Wa Story Istriku

Wa Story Istriku
52


__ADS_3

POV DIANA


Hari pertama bekerja setelah menikah, padahal aku masih ingin bersama Azam dan Emyr. Tidak kulihat mas Anjar di kamar, mungkin sudah berada di bawah.


Aku membuka lemari, ku pilih minidress crem sedikit di bawah lutut, kupadukan dengan blezer berwarna maron, dengan rambut yang ku ikat tinggi di kepala, sedikit memoles bibir agar tidak pucet.


Menyambar tas di atas meja yang sudah aku persiapkan tadi malam, memakai heels 7 cm, aku menuruni tangga menuju meja makan, ada ayah, bunda dan suamiku duduk di meja makan tampak si kembar sedang bermain di awasi oleh Atin.


Saat aku menatap mata mas Anjar, dia juga sedang menatapku, seperti tatapan tidak suka, Aku tidak peduli dengan tatapannya, dia memang seperti itu, dia hanya bisa diam. Disini justru aku yang banyak bicara. Dia yang pernah bilang seseorang bisa menggunakan mulut untuk meminta tolong, nyatanya dia sendiri hanya mampu menatap saja.


"Sini mas piringnya aku isi nasi dan lauk?"


Dia tidak menjawab "Ah sudah biasa" Batinku


"Entahlah, kepada yang lain dia banyak bicara, tapi padaku, nothing"


"Nanti pulang jam berapa Di?" tanya bunda


"Jam 4 bund"


"Pas banget Anjar pulang kantor, nanti mampir jemput istrimu njar?"


"Apa kamu bisa mengendarai mobil Di?"


"Tidak bisa yah, dari dulu aku selalu naik bis"


"Minta Anjar mengajarimu, untuk memudahkanmu berangkat kerja"


"Tidak perlu yah"


"Harus itu Di, supaya kalau Anjar ke luar kota, kamu tidak kerepotan" sela bunda


"Ok bund, kalau ada waktu, dan kalau MAU yang mengajari" jawab Diana dengan menekankan kata MAU


"Harus mau lah, bunda saja bisa, masa menantu bunda tidak bisa"


"Ayah berangkat dulu bund" ucap Ayah lalu berdiri, kami mencium punggung tangan Ayah bergantian.


"Aku tunggu di depan" ucap mas Anjar lalu meneguk habis isi gelas dan berjalan mendekati si kembar, tak lupa mencium punggung tangan ibu, aku pun melakukan hal yang sama


"Sayang mami kerja dulu ya, kalian jangan nakal, nanti sore main lagi sama mami


Anak kembar itu hanya mengangguk, mereka mengerucutkan bibirnya lalu mencium pipiku.


"iihh menggemaskan sekali"


Lalu ku balas mencium pucuk kepala mereka


"Mas, nanti tidak usah menjemputku tidak apa-apa" ucapaku saat mobil sudah melaju


"Kenapa, Apa kamu mau naik bis, memamerkan betismu itu?"


"Apa maksud mas Anjar bicara seperti itu?" batinku


"Bukan begitu mas"


"Jam empat aku keluar kantor, aku akan menjemputmu"


Mobil berhenti di depan Rumah Sakit tempatku bekerja, sebelum turun, aku mencium punggung tangannya, hanya sebatas itu kami bersentuhan, tidak ada kecupan atau yang lainnya. Tidak masalah bagiku, aku akan menunggunya sampai dia siap


"Ingat, jangan minum kopi di kantor, dan makan siang tepat waktu, aku akan mengingatkan mas nanti"


Ku raih snelli di jok belakang sebelum membuka pintu mobil, lalu melangkahkan kaki ke ruanganku


Belum sampai ruangan, Mba Siska sudah menyapaku

__ADS_1


"Selamat pagi pengantin baru"


"Pagi mba"


"Mau bulan madu kemana Di, sudah ada rencana belum?" tanya mba Siska seraya berjalan mengikutiku


"Tidak ada bulan madu mba, tidak mungkin ninggalin Azam dan Emyr"


"Ada kita yang jaga, kenapa harus mengkhawatirkanya"


"Mending aku bawa mereka, kalau memang di haruskan bulan madu


"Percuma bulan madu kalau gitu, aku pulang dulu Di, ngantuk" pamit mba Siska dia yang baru selesai jaga malam


"Ok mba, hati-hati"


Ku lepas belezerku lalu menggantinya dengan Snelli


"Siap bekerja hari ini" Gumamku


Waktu berjalan sangat lambat, sudah lama di Rumah Sakit, baru pukul 11, rasanya aku tak sabar ingin segera pulang. Bermain dengan kedua jagoanku.


