahkan kakinya ke arah di mana suaminya berada
"Mas" Panggil Puspa memegang lengan suaminya, Nenek gimana?
"Masih di periksa Dokter"
Tidak lama kemudian, bang Rafa datang, ia pun bergegas menghampiri Siska istrinya.
"Gimana kondisi nenek bund"Tanya Rafa ke istrinya
"Dokter Toni sedang menanganinya yah" jawab Siska.
Beberapa menit telah berlalu, terdengar suara pintu terbuka, beberapa dokter dan suster dengan seragam khasnya, keluar dari ruangan IGD, seketika Ayah mengahampiri sang Dokter
"Bagaimana dengan ibu saya dok?" Ucap Ayah
"Maaf harus kami sampaikan, bahwa pasien mengalami koma" Ucapan Dokter bagaikan guntur yang memecahkan telinga untuk keluarga Dhaniswara
Seketika itu tubuh ayah melemah dan langsung di peluk oleh bunda.
Begitu juga dengan Anjar dan Puspa, Rafa dan Siksa. Mereka begitu terpukul atas kondisi Sang nenek.
"Dokter, lakukan yang terbaik untuk nenek saya", ucap Rafa, Tidak ada yang bisa di lakukan oleh Rafa dan juga Siska. sepasang suami istri yang berprofesi sebagai dokter paham betul dengan perkataan sang dokter, Karena ia pun sering kali menyuruh keluarga pasien untuk sabar...
"Akan kami usahakan dokter Rafa, kami akan memindahkan pasien ke ruang ICU, jika ada yang ingin masuk melihat pasien, di harapkan agar satu orang saja.
Ucapan sang dokter yang di jawab Anggukan oleh Rafa
"Ayah, masuk, dan lihatlah nenek" ucap Rafa si anak sulung dari Pak Dhaniswara.
__ADS_1
Pak Dhaniswara sangat sedih dengan kondisi ibunya, setelah memasuki ruang ICU Bagaimana tidak, sang ibulah yang selalu mendukung dan melindunginya dari kecil, karena sejak usia 10 tahun, Pak Dhaniswara sudah di tinggal oleh ayahnya yang meninggal karena kecelakaan. Ibu pula yang mendirikan perusahaan Bom & Food hingga berjaya sampai sekarang.. bagi pak Dhaniswara, ibunya adalah seorang pahlawan.
Bersambung