Wasiat Cinta

Wasiat Cinta
Ch 28. Aku tidak seperti itu..!


__ADS_3

Aris membuka kedua matanya dengan perlahan. Lalu, ia menatap langit-langit kamar tersebut. Sepersekian detik ia merasa ada yang aneh dengan kamarnya. Aris pun bangun dan duduk di atas ranjang itu.


Aris melihat ke sekeliling kamar, lelaki itu baru menyadari bahwa itu bukanlah kamarnya. Lalu, ia bermaksud untuk membangunkan Meli yang tidur di sebelahnya.


"Mel, bangun Mel..!" Ucapnya sambil mengguncang tubuh wanita yang sedang tertidur di sebelahnya. Wanita itupun menggeliat lalu membalikkan tubuhnya menghadap Aris.


"Hai sayang, selamat pagi kok sudah bangun?" Sapa Alisya, terukir senyum bahagia dari wajah Alisya.


"Alisya...!!!!!!!!!" Seru Aris dan menatap wanita itu dengan terbelalak.


"Iya sayang, ada apa?" Tanya Alisya.


"Apa yang kamu lakukan di sini..!!!!" Tanya Aris sambil membuka selimutnya. Ia pun mendapati dirinya sehelai benang pun.


"Ini kamarku sayang," Ucap Alisya, lalu ia pun duduk di sebelah Aris.


"Maksudmu?" Tanya Aris. Lalu, ia mencoba mencari bajunya.


"Di mana bajuku..!" Tanya Aris kepada Alisya.


"Kok marah-marah sih sayang? Sabar ya, aku cariin dulu ya." Jawab Alisya.


Lalu, wanita itu beranjak dari ranjangnya. Masih dengan tubuh yang polos Alisa berjalan mencari baju Aris.


"Astagfirullah..!" Ucap Aris, lalu ia membuang pandangannya ke sudut kamar itu.


"Oh iya, aku lupa. Baju mu ada di depan, masa kamu tidak ingat sih?" Ucap Alisa sambil tersenyum malu.


"Ingat apa..! kamu jangan main-main Alisya..!" Ucap Aris.


Lelaki itu pun terlihat panik lalu beranjak dari ranjang dan membalut tubuhnya dengan selimut.


"Loh, kemarin kan kamu ngajakin aku tidur sayang, kita bercumbu begitu liar. Oh iya, Aku sangat puas, kamu sangat hebat di ranjang." Ucap Alisya, berbohong.


Lalu, wanita itu memeluk Aris dan kembali menggodanya.


"Minggir, aku mau keluar..! Aku mau ngambil baju ku." Ucap Aris.


"Aku mau lagi Sayang," Ucap Alisya, sambil tersenyum manis kepada Aris.


"Semalam tidak terjadi apa-apa..!" Ucap Aris, panik.


Alisya pun membesarkan bola matanya dan menatap Aris sambil tersenyum.


"Kamu tidak ingat apa pura-pura tidak ingat Sayang? Semalam dengan hebatnya kamu mencumbu ku. Aku ingin lagi sayang." Ucap Alisya.


"Pasti ini kerjaan kamu ya Lis, apa yang kamu masukkan ke dalam minuman ku..!" Aris membentak Alisya.


"Loh, mana aku tahu, kamu tiba-tiba mengatakan kalau kepalamu pusing. Lalu, kamu minta diantar ke kamar. Ya sudah, aku antarkan kamu ke kamarku. Lalu, tiba-tiba kamu mencumbu ku Ris..!!! dan kita tidur bersama semalam, apakah kamu tidak ingat?" Tanya Alisya berpura-pura bodoh.

__ADS_1


"Jangan berpura-pura bodoh Alisya..!! Aku tahu ini perbuatan mu, aku sudah mempunyai istri dan jangan pernah mengganggu aku lagi..!!!" Ucap Aris.


Lalu, ia mencoba untuk keluar dari kamar Alisya.


Dengan cepat Alisya menarik selimut yang membalut tubuh Aris. Lalu, wanita itu mendorong Aris dengan sekuat tenaganya, hingga Aris terjatuh di atas ranjang. Alisya langsung naik ke atas tubuh Aris dan mencumbu lelaki itu dengan buas.


Alisya mencoba membuat Aris terangsang kepadanya, Tetapi dengan cepat Aris membanting tubuh Alisya di atas ranjang. Lalu, ia berdiri dan berlari ke luar kamar dan mencari bajunya di sekitar sofa. Dengan cepat Aris memakai pakaiannya dengan lengkap.


Alisya pun keluar dari kamarnya dengan tersenyum manja kepada Aris.


"Kenapa terburu-buru sayang?" Tanya Alisya.


"Kamu gila Lis...!!!" Ucap Aris.


Lalu Aris berjalan menuju pintu keluar rumah itu dan berusaha untuk membuka pintu tersebut. Tetapi, ternyata pintu itu terkunci.


"Mana kuncinya? serahkan padaku..!" Ucap Aris dengan kesal.


"Akan aku serahkan apabila kita tidur sekali lagi ucap Alisya."


"Perempuan gila...!!!!" Hardik Aris.


"Iya aku memang gila, aku memang tergila-gila padamu sejak dahulu." Ucap Alisya.


Emosi Aris pun terpancing, ia menghampiri wanita itu lalu mencengkram lengan Alisya hingga wanita itu menjerit kesakitan.


"Serahkan kuncinya atau Aku akan melakukan sesuatu terhadapmu..!!!" Ucap Aris dengan garam.