"Tok,, tok,, tok"


"Iya sus ada apa?"


"Ada pasien yang ngotot minta pulang dok"


"Kalau gitu coba aku lihat laporan hasil pemeriksaan pasien itu"


"Ini dok sudah saya bawa"


"Begini sus, di pemeriksaan tertulis harus nunggu tes HB nya keluar, sementara hasil tes akan keluar setelah jam makan siang, suster tolong bilang ke pasien, nanti kalau hasilnya baik, bisa pulang"


🌸


🌸


Sudah jam makan siang, aku akan kirim pesan ke mas Anjar


^^^"Sudah waktunya makan siang"^^^


Send...


Tak lama centang dua, tapi masih abu-abu


"Ok tidak masalah, sambil menunggu balasan, aku akan ke mushola untuk sholat dzuhur"


Ku langkahkan kaki menuju mushola rumah sakit, berwudhu lalu Sholat.


Usai sholat ku lihat ponselku, dan ternyata pesanku masih belum di baca


"Mungkin sedang sibuk"


Alhamdulillah sudah waktunya pulang, sambil menunggu mas Anjar, ku buka komputer memeriksa laporan pasien hari ini.


Hampir 30 menit berkutat di depan komputer, ponselku berbunyi notif pesan masuk


Papi Anjar


"Aku tunggu di depan"


"Hanya ku baca saja, tidak berniat membalas, dia saja hanya membaca pesanku" Gumamku


"Tadi ada makan siang?" tanyaku saat di dalam mobil

__ADS_1


"Ada"


"Tidak minum kopi kan?"


Diam tak ada jawaban


Aku hanya mendengus


Mobil sudah sampai di rumah, ku lihat Azam dan Emyr berlari ke arahku hendak memeluku


"No sayang, mami sama papi banyak kuman mau mandi dulu, kalian sama Mba Atin dulu oke"


"Ote mami" jawab mereka


Aku mengikuti langkah mas Anjar menuju ke lantai atas


"Kamu mandi dulu" ucap Mas Anjar


Aku memasuki kamar mandi, ku guyur tubuhku yang lengket, selesai mandi aku sengaja memakai handuk yang ku lilit hanya sebatas dada. Sebenarnya malu, tapi aku harus berusaha


Sebelum keluar kamar mandi, ku lihat tubuhku melalui cermin "Tidak salah kan, kalau aku berusaha menarik perhatian suamiku, sampai kapan kamu akan bertahan dengan pendirianmu mas, sudah ku bilang, aku akan meruntuhkan tembok pembatas yang kamu ciptakan"


Saat keluar dari kamar mandi, ku lihat mas Anjar sedang berdiri di balkon, ku hampiri dia yang sedang merokok


"Mas mandilah, aku sudah selesai"


Dia memindaiku dari atas hingga bawah, Lalu berjalan ke kamar mandi.


"Pelan-pelan saja Diana" gumamku seraya menyunggingkan senyum


Selesai dengan aktivitasku, ku ayunkan kakiku ke lantai bawah, sebelumnya sudah ku siapkan setelan kaos dan celana santai untuk mas Anjar kenakan.


Karena bunda tidak mengijinkanku ikut memasak, aku membawa Azam dan Emyr ke atas untuk memandikannya


"Tadi ada nakal?" tanyaku seraya melepas pakaian mereka


"Tidak mam"


"Ada makan banyak dan bobo ciang?"


"Ada" jawabnya kompak


"Pintar, Ayo sekarang kita mandi"


Suara riuh dalam kamar mandi, dan percikan air dari mereka, membuat bajuku sedikit basah


"Aduuh baju mami basah" mereka semakin asik bermain air.


"Ok sayang sudah selesai, ayo kita pakai baju"


"Let go" ucap mereka bersamaan


"Menyenangkan sekali rasanya, sama seperti di panti saat aku memandikan adik-adiku" gumamku


"Nah selesai deh, kita ke papi yuk"


Kubiarkan mereka berlari menuju kamar ku, tampak mas Anjar merentangkan tangannya


"Iihh udah wangi anak papi, mandi sapa siapa? tanyanya


"Mamiiii"


Aku tersenyum melihat mereka, saat aku berpamitan untuk membantu neneknya memasak, mereka tidak mengizinkanku, mereka ingin aku menemaninya bermain.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2