Aris benar-benar kehilangan kesabaran, ia mencengkram kedua bahu Alisya dan mengguncang-guncang tubuh wanita itu sambil memaksa wanita itu untuk mengatakan di mana kuncinya berada.


Alisya pun tertawa terbahak-bahak, lalu ia mencoba memeluk tubuh Aris. Dengan cepat Aris menghempaskan tubuh Alisya di atas sofa.


"Benar-benar kamu Lis..!!" Ucap Aris dengan garam.


Alisya pun tersenyum, lalu membuka salah satu laci yang berada di ruang tamu. Alisya mengambil kunci rumah nya dan memberikannya kepada Aris.


"Ini kuncinya dan pergilah jangan lupa kembali lagi ucap Alisya."


Dengan cepat Aris menyambar kunci dari tangan Alisya. Lalu, ia pun bergegas membuka pintu rumah tersebut. Aris langsung meninggalkan rumah Alisya dan menuju ke rumahnya.


Di sepanjang perjalanan pulang, pikiran Aris sangat kacau. Ia benar-benar tidak mengingat yang apa yang terjadi tadi malam. Di pikirannya, ia hanya merasakan pusing dan tiba-tiba tertidur. Ia tidak ingat bahwa dirinya meniduri Alisya, Ia pun yakin bahwa Alisya memasukkan sesuatu ke dalam minumannya. Sehingga ia tidak sadarkan diri, dan ia juga yakin apabila semalam tidak terjadi apa-apa antara dirinya dan Alisya.


"Perempuan gila...!!!!!!!" Hardik Aris sambil memukul kemudi mobilnya.


....


Semalam, saat Meli sudah selesai mengemasi barang-barangnya. Ia pun bergegas untuk pergi meninggalkan rumah Aris. Tetapi, ia mengurungkan niatnya. Meli berubah pikiran, ia ingin membahas perselingkuhan Aris dengan Alisya sebelum ia pergi meninggalkan rumah ini. Lalu, Meli duduk di atas ranjang sampai pagi. Selama ia menunggu Aris pulang, ia tidak sekali pun memejamkan matanya.


"Melii... Meli...!!!!"

__ADS_1


Aris yang baru saja sampai di rumah langsung mencari-cari keberadaan Meli. Bik Parni yang baru saja muncul dari dapur menatap Aris dengan bingung.


"Bik, mana Meli?" Tanya Aris kepada Bik Parni.


"Ada di kamar Tuan." Jawab Bik Parni dengan perasaan cemas.


Bik Parni takut sekali bila majikan nya itu kembali bertengkar seperti awal-awal menikah dahulu.


Tanpa membuang waktu, Aris langsung menuju kamarnya dan membuka daun pintu kamar dengan cepat.


"Meli...!!!"


Panggilnya dengan napas yang tersengal-sengal. Lalu, ia menghampiri Meli yang sedang tercenung di tepi ranjang. Aris memeluk tubuh istrinya dengan erat.


Dengan cepat Meli mendorong tubuh Aris dengan kuat.


"Puas Mas nyakitin aku?" Tanya Meli.


Aris pun terperangah, ia tidak mengerti mengapa Meli mengatakan hal itu kepadanya.


"Maksudmu?" Tanya Aris.


"Puas Mas berzina dengan Alisya..!!!" Bentak Meli, mengeluarkan emosinya.


"Berzina? maksudmu apa?" Tanya Aris tak mengerti.


"Mas tidak merasa berzina? semalam Mas tidur dengan Alisya dan Mas tidak merasa berzina? hebat sekali kamu Mas..!" Ucap Meli.


Air mata mulai membanjiri pipi Meli. Ia merasa sakit hati karena Aris pura-pura seakan tidak terjadi apa-apa semalam antara Aris dan Alisya.


"Kamu ini ngomong apa Sayang?" Tanya Aris dengan wajah yang khawatir.


Meli sudah tidak tahan lagi dengan sikap pura-pura Aris. Lalu, ia mengambil ponselnya dan menunjukkan foto Aris dengan Alyssa yang sedang tidur bersama.


Aris terkejut melihat foto tersebut, dirinya pun terdiam terpaku. Tubuhnya gemetar, dadanya terasa sesak, ia menatap mata Meli yang penuh amarah. Aris tidak tahu akan melakukan apa, yang jelas ia sangat bingung akan menjelaskan apa kepada Meli.


"Aku tidak mengerti mengapa kamu mengirimkan bukti perselingkuhan mu kepada ku. Aku merasa kamu telah mengusirku dari rumah ini, aku sudah siap untuk pergi. Aku ingin surat cerai secepatnya..!" Ucap Meli dengan tegas.


"Aku tidak mengirimkannya Meli...!"


"Lalu siapa Alisya?" Tanya Meli dengan suara yang tercekat.


"Aku tidak tahu Meli," Jawab Aris dengan panik.


"Apapun itu, ini adalah bukti Kamu sudah tidur dengannya dan kamu sudah menodai pernikahan kita..!" Ucap Meli.


Meli menyambar tasnya dan pergi meninggalkan kamar. Meli berjalan menuju pintu keluar rumah dengan tergesa-gesa.


Aris hanya bisa terpaku, dirinya pun mulai menangis. Ia sangat menyesal telah memenuhi undangan dari Alisya.

__ADS_1


Dan Aris pun mengutuk wanita itu sejadi-jadinya.


__ADS_2